Ulah Dosen Kampus Swasta di Makassar Jadi Dalang Pencurian Besi

Ulah Dosen Kampus Swasta di Makassar Jadi Dalang Pencurian Besi

Ulah Dosen Kampus Swasta di Makassar Jadi Dalang Pencurian Besi

Ulah Dosen Kampus Swasta di Makassar Jadi Dalang Pencurian Besi

Polisi mengamankan seorang dosen berinisial BD beberapa pas lalu lantaran terlibat didalam kasus pencurian besi di Kecamatan Somba Opu, Kabuapten Gowa, Sulawesi Selatan. Dosen yang mengajar di STIEM Bongaya Makassar itu disebut jadi dalang dari aksi pencurian besi tersebut.

Sebelum menangkap dosen bergelar doktor itu, polisi terlebih menangkap dua orang pelaku yang dikira jadi perpanjangan tangan BD didalam mobilisasi aksinya.

“Kita terlebih dahulu menangkap dua orang pelaku, info mereka mengarah ke BD,” kata Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan, Minggu, 12 Januari 2020.

BD pun dikejar polisi, sehabis ia sukses diamankan ia segera menjalani pengecekan intensif oleh penyidik dari Polsek Somba Opu. Kini dosen yang pernah menjabat sebagai Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan di STIEM Bongaya itu sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian  LudoQQ Poker Galaxy.

“Sudah ditetapkan jadi tersangka,” ucap Mangatas Tambunan singkat.

Besi yang dicuri oleh BD dan kelompoknya itu merupakan besi dari keliru satu proyek yang berada di Kecamatan Somba Opu. Besi hasil curian itu pun rencananya akan dijual.

“Semuanya dilakukan atas perintah BD,” Mangatas menyebutkan.

Kata Pihak Kampus

Pihak STIEM Bongaya pun angkat berkata mengenai ditangkapnya keliru satu tenaga pengajarnya.  Pihak kampus mengaku menyerahkan semua penanganan persoalan tersebut kepada pihak kepolisian.

“Kita serahkan sepenuhnya kepada polisi untuk penanganan hukumnya. Kita tidak memberikan pendampingan hukum” kata Kabag Umum STIEM Bongaya, Mansyur Mus, Minggu, 12 Januari 2020.

Mansyur mengakui bahwa BD merupakan keliru seorang dosen yang mengajar di STIEM Bongaya. Dia termasuk menjelaskan bahwa BD merupakan dosen yang berstatus ASN di STIEM Bongaya yang ditugaskan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-Dikti).

“Dia ASN, dosen negeri dari Kopertis Wilayah IX yang diperbantukan di STIEM Bongaya,” Mansyur berujar.

Lantaran berstatus ASN, pihak STIEM Bongaya pun tidak mampu memecat BD secara sepihak.  Mansyur  mengaku akan menyerahkan sepenuhnya pemecatan BD kepada Kopertis Wilayah IX.

“Kami tidak berani menambahkan sanksi. Kita serahkan sepenuhnya ke Kopertis Wilayah IX,” terangnya.