Valentino Rossi, Penemu Teknik Menikung yang Disontek Dunia

Valentino Rossi, Penemu Teknik Menikung yang Disontek Dunia

Valentino Rossi, Penemu Teknik Menikung yang Disontek Dunia

Valentino Rossi, Penemu Teknik Menikung yang Disontek Dunia

Selama 24 tahun berkarier di pacuan kelas dunia Valentino Rossi sudah menemukan tidak sedikit hal baru yang revolusioner, di antara yang kini menjadi warisannya ialah teknik mengibaskan kaki (leg dangle atau leg wave) yang biasa dia kerjakan sebelum membelok. Ludoqq Domino99

Teknik ini kesatu kali ditunjukkan pada putaran terakhir di Sirkuit Jerez. Rossi mengerem kuat lantas melepaskan kaki kirinya dari footpeg, kemudian membiarkannya menghampar dan menggantung hingga tepat sebelum puncak tikungan.

Rossi yang sukses masuk tikungan lebih dulu dari unsur dalam kesudahannya berbenturan dengan Gibernau. Gibernau melebar ke luar hingga ke lokasi kerikil, Rossi lantas finis posisi kesatu dan kesudahannya meraih gelar juara dunia 2005.

Usai pertarungan dengan Gibernau, Rossi tidak jarang kali mendapat tidak sedikit pertanyaan dalam sesi konferensi pers kenapa dia mengerjakan teknik laksana itu. Rossi seringkali selalu membalas tidak tahu dan mengatakan, “itu terasa natural”.

Pada sejumlah kesempatan Rossi pun sempat membalas hal lain, dia menuliskan teknik tersebut membantunya mengerem. Namun yang jadi sebuah keanehan, seperti dikisahkan motomatters.com, tidak terdapat perbedaan data yang mengindikasikan perbedaan saat Rossi menikung seraya membuka kaki ataupun tidak.

Data pengereman berhubungan waktu, kekuatan, dan distribusi mutu mengungkap informasi yang sama.

Sejak adegan bersejarah tersebut Rossi kerap memakai teknik mengibaskan kaki dan tidak sedikit pebalap yang menyontek gerakan itu. Kini kiat yang sama dengan sekian banyak variasinya dipakai pebalap MotoGP, Moto2, Moto3 hingga kelas pacuan daerah di semua dunia.

Sebelum paling populer seperti ketika ini, kiat kibas kaki Rossi pun sempat kontroversial sebab tidak sedikit pihak berspekulasi tersebut menjadi teknik untuk merintangi atau mengancam pebalap beda yang inginkan mendekat. Walau begitu sampai ketika ini MotoGP tak pernah tidak mengizinkan pemakaian teknik laksana ini.

Keuntungan

Ada tidak sedikit teori yang menjelaskan kenapa teknik kibas kaki dapat menguntungkan pebalap. Salah satunya diterangkan bennetts.co.uk yakni menolong mengontrol motor ketika membelok.

Berdasarkan anatomi tubuh, kaki adalahbagian terberat yang dapat mencakup 20 persen dari total berat badan. Misalnya pebalap beratnya 70 kg, tersebut berarti kakinya kira-kira seberat 14 kg dan dengan kata lain satu kaki 7 kg.

Saat membalap, membelok merupakan kegiatan keseimbangan yang dilaksanakan dengan mengawal titik gravitasi dan gerakan tubuh pada satu titik yang sama seraya tetap mengerjakan kecepatan tinggi.

Memanfaatkan kaki disebut dapat membantu menggerakkan titik pusat gravitasi ke depan menjelang tikungan. Hal ini disebutkan dapat menolong mengontrol motor, membuat mutu motor menuju depan, dan meningkatkan traksi di ban depan.

Bukan hanya itu, teori lain menyatakan mengibaskan kaki sebelum tikungan ibarat melepas parasut kecil yang menolong pebalap menemukan momen sebelum merebah. Momen laksana ini dikatakan buat pebalap unik setang unsur luar sampai membantu pebalap menanggulangi counter-steering.

Sepanjang kariernya di MotoGP, Rossi telah mendapatkan sembilan gelar juara dunia yang terakhir kali dia dapatkan pada 2009. Sudah 11 tahun Rossi tak pernah lagi juara dan sepertinya akan sulit bikin pebalap berusia 40 tahun ini menemukan gelarnya yang ke-10.

Musim 2020 dapat jadi peluang terakhir Rossi memperlihatkan kemagisannya sebagai pebalap sangat senior ketika ini di MotoGP. Yamaha sudah menyimpulkan menggantikan posisinya di kesebelasan pabrikan dengan ‘darah muda’ Fabio Quartararo yang sempat jadi duri bikin Marc Marquez pada musim 2019.

Valentino Rossi ialah legenda yang belum inginkan duduk santai sambil menyaksikan sejarah yang telah dia buat menyusun masa depan. Rossi bukannya tak punya kans bikin menggapai prestasi puncak guna terakhir kalinya. Dalam dunia olahraga, umur tidak hanya jadi patokan atletis dan lagipula pacuan bukan kontes refleks, tetapi tes intelejen dalam kecepatan tinggi.

Rossi belum menilai akan pensiun sesudah musim 2020 berakhir, sedangkan Yamaha menuliskan masih inginkan menampungnya bila dia menilai sebaliknya.