Warganet Ini Unggah Video Keluhkan Tarif Parkir “Mahalan Parkir daripada Minimarketnya”

Warganet Ini Unggah Video Keluhkan Tarif Parkir “Mahalan Parkir daripada Minimarketnya”

Warganet Ini Unggah Video Keluhkan Tarif Parkir “Mahalan Parkir daripada Minimarketnya”

Warganet Ini Unggah Video Keluhkan Tarif Parkir “Mahalan Parkir daripada Minimarketnya”

pokerrepublik situs – Juru parkir atau yang kerap disebut sebagai tukang parkir ialah seseorang yang biasanya menolong menyesuaikan urutan keluar-masuk kendaraan di suatu tempat.

Namun kadang-kadang keberadaan tukang parkir ini acap kali dianggap gaib oleh beberapa masyarakat, sebab tukang parkir tidak dulu terlihat diawal melainkan mereka baru dapat terlihat dikala kendaraan berikut hendak keluar.

Hal ini dikeluhkan termasuk oleh tidak benar satu warganet, @bintangemon mengunggah sebuah video mengungkapkan kekesalannya terhadap cost parkir yang tidak murah.

“Kejahatan besar yang luput berasal dari pengawasan pemerintah adalah abang-abang parkir motor yang kalo dikasih goceng, sok-sok gak ngeliat. Langsung dimasukin kantong, gunakan wajah polos lu kaya gadis desa. Gak ngeliat, rabun jauh lu. Kemarin gue berasal dari alfa bayar listrik cost admin Rp 2000, ya era cost parkir Rp 5000? Mending sekalian gue ngecas di rumah lu. Bisa-bisanya mahalan lu daripada alfanya,” ujar account berikut di dalam videonya

Melihat cuitan berikut tak sedikit warganet mengimbuhkan tanggapannya, mereka mengaku sependapat dengan account berikut sebab kerap kali tukang parkir hanya singgah untuk menagih duwit parkir padahal daerah berikut bertuliskan “gratis parkir”.

salah satu berasal dari warganet bahkan membuat parodi perihal keberadaan tukang parkir yang gaib

pada tahun 2019 lantas terdapat video viral yang menampilkan sekumpulan bagian ormas memaksa pemerintah kota Bekasi serta beberapa pengelola minimarket agar “bekerja sama”, mereka berharap pihak minimarket mengimbuhkan izin kepada ormas untuk memungut retribusi di lahan parkir.

video ini pun menjadi trend dikalangan sosial media, yang dimana banyak orang yang lucu melihat aksi ngakak tersebut

Agus Pambagio sebagai Pengamat Kebijakan Publik mengatakan bahwa praktik berikut tidak sanggup dibenarkan, sebab tindakan itu lebih kepada premanisme

“Yang berhak menarik (retribusi) kan adalah ASN atau petugas kantor wali kota, yang tentu saja sanggup ke dinas pajak. Masak kaya debt collector begitu,” ujar Agus