Warga Boleh Mudik Asal Bawa Surat Sakti Ini

Warga Boleh Mudik Asal Bawa Surat Sakti Ini

Warga Boleh Mudik Asal Bawa Surat Sakti Ini

Warga Boleh Mudik Asal Bawa Surat Sakti Ini

Pemerintah menyebabkan pengecualian untuk masyarakat yang terpaksa perlu mudik ke kampung halaman. Untuk bisa lakukan itu, warga perlu memenuhi satu beberapa syarat tertentu kepada petugas.

Dikutip dari laman Divisi Humas Polri, Kamis 30 April 2020, pemudik perlu melampirkan surat keterangan urgensi yang ditandatangani oleh lurah setempat. Dalam surat itu, warga diperbolehkan mudik gara-gara alasan keluarga sakit atau meninggal. Alasan istrinya hendak melahirkan juga akan dikecualikan dari pelarangan mudik.

“ Keluarganya sakit, meninggal, namun tunjukan surat nggak kasus (mudik). Cukup foto aja bener nggak keluarganya sakit,” memahami Kakorlantas Polri, Irjen Istiono, di Jakarta.

Istiono menyatakan tidak cuman alasan di atas, polisi akan menindak tegas para pemudik dengan memutarbalikkan kendaraan ke tempat tinggal masing-masing.

Bila pemudik selamanya memaksa pulang gara-gara alasan tidak punya pekerjaan, Polri akan mendata dan segera beri tambahan dukungan sosial.

“ Lagi disisir masyarakat yang tak punya pekerjaan lantas tak kebagian bansos bagaimana, di wilayah paling ujung juga Polri buat persiapan 25 ton beras di sana bagi masyarakat yang kelaparan. Polri akan proaktif beri tambahan dukungan ke masyarakat,” kata dia.

Lebih lanjut, Istiono menyatakan Polri juga akan memeriksa tiap-tiap kendaraan yang lewat di titik-titik penyekatan. Hal itu manfaat mengantisipasi ada pemudik yang ‘ngumpet’ di truk dan lain sebagainya.

“ Macam-macam modusnya. Ada yang naik truk, kontainer macem-macem. Kita periksa. Saya takutnya mereka lemas kekurangan oksigen. Kedua nyuri pakai truk kontainer lantas tertular Covid-19 sangat bahaya dan menularkan saudara di kampung,” kata dia.

Istiono beri tambahan selama 4 hari pelaksanaan operasi ketupat 2020, kuantitas warga yang mudik tetap berkurang. Hal itu berarti kesadaran masyarakat untuk menunda mudik memadai tinggi. Dikatakan jalan keluar kota, khususnya, yang mudik dari Jakarta menuju ke Jawa Tengah atau Jawa Timur, dan Sumatera, sudah berkurang jauh.

“ Titik-titik tertentu yang masih ramai aktifitasnya adalah wilayah PSBB yan memang berlaku di daerahnya masing-masing. Ini sudah pasti atas pertimbangan kapolda tiap-tiap untuk mengelola

Di sedang pandemi corona yang sedang terjadi, ada saja aksi nekat yang dikerjakan banyak orang cuma untuk pulang ke kampung halaman. Misalnya, seorang pria di India yang nekat menyewa truk yang bermuatan bawang.

Rabu 29 April 2020, pria ini membeli bawang 25 ton dan menyewa truk. Pria yang bernama Prem Murti Pandey, menempuh jarak 1.400 km dari Mumbai ke Praygraj, India Utara. Namun, sesampainya di sana, dia perlu dikirim ke karantina dan merintis tes.

Pihak kepolisian setempat menyatakan bahwa Pandey yang bekerja di bandara Mumbai. Selama bekerja di Bandara Mumbai, ia secara detil punya pengetahuan yang baik tentang bagaimana proses transportasi bekerja di era lockdown nasional.

Pria ini memahami terkecuali tiap-tiap warga untuk pas pas tidak diizinkan bepergian. Namun pengecualian diberikan kepada transportasi kebutuhan pokok.

Saat itulah, dia mengambil keputusan untuk menyamar menjadi seorang pedagang bawang.

Pandey pertama kali menyewa sebuah truk mini untuk mengangkut semangka dari Pimpalgaon dekat Nashik ke Mumbai. Setelah percobaan itu berhasil, Pandey memulai rencana utamanya yaitu lakukan perjalanan dari rumahnya.

Pria ini membeli 25,5 ton bawang dari pasar Pimpalgaon. Selanjutnya, ia membawa truk untuk mengangkut bawang dari Pimpalgaon menuju ke rumahnya di Prayagraj, India Utara.

Rencana Pandey terjadi dengan mulus tanpa hadapi rute sulit. Selama perjalanan, Pandey sempat menjual barang secara grosir di pasar Mundera, namun tidak ada yang mau membelinya. Kecewa, ia segera membawa bawang itu ke kampung halamannya.

Entah bagaimana, pihak berwenang diberitahu tentang rencana Pandey dan lakukan pengecekan virus corona. Dia juga diminta untuk mengkarantina dirinya sendiri di rumah. Dia menghendaki akan bisa menjual bawang dalam sebagian minggu mendatang dan memulihkan sebagian dari kuantitas yang diinvestasikan.

Pandey mengaku terjerat di Mumbai dan menjadi takut lantaran ada lonjakan kasus virus corona di kurang lebih Azad Nagar, Andheri East daerah ia tinggal. Maka dari itu, ia mengambil keputusan untuk ulang ke kampung halamannya.

Lockdown nasional yang masih diberlakukan di India, melarang ada pergerakan segala wujud transportasi. Namun, kendaran-kendaraan pengantar bahan makanan masih diperbolehkan melintas.

Cerdaspoker DominoQQ