Viral Wanita Melahirkan Tapi Tidak Hamil, Perut Tak Buncit & Rutin Haid, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Viral Wanita Melahirkan Tapi Tidak Hamil, Perut Tak Buncit & Rutin Haid, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Viral Wanita Melahirkan Tapi Tidak Hamil, Perut Tak Buncit & Rutin Haid, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Viral Wanita Melahirkan Tapi Tidak Hamil, Perut Tak Buncit & Rutin Haid, Ini Penjelasan Ilmiahnya

PESIARQQ – Viral wanita melahirkan tapi rutin menstruasi dan perut tidak buncit, ini penjelasan ilmiahnya.

Cerita yang cukup unik datang dari seorang wanita bernama Entin Kustini (39) yang mendadak melahirkan tanpa tahu dirinya tengah mengandung.

Pasalnya, selama ini, Entin Kustini rutin menstruasi, bahkan perutnya pun tidak buncit layaknya wanita hamil pada umumnya.

Sebuah kisah dari seorang wanita di Sumedang, Jawa Barat, menggegerkan warga dan jagat maya.

Pasalnya, wanita bernama Entin Kustini (39) itu dikabarkan melahirkan seorang bayi tanpa hamil.

Kisahnya menjadi viral ketika seorang pengguna Facebook membagikan ceritanya di grup bernama “Media Online Sumedang”.

Akun bernama Mah Mpie itu juga turut membagikan beberapa foto dari bayi ajaib tersebut.

“Keanehan di Dusun Tenjolaya, Desa Sukagalih bayi ajaib lahir tanpa kehamilan di awal.

Tidak hamil tapi melahirkan dan tali pusar pun sudah terputus dalam perut dengan keadaan rapi berat badan normal 2,8 kg bayi pun sehat.

Warga pun terus berdatangan karena terasa aneh karena yang melahirkan tidak hamil malah tiap bulan haid secara normal”

Mendengar kisahnya menjadi viral, Entin pun menanggapi hal tersebut.

Warga Dusun Tenjolaya, Desa Sukagalih, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang itu membenarkan hal tersebut.
Entin membenarkan bahwa dirinya melahirkan tanpa merasakan tanda-tanda kehamilan.

“Tidak tahu saya sedang hamil, perut dan badan juga tidak ada perubahan,” ujar Entin.

Ia mengaku bahwa orang-orang di sekitarnya sangat kaget ketika mendengar kabar kelahiran bayinya.

Adapun bayi yang dilahirkan Entin ini adalah putri keduanya.

Entin mengaku bahwa sebelum melahirkan, dirinya rutin mengalami menstruasi tiap bulannya.

Bahkan jadwalnya sangat teratur dan tak pernah terlambat.

Oleh karena itu, ia dan keluarga serta tetangga sangat kaget ketika tiba-tiba melahirkan bayi perempuan.

“Makanya pada kaget semua ketika saya tiba-tiba melahirkan,” ujar Entin.

Entin sendiri mengaku keberatan ketika kisahnya menjadi viral di media sosial.

Sebab, orang yang mengunggah kisahnya ternyata tidak meminta izin terlebih dahulu padanya.

“Tidak tahu siapa yang memasukkannya, tidak bilang-bilang dulu,” terang Entin.

“Harusnya kan minta izin dulu ke keluarga, ini mah tiba-tiba ada di internet saja,” lanjut Entin.

Menurut Entin, dengan menjadikan kisahnya viral di media sosial, hal itu justru membuat gaduh dan ribut dari tetangganya.

Sehingga hal itu membuatnya merasa tidak nyaman.

Bahkan Entin mengaku sampai tidak berani keluar rumah bersama anaknya.

Pasalnya, ia akan menjadi pusat perhatian bagi semua orang.
Penjelasan Ilmiah

Sebenarnya kasus Entin tersebut dapat dijelaskan secara ilmiah.

Ada suatu kondisi kehamilan unik yang tidak terlihat dan tidak terdeteksi yang disebut dengan istilah kehamilan kriptik.
kehamilan kriptik tersebut juga dikenal dengan istilah denial of pregnancy.

Kondisi ini terjadi pada wanita yang memiliki kadar hCG yang rendah, sehingga kehamilannya tidak terdeteksi.

Pada dasarnya, tanda-tanda kehamilan kriptik ini sama aseperti tanda-tanda kehamilan pada umumnya.

Namun, saat dilakukan tes kehamilan, hasilnya negatif, karena kurangnya kadar hCG tadi.

Berikut adalah tanda-tandanya:

– Perdarahan atau flek saat kehamilan berlangsung dan disangka awal dari siklus menstruasi.

– Mual dan muntah pada awal kehamilan dianggap sebagai gejala dari penyakit lain.

– Janin berada di bagian belakang rahim menuju tulang belakang, sehingga tidak terlihat saat pemeriksaan.

– Pergerakan janin di dalam rahim hampir mirip dengan perut kembung atau gejala gangguan pencernaan.

– Menstruasi tidak teratur, sehingga merasa wajar ketika haid lewat dari tanggal biasa.