Warga Kebantenan, Marunda, dan Rorotan Tolak Wilayah Mereka Jadi Lokasi Program Gela

Warga Kebantenan, Marunda, dan Rorotan Tolak Wilayah Mereka Jadi Lokasi Program Gela

Warga Kebantenan, Marunda, dan Rorotan Tolak Wilayah Mereka Jadi Lokasi Program Gela

 

Warga Kebantenan, Marunda, dan Rorotan Tolak Wilayah Mereka Jadi Lokasi Program Gela

Agodapoker Poker Legenda – Sejumlah warga di empat lokasi lokasi di Jakarta Utara yaitu Kebantenan, Semper Timur, Rorotan, dan Marunda mengaku keberatan bersama dengan program Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara yang sengaja menggenangkan empat lokasi berikut bersama dengan program Gerakan Lumbung Air (Gela) dan konsep Zero Run Off.

Asrori (60) warga RT07/RW02 Kelurahan Semper Timur keliru satu pemilik kios mi ayam Pandowo Limo di Jalan Madya Kebantenan mengaku tidak setuju jika wilayahnya sengaja dibuat tergenang ataupun dibiarkan supaya tanah menyerap genangan.

“Sangat tidak setuju jika sengaja digenangkan layaknya itu. Mentang-mentang di sini jalannya tetap rendah (belum ditinggikan) bukan berarti kami mau berlama-lama bersama dengan banjir,” kata Asrori, Selasa (28/1/2020).

Sunengsih (34) warga asal Brebes yang udah selama 6 tahun paling akhir mengkontrak di Jalan Kebantenan III mengaku di wilayahnya selagi hujan deras terhadap 1-4 Januari dan 24 Januari lantas banjir sampai sedengkul orang dewasa.

“Gak setuju sebab aktivitas kami tentu terganggu. Jadi susah ngapa-ngapain. Dua orang anak saya yang tetap sekolah basic terhitung jadi kesulitan berangkat ke sekolah,” kata Sunengsih yang berjualan kelapa muda di Jalan Madya Kebantenan.

Aini (35) petugas PPSU Kelurahan Semper Timur yang berdomisili di RT05/RW02 Kelurahan Semper Timur mengaku terhitung tidak setuju jika lokasi nya sengaja dibuat tergenang. Dikatakannya di RW 11 Kelurahan Semper Timur bahkan selagi Jumat (24/1/2020) lantas tergenang sampai sepinggang orang dewasa.

Rudi (47) warga Jalan Kebantenan I, RT09/RW01, Komplek Dewa Kembar terhitung tidak setuju bersama dengan program yang sengaja membawa dampak lokasi tergenang. Ia justru lebih memilih jika mesin pompa yang ada diperbaiki dan ditingkatkan kapasitasnya dan juga semakin meninggikan tanggul laut yang ada.

Zakri (55) warga RT06/RW02 Kelurahan Marunda yang rumahnya tidak jauh berasal dari proyek Waduk Marunda mengutarakan sejak dua tahun paling akhir belum ada sambungan pembangunan Waduk Marunda. Padahal keberadaan waduk penting sebagai tampungan air di kurang lebih lokasi Cilincing.

Chavid (32) warga RT11/RW09 Kelurahan Koja yang sedang berziarah di makan TPU Budhi Dharma Semper menyebutkan selama ini bersama dengan tidak ada program penggenangan saja TPU Budhi Dharma sering terendam.

“Apalagi jika ada program layaknya itu yang ada tambah lama kering TPU di sini. Meskipun di sini banyak makam yang tidak terurus mereka terhitung tetap wajib dihormati. Kok ini tambah sengaja dibiarkan tergenang,” kata Chavid.

Sementara itu, Pengamat Perkotaan, Yayat Supriyatna menyebutkan agak keliru kaprah jika program penggenangan air dikerjakan di lokasi Jakarta Utara. Pasalnya, kata Yayat di Jakarta Utara paling tinggi penurunan permukaan tanah dan tanahnya udah jenuh menyerap air. Agodapoker Poker Legenda

“Tidak semua lokasi sanggup dikerjakan progam Gerakan Lumbung Air atau Zero Run Off itu. Kalau sengaja digenangi itu berarti parkir air, jika keadaan laut di Jakarta Utara sedang pasang berarti aliran air sungai tidak sanggup langsung ke laut. Harus jelas area parkir ini luasnya berapa dan apakah ada inlet maupun outlet ke sungai ataupun laut,” kata Yayat.

Pengamat Perkotaan Nirwono Joga menyebutkan program yang dikerjakan Pemprov DKI Jakarta keliru dan tidak pas jika lokasi Jakarta Utara digenangkan.

“Wilayah utara Jakarta sebetulnya lebih pas di sajikan atau dibangun lebih banyak kolam atau waduk penampung air yang lebih ditujukan untuk menampung air sekaligus meredam banjir dan jadi cadangan air bersih sebab lokasi Jakarta Utara terlampau memerlukan ketersediaan air bersih yang memadai,” ujar Nirwono.

Lebih lanjut ia menyebutkan Pemprov DKI Jakarta selayaknya membebaskan kawasan permukiman yang berada di aliran utama air menuju hilir supaya banyak permukiman sanggup bebas berasal dari banjir, dan bukan tambah menggenanginya.

“Wilayah Jakarta Utara terhitung tidak efisien sebagai area resapan air sebab kedalaman air tanah terhitung semakin dangkal ke arah pantai Utara supaya tidak bakal efisien menyerapkan air ke didalam tanah dan air terhitung lama menyerapkan ke didalam tanah,” tandas Nirwono.