Volume Kubah Lava di Tengah Kawah Merapi Hampir 1 Juta Meter Kubik

Volume Kubah Lava di Tengah Kawah Merapi Hampir 1 Juta Meter Kubik

Volume Kubah Lava di Tengah Kawah Merapi Hampir 1 Juta Meter Kubik

Volume Kubah Lava di Tengah Kawah Merapi Hampir 1 Juta Meter Kubik

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memperkirakan volume kubah lava di tengah kawah puncak Gunung Merapi pada 18 Maret, mencapai 950.000 meter kubik.

”Estimasi volume kubah sebesar 950.000 meter kubik dengan kecepatan pertumbuhan sejak 4 Januari 2021 sebesar 12.800 meter kubik per hari,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida. Daftar di sini

Menurut dia, volume kubah lava di tengah kawah puncak Merapi lebih besar jika dibandingkan dengan volume kubah lava di sisi barat daya gunung yang mencapai 840.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan 12.900 meter kubik per hari.

Gunung Merapi memiliki dua kubah lava yang sama-sama tumbuh. Kubah lava pertama berada di sisi barat daya Merapi. Tepatnya di atas lava sisa erupsi pada 1997. Kubah lava kedua terpantau BPPTKG pada 4 Februari 2021, berada di tengah kawah puncak Gunung Merapi.

Hanik menjelaskan, sepanjang 12–18 Maret, Merapi tiga kali melontarkan awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 1.000 meter ke arah barat daya dan 211 kali meluncurkan guguran lava dengan estimasi jarak luncur maksimal 1.200 meter ke arah barat daya.

”BPPTKG juga mengamati adanya aliran lahar dengan intensitas rendah pada 12 dan 17 Maret di alur Kali Boyong,” ujar Hanik.

Kendati demikian, menurut Hanik, hasil pengukuran pekan ini tidak menunjukkan adanya perubahan signifikan pada bentuk tubuh Gunung Merapi.

BPPTKG sampai sekarang mempertahankan status Gunung Merapi pada level III atau siaga. Warga diminta mewaspadai potensi dampak guguran lava dan awan panas Gunung Merapi di sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

”Kalau terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi dapat menjangkau area dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung,” terang Hanik.