Video Viral Pelajar Bakar Masker Maki Tenaga Medis Covid-19

Video Viral Pelajar Bakar Masker Maki Tenaga Medis Covid-19

Video Viral Pelajar Bakar Masker dan Maki Tenaga Medis, Sebut Covid-19 Hoaks

Video Viral Pelajar Bakar Masker dan Maki Tenaga Medis, Sebut Covid-19 Hoaks

Senjaqq Domino99 -Sebanyak dua video mengandung kata kasar yang ditujukan untuk tenaga medis dan pemerintah berhubungan penanganan pandemi Covid-19 viral di media sosial.

Masing-masing video tersebut berdurasi 29 detik. Dalam video tersebut terlihat seorang remaja wanita tanpa mengenakan masker dan menggunakan kaos hitam lengan panjang.

Pada video kesatu, perempuan tersebut memperkenalkan diri sembari memegang masker. Ia menyatakan tinggal di di antara panti tuna netra di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

“Saudara anda yang tidak menyaksikan dan tidak tahun Covid-19 yang hoaks, sakit hati ya,” kata perempuan tersebut dikutip dari video yang beredar.

Perempuan tersebut juga menyinggung dokter dan perawat bodoh.

Pada akhir video kesatu, ia menunjukkan suasana ruangan lokasinya berada.

Sementara pada video kedua, perempuan tersebut membakar masker yang sebelumnya dipegang.

“Kita cegah Covid-19 dengan bakar masker, bakar masker, buang hand sanitizer, buang air cuci tangan,” kata dia.

Perempuan tersebut juga menantang sebanyak pihak yang tersinggung dengan videonya tersebut. Perempuan tersebut menegaskan, dirinya bermukim di Kota Kupang.

Ia memblokir video kedua tersebut dengan umpatan dan celaan kepada pemerintah.

“Setop bodohi masyarakat miskin melulu mau kesukaan semata,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto mengatakan, pelaku diciduk setelah kesebelasan siber mengerjakan patroli di media sosial.

“Kita amankan seorang perempuan diperkirakan melakukan penyebaran kebencian melewati media sosial Facebook pada Minggu 31 Januari 2021,” ujar Krisna untuk Kompas.com, Senin (1/2/2021).

Pelaku berinisial GSDS (19), adalahseorang pelajar di di antara sekolah menengah atas (SMA) negeri di Kota Kupang.

Ia diciduk di rumahnya, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Minggu (31/1/2021) malam.

Kepada petugas, pelaku mengaku menciptakan enam video.

“Dari enam video yang dibuat, terdapat dua video yang berisi ujaran kebencian,” kata Krisna.

Krisna menjelaskan, pelaku mengaku menciptakan video tersebut karena terinspirasi dari kedudukan WhatsApp temannya yang menjelaskan situasi pasien Covid-19.

“Pelaku lihat storyWA temannya tentang situasi korban Covid-19 sampai-sampai pelaku menciptakan video dan disebarkan melewati Facebook,” kata Krisna.

Atas perbuatannya, penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 45A ayat (2) dan Pasal 43 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 mengenai Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Sesuai pasal ini, pelaku dihukum enam tahun penjara atau denda Rp 1 miliar,” jelasnya.