Vaksin Covid-19 Sinopharm dan Pfizer-BioNTech, Mana Lebih Manjur?

Vaksin Covid-19 Sinopharm dan Pfizer-BioNTech, Mana Lebih Manjur?

Vaksin Covid-19 Sinopharm dan Pfizer-BioNTech, Mana Lebih Manjur?

Vaksin Covid-19 Sinopharm dan Pfizer-BioNTech, Mana Lebih Manjur?

Populasi dunia sudah mulai disuntik vaksin Covid-19. Beberapa negara menggunakan vaksin Sinovac dan yang lain menggunakan Pfizer-BioNTech. Tiongkok juga memiliki vaksin lain yakni Sinopharm. Jika dibandingkan dengan vaksin Barat, mana yang lebih manjur?

Dalam beberapa hari terakhir, pemerintah Israel mempublikasikan dokumen yang menunjukkan sejauh mana kolaborasinya dengan perusahaan farmasi AS, Pfizer. Sampai saat ini, seperempat lebih dari sembilan juta warganya telah divaksinasi. Negara-negara lain di Timur Tengah, termasuk Qatar, Oman, Arab Saudi dan Kuwait juga sangat bergantung pada vaksin dari Pfizer, yang dikembangkan perusahaan AS dalam kemitraan dengan perusahaan obat Jerman BioNTech. Daftar di sini

Laporan menyebutkan bahwa Uni Emirat Arab, Bahrain, Yordania, dan Irak, di sisi lain telah memesan vaksin Covid-19 dari Pfizer dan Sinopharm. Vaksin Tiongkok Sinopharm sekarang diyakini sepenuhnya aman oleh UEA.

Di antara kedua vaksin tersebut, manakah yang manjur?

Vaksin Sinopharm

UEA bersama dengan Bahrain, adalah dua negara Arab yang mengesahkan penggunaan Sinopharm. Mereka juga yang pertama memberikan persetujuan penuh untuk menggunakan vaksin Covid-19. Lalu negara lain mengikutinya.

Suntikan vaksin yang disebut BBIBP-CorV ini diproduksi oleh China National Biotec Group atau CNBG of Sinopharm, sebuah perusahaan bioteknologi milik negara Tiongkok yang berbasis di Beijing. Pada September tahun lalu, Reuters melaporkan bahwa uji coba Fase III suntikan BBIBP-CorV telah dilakukan di 10 negara di dunia. Vaksin Sinopharm telah disetujui di Tiongkok, dan banyak negara lain termasuk UEA.

Vaksin Sinopharm dan Pfizer-BioNTech Covid-19 adalah di antara banyak vaksin yang menjanjikan kekebalan dari pandemi. Tetapi antara vaksin Sinopharm dan Pfizer-BioNTech mana yang lebih baik dan efektif?

Vaksin Pfizer-BioNTech

Pemerintah Dubai telah meluncurkan kampanye vaksinasi gratis setelah persetujuan UEA untuk pengembangan vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech. Menurut Gulf News, vaksin ini telah mendapat persetujuan untuk penggunaan darurat dari regulator Inggris, AS, Kanada, dan banyak negara lainnya.

Selama uji coba untuk uji coba vaksin Pfizer-BionTech, ditemukan sekitar 95 persen efektif dalam pencegahan Covid-19. Intinya, bahan aktif dalam Pfizer adalah mRNA atau messenger Ribonucleic Acid yang mengaktifkan produksi protein yang ada pada SARS-CoV-2, virus Korona baru yang menyebabkan Covid-19.

95 Persen vs 86 Persen

Akhir tahun lalu, bukti menunjukkan bahwa vaksin Pfizer dapat berhasil mencegah penularan dan membuatnya tidak terlalu parah. Data tersebut, menurut DrFive.com, didasarkan pada lebih dari 36.000 peserta, di mana lebih dari 18.198 diberi vaksin dan sekitar 18.325 diberi plasebo. Vaksin dari Pfizer-BioNTech ditemukan 95 persen efektif dalam mencegah virus di antara sukarelawan uji klinis tersebut.

Lalu untuk vaksin Sinopharm, UEA telah melakukan Fase III uji klinis untuk Covid-19 di bawah kepatuhan ketat terhadap pedoman yang telah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia dan Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Percobaan khusus ini didasarkan pada lebih dari 30.000 peserta yang divaksinasi dari lebih dari 120 negara. Hasilnya, menurut Kementerian Kesehatan UEA, vaksin Sinopharm 86 persen efektif untuk mencegah infeksi Covid-19.