Yuk Saksikan Ragam Budaya Papua di Festival Lembah Baliem 2019

Yuk Saksikan Ragam Budaya Papua di Festival Lembah Baliem 2019

Yuk Saksikan Ragam Budaya Papua di Festival Lembah Baliem 2019

 

Yuk Saksikan Ragam Budaya Papua di Festival Lembah Baliem 2019

Eksotisme Tanah Papua selalu unik untuk dieksplorasi. Keindahan alamnya paling luar biasa. Keunikan budayanya selalu dapat membuat wisatawan datang. Seperti halnya Festival Lembah Baliem (FLB). Tahun ini pesta rakyat tersebut bakal kembali muncul pada 7-11 Agustus 2019.

“FLB menjadi sebuah pesta rakyat yang mesti dikunjungi. Eksistensinya telah tidak diragukan. Festival ini telah dilakukan selama 30 tahun lamanya, bahkan menjadi pesta rakyat tertua di Papua,”

Memang mustahil dipungkiri, FLB menjadi sajian yang tidak jarang kali dinanti semua turis masing-masing tahunnya. Tahun lalu, pesta rakyat dikunjungi tidak tidak cukup dari 3.000 wisatawan, 1.000 di antaranya adalahturis mancanegara.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya, Alpius Wetipo mengatakan, perhelatan FLB tahun ini bakal spesial. Rangkaiannya terdapat karnaval kebiasaan nusantara yang bakal diparadekan oleh semua siswa-siswi dari mulai TK, SD, SMP, SMA sampai Perguruan Tinggi serta paguyuban kesenian. Selain tersebut akan ada pekerjaan paralayang, pasar pesta rakyat night market, sampai pertunjukan parade tarian kolosal yang dibawakan oleh 500 penari. Tarian ini berkisah tentang kemajuan Suku Dani sebagai Warisan Dunia.

Lalu bakal ada solusi rekor penciptaan Noken Raksasa (tas khas masyarakat Papua) setinggi 30 meter yang bakal masuk di rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Dimana solusi rekor ini adalahpemecahan rekor MURI kedua sesudah tahun kemarin ada solusi Rekor MURI yaitu tombak perang terbanyak dan terbesar.

“Di samping itu, pengunjung dapat menikmati paralayang dengan elevasi tertinggi di sana, 2.400 mdpl sekitar satu jam. Lalu menyaksikan tradisi memasak memakai uap bakar batu dan tentunya karakteristik lainnya, laksana kuliner maupun pakaian,” ucapnya.

Bupati Jayawijaya, John Richard Banua juga menggaransi andai perhelatan tahun ini bakal berkelas. Akan terdapat 40 wilayah dengan seribu lebih partisipan pada festival. Lokasi perhelatannya juga di set lebih dekat. Sehingga wisatawan tak butuh repot menuju tempat acara.

Lantas soal penginapan? Tak perlu cemas akomodasi yang disediakan pun lumayan komplit. Mulai dari penginapan hotel maupun dusun wisata.

“Kita harapkan trafik kembali bertambah sebagaimana tahun-tahun sebelumnya yang pun selalu merasakan peningkatan sampai-sampai menggerakkan roda perekonomian,” ucap bupati.

Bupati pun menjamin aksesibiltas wisatawan tidak bakal sulit. Penambahan penerbangan akan dilaksanakan jika memang diperlukan.

“Kami bahkan meluangkan kendaraan cuma-cuma pulang pergi guna wisatawan yang hendak menikmati telaga Habema. Kalau seringkali wisatawan mesti merogoh kocek Rp 3,5 juta untuk mengarah ke ke tujuan tersebut,” paparnya.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ricky Fauziyani pun menyuruh wisatawan untuk menonton FLB 2019. Festival ini menjadi jaminan besar kekuatan kebiasaan Tanah Mutiara Hitam.

“Kalau ke Papua belum injak Wamena tersebut jangan sombong. Berarti kita masih main di pinggir-pinggirnya. Rugi bila tidak datang menyaksikan masyarakat pribumi sana, laksana Suku Dani yang terkenal,” kata Ricky.

Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Management Calender of Event (CoE) Esthy Reko Astuti ikut angkat suara. Selama 30 tahun perjalanannya pagelaran kebiasaan ini sekarang berkembang menjadi ikon pariwisata Papua di mata dunia. Perhelatannya tidak jarang kali kolosal dan megah. Kehadirannya memberikan cerminan utuh kebesaran kebiasaan Papua.

“Atraksi kolosal perang-perangan, tari-tarian tradisional (ethai) dan seni merias tubuh dengan aneka aksesori karya suku Hubula, peragaan alat musik tradisional (pikon dan witawo), atraksi memasak tradisional (bakar batu), permainan anak (puradan dan sikoko), lempar sege dan karapan babi ialah gelaran kebiasaan yang selalu diperlihatkan dan dilombakan masing-masing tahun ketika Festival berlangsung. Dijamin rugi andai tak menyempatkan diri menghadiri Festival Lembah Baliem,”

BACA JUGA :

Kisah Cinta Para Pejabat Indonesia yang Paling Indah sampai diangkatfilm