Zidane dan Pelatih yang Pulang ke Tim Lamanya

Zidane dan Pelatih yang Pulang ke Tim Lamanya

Zidane dan Pelatih yang Pulang ke Tim Lamanya

Zidane dan Pelatih yang Pulang ke Tim Lamanya

TOGEL ONLINEZinedine Zidane resmi kembali melatih Real Madrid. Ia menggantikan Santiago Solari yang dipecat meski baru dipermanenkan pada November 2018 lalu.

PREDIKSI TOGEL PALING JITUIni merupakan periode kedua Zizou, sapaan Zidane, menjadi pelatih El Real. Ia sempat melatih Madrid selama 2016 hingga 2018 sebelum memilih mundur dari jabatannya di akhir musim 2018–2019 setelah membawa Los Galacticos meraih titel Liga Champions ketiga mereka secara beruntun.

Sembilan bulan kemudian, Zidane kembali ditunjuk untuk menukangi Madrid. Namun, Zidane bukanlah pelatih pertama yang dipanggil kembali untuk menangani mantan timnya.

Medcom.id merangkum beberapa nama yang kembali ke timnya setelah memutuskan mundur atau dipecat karena gagal mencapai ekspektasi yang ditetapkan tim masing-masing. Berikut daftar pelatih yang kembali ke mantan timnya:

1Jose Mourinho

Pelatih asal Portugal ini pernah melatih Chelsea selama dua periode. Mantan pelatih Porto ini bisa dibilang sebagai salah satu pelatih tersukses Chelsea dengan memenangkan tiga gelar Liga Primer Inggris, satu Piala FA, dan tiga titel Piala Liga Inggris.

Periode pertama Mourinho berlangsung selama tiga setengah musim sejak musim 2004–2005 hingga awal musim 2007–2008. Selama itu, pelatih yang menjuluki dirinya sendiri sebagai The Special One ini meraih double winners tiga kali.

Mourinho menyandingkan dua gelar di musim pertamanya bersama Chelsea dengan memenangkan Liga Primer Inggris dan Piala FA musim 2004–2005 serta memenangkan Piala FA dan Piala Liga pada 2006–2007. Sayangnya, prestasi itu tidak cukup baik di mata sang bos Roman Abramovich yang kemudian membebastugaskannya pada awal musim 2007–2008.

Periode kedua Mourinho bersama Chelsea hanya bertahan dua setengah musim. Ia memulai periode keduanya pada musim 2013–2014, namun baru bisa memenangkan gelar pada musim selanjutnya di mana ia memenangkan dua gelar sekaligus, yaitu Liga Primer Inggris dan Piala FA. Sayangnya performa Chelsea menurun pada musim 2015–2016 dan ia kembali dipecat oleh Abramovich.

2Luiz Felipe Scolari

Pelatih selanjutnya yang kembali menangani mantan timnya adalah Luiz Felipe Scolari. Ia menangani timnas Brasil dalam dua periode yang bisa dibilang cukup sukses.

Periode pertama Felipao, sapaan Scolari, bersama Selecao dimulai pada 2001 hingga 2002. Pada periode pertamanya ini, Scolari sukses membawa Brasil menjuarai Piala Dunia 2002 di Jepang-Korea Selatan setelah menundukkan Jerman di partai final.

Periode kedua Scolari bersama Brasil dimulai pada 2012 hingga 2014. Ia ditunjuk menggantikan Mano Menezes yang dipecat.

Namun, periode kedua Felipao tidak berlangsung mulus. Ia menjadi pelatih yang memberikan Brasil kekalahan terburuk mereka sepanjang sejarah. Brasil yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014 takluk dengan skor memalukan 7-1 dari Jerman di babak semifinal.

Di babak perebutan tempat ketiga, Brasil juga takluk dari Belanda, kali ini dengan skor 3-0. Setelah itu ia memilih mundur dari posnya sebagai pelatih timnas Brasil.

3Jupp Heynckes

Kemudian ada nama pelatih legendaris Bayern Munchen, Jupp Heynckes. Ia melatih FC Hollywood selama tiga periode dan sempat menjabat sebagai caretaker mereka.

Periode pertama Heynckes bersama Munchen dimulai pada 1987 hingga 1991. Pada periode pertamanya, Heynckes sukses membawa Die Roten menjadi kampiun Bundesliga Jerman dua kali pada musim 1988–1989 dan 1989–1990 serta dua gelar Piala Super Jerman pada tahun 1987 dan 1990.

Sayangnya pada pertengahan musim 1991–1992 Heynckes dipecat oleh Bayern. Kala itu FC Hollywood terpuruk di peringkat ke-12.

Heynckes kembali ke Bayern pada tahun 2011. Ia ditunjuk menggantikan Louis van Gaal yang dipecat. Di periode keduanya sebagai pelatih permanen ia bertahan selama tiga musim.

Di musim 2012–2013, ia membawa Bayern menjadi tim pertama dari Jerman yang meraih treble alias tiga gelar dalam semusim. Ia memenangkan Bundesliga Jerman, Liga Champions, dan DFB Pokal musim itu sebelum memutuskan pensiun untuk kedua kalinya sebagai pelatih.

Musim 2017–2018 Heynckes memutuskan kembali dari masa pensiunnya untuk menjadi pelatih bayern. Ia ditunjuk menggantikan Carlo Ancelotti yang dipecat.

Pada periode ketiganya ini, Heynckes sukses mempersembahkan trofi Bundesliga dan kembali memutuskan untuk pensiun meski petinggi Bayern memintanya untuk menjadi pelatih tetap di musim berikutnya.

4Leonardo Jardim

Nama Leonardo Jardim melejit ketika menangani AS Monaco. Periode pertama Jardim bersama Les Monegasques berlangsung selama empat tahun sejak 2014 hingga pemecatannya pada 2018 dan kembali menangani klub Kerajaan Monaco itu pada 2019.

Jardim dibebankan tugas untuk mengembangkan pemain-pemain muda Monaco pada dua musim pertamanya. Pada musim 2016–2017 Monaco akhirnya memetik hasil dari pengembangan pemain muda mereka.

Jardim membawa Monaco memenangkan titel Ligue 1 Prancis musim 2016–2017 untuk pertama kalinya setelah puasa gelar selama 17 tahun. Ia juga sukses mengantarkan Monaco mencapai babak semifinal Liga Champions.

Sayangnya di musim 2017–2018, Monaco menjual beberapa pemain kunci mereka. Meski melepas pemain kunci, mereka hanya mendatangkan pemain muda, alhasil prestasi Monaco pun menurun.

Akhirnya pada awal musim 2018–2019 Jardim dipecat oleh Monaco dan digantikan oleh legenda Arsenal yang saat itu menjadi asisten pelatih timnas Belgia, Thierry Henry. Sayangnya, penunjukkan Henry tidak membawa efek positif. Performa Monaco justru semakin menurun dengan hanya meraih empat kemenangan, lima kali imbang, dan kalah 11 kali dari 20 pertandingan.

Henry pun dipecat pada 24 Januari 2019 dan sehari kemudian Jardim kembali ditunjuk untuk menangani Falcao dan kawan-kawan. Periode kedua Jardim terbilang cukup baik, ia mampu membawa Monaco keluar dari zona degradasi dan kini bertengger di posisi ke-17 klasemen sementara Ligue 1 Prancis.

5Claudio Ranieri

Pelatih lainnya yang kembali menukangi klub lamanya adalah Claudio Ranieri. Tinkerman ditunjuk AS Roma menggantikan Eusebio Di Francesco yang dipecat.

Periode pertamanya bersama Giallorossi dimulai pada musim 2009–2010. Ia menggantikan Luciano Spalletti yang mengundurkan diri beberapa hari sebelum Serie A musim itu dimulai.

Bersama Ranieri, Roma hampir menyabet gelar Scudetto musim itu. Sayang di laga pamungkas Roma menelan kekalahan dari Inter yang mengambil alih puncak klasemen.

Musim berikutnya Ranieri memutuskan mundur dari jabatannya sebagai pelatih di pertengahan musim. Ia merasa bertanggung jawab atas rentetan hasil buruk I Lupi.

Periode keduanya bersama Roma dimulai pada 9 Maret lalu ketika ia ditunjuk menggantikan Eusebio Di Francesco. Di laga perdananya, Ranieri sukses membawa Gladiator Roma mengalahkan Empoli.