Wisata Halal Di Danau Toba Tak Batasi Kuliner Babi

Wisata Halal Di Danau Toba Tak Batasi Kuliner Babi

Wisata Halal Di Danau Toba Tak Batasi Kuliner Babi

 

Wisata Halal Di Danau Toba Tak Batasi Kuliner Babi

Wacana wisata halal di area Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sempat digulirkan oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Namun tidak sedikit yang menampik wacana tersebut sebab dikhawatirkan akan menghilangkan identitas dan kebiasaan lokal di sana, salah satunya soal kuliner babi.

Kepala Bidang Bina Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Muchlis, menuliskan wisata halal dapat berjalan bersebelahan dengan kebijaksanaan lokal yang ada. Hingga ketika ini juga tidak terdapat larangan tentang penjualan kuliner babi atau urusan lainnya di sana.

Konsep wisata halal yang dimaksud Pemprov Sumut ialah menyediakan kemudahan pendukung untuk wisatawan, tergolong muslim yang datang ke area Danau Toba. Muchlis menyatakan konsep wisata halal telah bergulir semenjak lama dan bukanlah format pengkotak-kotakan masyarakat.

Wisata halal dan kebijaksanaan lokal dapat berjalan bersebelahan tanpa saling menghilangkan atau bersaing. Tidak anda larang tersebut (babi). Wisata halal lain dengan konsep wisata syariah. Wisata halal melulu sekadar memberi kebutuhan untuk wisatawan, wisata halal bukan berarti meniadakan, makanya kebijaksanaan lokal tidak terganggu

Saat ini angka pengunjung dari negara selama Indonesia ialah yang terbanyak, laksana Malaysia, yaitu berkisar 55 persen.

Konsep tersebut pun dimaksudkan untuk memungut pasar yang sedang bertumbuh ketika ini, yaitu wisata halal. Pada tahun 2018 saja jumlah wisatawan muslim mancanegara berjumlah 140 juta

Berdasarkan data Global Muslim Travel Index 2019 pada tahun 2026 diduga angka itu akan meningkat lebih besar menjadi 230 juta. Diperkirakan juga, pemasukan dari wisatawan muslim menjangkau US$ 300 juta pada ekonomi global.

Pada tahun 2019, Indonesia sedang di posisi kesatu sebagai negara muslim destinasi wisata halal dunia dengan skor 78. Sementara guna negara non-muslim, Singapura sedang di peringkat kesatu, disusul Thailand, Inggris, dan Jepang.

Selama ini, telah ada kemudahan untuk wisatawan muslim di Danau Toba. Namun kemudahan (amenitas) muslim yang ada, diduga tidak mencukupi andai mengacu pada pemerintah pusat yang menargetkan 1 juta pengunjung

Karena itu, katanya, guna menghindari kesalahpahaman mengenai konsep wisata halal ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut akan menyelenggarakan pertemuan lebih lanjut dengan semua kepala dinas pariwisata kabupaten area Danau Toba.

Di samping itu, Pemprov Sumut pun akan menyelenggarakan pertemuan dengan masyarakat berhubungan itu

Sebelumnya, puluhan massa yang menamakan Aliansi Mahasiswa Peduli Danau Toba mengerjakan aksi unjuk rasa di depan Kantor Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba (BPODT) dan Kantor Pemprov Sumut, Senin (2/9). Mereka menampik konsep wisata halal yang diwacanakan Pemprov Sumut di area Danau Toba.

Koordinator Aliansi Mahasiswa Peduli Danau Toba, Rico Simbolon mengatakan, kedatangan massa guna meminta klarifikasi pada BPODT dan Pemprov Sumut yang hendak mengembangkan konsep halal pariwisata Danau Toba.

Menolak keras konsep wisata halal yang ditetapkan oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Kami mohon gubernur tidak meneruskan konsep wisata halal di Kawasan Danau Toba.

Pemprov Sumut telah ada dinas pariwisata, silahkan dinas pariwisatanya digenjot bagaimana mengembangkan Danau Toba tanpa menghilangkan identitas dan kebiasaan masyarakat di sana

Menurutnya pengakuan Gubernur Sumut mengenai wisata halal di Danau Toba dapat merangsang konflik di wilayah yang sudah bersebelahan dengan masyarakat lain suku dan agama di sana.

Kami merasa, gubernur ini sengaja menciptakan isu itu supaya mengkotak-kotakan masyarakat di wilayah atau memang tidak terdapat konsep mengembangkan pariwisatanya. Kita jelas menampik konsep wisata halal itu. Takutnya ini memunculkan perpecahan. CERDASPOKER