Waspada Terhadap Card Skimming Di Tempat Wisata

Waspada Terhadap Card Skimming Di Tempat Wisata

Waspada Terhadap Card Skimming Di Tempat Wisata

 

Waspada Terhadap Card Skimming Di Tempat Wisata

Kemalingan atau kecopetan dapat saja menimpa turis ketika berada di lokasi wisata. Namun tidak sedikit yang tidak menyadari bahwa sebetulnya “kemalingan digital” pun mungkin terjadi.

Maling digital seringkali mengincar turis yang mengerjakan transaksi finansial melalui internet atau mesin transaksi. Salah satu yang baru saja terjadi diceritakan dalam artikel seorang wisatawan

Dalam perjalanannya ke Texas, ia mendapat SMS yang bertuliskan “Apakah kita setuju dengan transaksi di ATM ini? Tolong balas YA atau TIDAK ke nomor ini”. SMS diantarkan oleh bank tempatnya menyimpan uang dan ATM yang dimaksud bertempat di Bali, tujuan yang sebelumnya ia kunjungi.

Sayangnya handphone miliknya sedang dalam airplane mode sampai-sampai ia tak sempat menjawab SMS tersebut.

Beberapa jam dalam penerbangan, tibalah ia di bandara transit. Ia lalu menggiatkan handphonenya dan pulang menerima SMS “SMS ini paling penting. Tolong balas YA atau TIDAK ke nomor ini”.

Sebelum menjawab SMS tersebut, ia iseng memeriksa jumlah duit dalam rekeningnya. Seketika badannya terasa lemas, sebab uang tabungannya sebanyak U$5000 lenyap tak berbekas.

Ketika mencari lebih lanjut ke halaman transaksi, ia menemukan kenyataan bahwa ATM nya dipakai berkali-kali oleh maling digital di area Denpasar.

Dengan perasaan berkecamuk ia langsung menjawab SMS itu dengan opsi ‘TIDAK’. Tak berapa lama, ia dihubungi pihak bank yang mengatakan bila dirinya menjadi korban modus pencopetan data kartu (card skimming).

Secara simpel modus card skimming dilaksanakan pelaku dengan teknik menempelkan mesin pencuri data di mesin ATM. Dari mesin yang ditempel, data kartu seseorang dicopet dan digandakan. Jadi meski kartu telah dipegang korban berlalu bertransaksi di ATM, data kartu korban dikantungi pelaku.

Bank mengatakan bila kasus ini sedang ditangani dan duit miliknya bakal kembali dalam masa-masa 20 hari.

Hikmah dari cerita tersebut merupakan jangan bertransaksi di lokasi atau mesin ATM yang mencurigakan, laksana di pinggir jalan atau di lokasi yang sepi. Kalau tujuannya wisata ke Bali, usahakan ambil duit di ATM yang berada dalam kantor cabang bank.

Berikut sebanyak tips beda demi menghindari maling digital ketika wisata:

1. Tarik tunai per hari

Datangi tempat ATM yang aman dan tarik tunai untuk keperluan per hari. Membayar tunai pun menghindari simpanan terkuras dari ongkos layanan mesin gesek kartu yang besar.

2. Punya kartu lain

Gunakan kartu pembayaran elektronik atau kartu finansial di luar kartu finansial utama guna bertransaksi di lokasi wisata. Jadi andai terlanjur menjadi korban maling digital, kerugiannya tak terlampau besar.

Cek secara rutin untuk masing-masing transaksi yang dilakukan.

3. Hubungi bank

Informasikan untuk bank bahwa Anda akan pergi ke luar kota atau luar negeri, sampai-sampai mereka dapat melakukan pemeriksaan ganda andai terjadi card skimming, salah satunya dengan mengerjakan pengiriman SMS pengumuman seperti di atas.

Kantungi nomor layanan pelanggan bank tersebut supaya bisa dengan gampang menghubungi mereka bila terlanjur menjadi korban.

Jangan gampang percaya andai mendapat SMS atau telepon dari bank tentang transaksi. Sebaiknya hubungi bank secara langsung dan periksa jumlah duit dalam tabungan secara rutin. CERDASPOKER