Waspadai Parosmia Salah Satu Gejala Awal Covid-19 Selain Anosmia

Waspadai Parosmia Salah Satu Gejala Awal Covid-19 Selain Anosmia

Waspadai Parosmia Salah Satu Gejala Awal Covid-19 Selain Anosmia

Waspadai Parosmia Salah Satu Gejala Awal Covid-19 Selain Anosmia

Parosmia ialah istilah medis untuk menyatakan ganggguan pada indra penciuman. Penderita parosmia akan merasakan perubahan intensitas wewangian sehingga benda-benda di sekeliling kita akan terhirup menjadi beraroma paling tajam dan tidak menyenangkan.

Parosmia kadang disalahartikan dengan gangguan penciuman beda yang dinamakan phantosmia. Keduanya merupakan situasi yang berbeda. Penderita phantosmia bakal mencium wewangian yang tidak terdapat sumbernya atau dinamakan dengan wewangian ‘hantu’.

Beda parosmia dan anosmia sebagai fenomena Covid-19

Gangguan penciuman, laksana parosmia dan anosmia, tergolong gejala mula infeksi Covid-19. Berbeda dengan parosmia yang menyebabkan wewangian berbeda atau berkebalikan, anosmia merupakan gangguan penciuman yang mengakibatkan penderitanya benar-benar kehilangan keterampilan untuk menghirup aroma.Kondisi anosmia pada penderita Covid-19 juga dapat diawali dengan terjadinya parosmia. Sebuah permasalahan di Amerika Serikat mengadukan bahwa seorang perempuan sempat menikmati gejala mula berupa parosmia di malam hari yang dilangsungkan selama sejumlah jam.

Penyebab parosmia

Parosmia terjadi sebab terdapat kehancuran saraf reseptor penciuman yang bermanfaat untuk mendeteksi aroma. Kondisi ini dapat diakibatkan oleh sebanyak gangguan kesehatan, seperti:

1. Infeksi bakteri atau virus

Gangguan penciuman tidak jarang kali terjadi ketika seseorang terjangkit virus, contohnya flu atau Covid-19. Di samping virus, infeksi bakteri juga dapat menjadi di antara penyebab masalah ini.Infeksi, baik bakteri atau virus, pada drainase pernapasan atas bisa merusak sel saraf sehingga mengakibatkan parosmia.

2. Cedera kepala atau trauma otak

Tahukah kita kalau cedera kepala atau trauma otak pun berpotensi menyebabkan kehancuran indra penciuman? Durasi terjadinya parosmia dampak trauma kepala tergantung jenis cedera dan tingkat keparahannya.

3. Kondisi neurologis

Gangguan penciuman laksana parosmia juga dapat menjadi di antara gejala mula penyakit yang sehubungan dengan gangguan neurologis, laksana Alzheimer dan Parkinson.

4. Tumor

Walaupun tergolong jarang, tumor pun termasuk di antara penyebab parosmia. Khususnya, tumor yang ada di lokasi sinus.

5. Merokok dan penyampaian bahan kimia

Kerusakan indra penciuman dapat terjadi dampak racun dan bahan kimia yang terdapat pada rokok. Di samping itu, penyampaian bahan kimia beda dan polusi udara yang tinggi, pun dapat menjadi penyebab parosmia.

6. Efek samping penyembuhan kanker

Beberapa jenis penyembuhan kanker, laksana terapi radiasi dan kemoterapi, pun dapat mengakibatkan parosmia sebagai efek sampingnya.