Ulah Ayam Nyasar ke Toko Pakaian Bikin Ngakak

Ulah Ayam Nyasar ke Toko Pakaian Bikin Ngakak

Ulah Ayam Nyasar ke Toko Pakaian Bikin Ngakak

Ulah Ayam Nyasar ke Toko Pakaian Bikin Ngakak

 

Poker online Menangkap ayam memang bukan perkara gampang. Karena ayam familiar sebagai fauna yang gesit dan enggan diam.

Banyak orang merasa bingung dan hingga kehabisan tenaga saat menciduk ayam. bahkan hingga ada orang yang diciptakan kesal sebab ayamnya tak dapat ditangkap.

Hal itulah yang baru-baru ini di rasakan seorang pegawai toko pakaian di Setapak Central Mall, Malaysia.

Dalam video menarik yang tengah ramai di bagikan di media sosial, pegawai tersebut terlihat bersusah payah menciduk seekor ayam yang masuk ke dalam toko pakaian di mal.

Dengan lincahnya ayam tersebut terlihat terbang kesana kemari melalui manekin dan rak-rak tinggi saat mengupayakan kabur dari tangkapan pegawai tersebut.

Bahkan ayam tersebut pun coba memindahkan dengan menjatuhkan di antara manekin, beruntung sang pegawai bisa menangkapnya tepat waktu.

Video lucu berdurasi 13 detik itupun sontak dipenuhi komentar dan di retweet sampai lebih dari 30 ribu kali semenjak diunggah di twitter oleh akun @Flzhksma.

Pada tahun 1980, penduduk negara Portugal dikejutkan oleh cerita Maria Isabel Quaresma Dos Santos.

Isabel ialah seorang gadis berusia 9 tahun yang menguras seluruh masa kecilnya di kandang ayam. Dia tidak pernah berinteraksi dengan insan atau menikmati kasih sayang orang tuanya.

Karena efek tumbuh bareng dengan ayam memengaruhi perilakunya, Isabel dikenal sebagai ‘Gadis Ayam’.

Masyarakat Portugal baru tahu cerita Isabel sesudah sebuah tulisan yang diterbitkan oleh surat kabar Diário de Notícias pada Januari 1980. Isabel bermunculan pada tanggal 6 Juli 1970, di suatu ladang di Tábua, wilayah Coimbra, Portugal.

Ketika baru berusia satu tahun, Isabel didiagnosis menderita masalah mental yang berat. Mengetahui urusan itu, ibunya mengurung Isabel di kandang ayam. Dia tidak memandang putrinya tersebut sebagai unsur dari keluarga.

Isabel menguras 8 tahun berikutnya di kandang ayam itu. Dia tumbuh besar melulu dikelilingi oleh ayam dan bertahan hidup dengan makanan yang sama dengan ayam.

Dia santap biji-bijian, daun kubis dan saldo makanan apa juga yang diserahkan keluarga kepadanya.

Menariknya, saudara-saudara Isabel hidup normal. Mereka bersekolah dan bermain bareng teman-teman sebaya di kampungnya.

Kemudian terungkap bahwa seluruh orang di Tábua tahu mengenai gadis yang tumbuh di kandang ayam keluarganya. Tetapi tidak terdapat yang pernah mengadukan keluarga tersebut untuk pihak berwenang atau mencoba menolong Isabel.

Wajar saja, Tábua ialah komunitas pedesaan kecil pada masa itu, dan orang-orang di sana lebih konsentrasi bekerja di ladang mereka daripada tercebur dalam hal tetangga.

Meskipun cerita tentang ‘Gadis Ayam’ baru terungkap pada bulan Januari 1980, Isabel sebetulnya punya peluang terbit dari penjara tak manusiawinya tersebut empat tahun sebelumnya.

Pada tahun 1976, di antara bibinya mengucapkan protes untuk orang tua Isabel dan berjuang meyakinkan mereka supaya anak itu dicek secara medis.

Dokter juga mendiagnosis Isabel dengan penyakit cacat di Coimbra, dan menambahkan bahwa Isabel perlu diasuh di lokasi tinggal sakit guna rehabilitasi.

Namun, tidak ada lokasi tinggal sakit yang inginkan menerima Isabel. Karena ditampik oleh sejumlah rumah sakit, termasuk lokasi tinggal sakit jiwa, bibinya tidak punya opsi di samping mengembalikannya ke keluarganya.

Nasib Isabel kesudahannya diketahui secara luas oleh publik saat Maria Bichão, teknisi radiologi di Rumah Sakit Torres Vedras, mengungkap permasalahan gadis tersebut ke media massa pada tahun 1980.

Bichão hendak membantu Isabel sesudah mengetahui situasi gadis tersebut melalui seorang perawat di lokasi tinggal sakit lokasinya bekerja. Dia membawa gadis tersebut ke rumahnya sekitar 15 hari, namun segera menyadari bahwa Isabel membutuhkan pertolongan profesional.

Jadi dia menghubungi wartawan dari Lisbon, ibukota Portugal, tentang situasi Isabel, termasuk akibat yang sudah terjadi pada keadaan jasmani dan mentalnya.

“ Sulit menginginkan siapa pun bisa bertahan hidup dalam situasi yang dirasakan anak ini sekitar bertahun-tahun. Tetapi yang lebih mengejutkan ialah bahwa kasusnya telah dilalaikan empat tahun kemudian tanpa terdapat institusi yang mengambil tahapan yang dibutuhkan untuk membantunya,” tulis Maria Catarina, seorang jurnalis dari Lisbon.

Manuela Eanes, Ibu Negara Portugal pada ketika itu, memainkan peran besar dalam cerita ini, dengan mengatur supaya Isabel diangkut ke pusat rehabilitasi di Lisbon. Dokter di sana dikejutkan oleh perilaku seperti hewan Isabel dan cacat mental yang parah.

“ Dari apa yang sudah saya amati sejauh ini, saya dapat menuliskan bahwa ini ialah anak yang menderita kelemahan intelektual yang bisa jadi besar diakibatkan oleh pengabaian sosial dan kasih sayang manusia. Perilaku Isabel berada pada tingkat biologis dasar, yaitu, reaksi guna bertahan fauna atau manusia,” kata João dos Santos, direktur Pusat Kesehatan Mental Anak di Lisbon, untuk surat kabar O Jornal pada bulan Februari 1980. Agodapoker

Surat kabar Expresso mengadukan bahwa meskipun ‘sangat sedih’ dan takut, Isabel bahkan tidak bisa menangis. Padahal menangis ialah bentuk komunikasi kesatu insan dan dia nyaris tidak pernah bersangkutan dengan insan selama masa kecilnya.

 

Kisah Gadis Ayam dari Portugal terus menjadi pembicaraan selama nyaris empat dekade. Tetapi mula tahun ini, investigasi oleh surat kabar Expresso mengungkapkan bahwa surat kabar tahun 1980-an barangkali telah membesar-besarkan laporan mereka.

Memang benar bahwa Isabel pernah bermukim di kandang ayam, tetapi melulu ketika ibunya, yang menderita kehancuran otak sebab meningitis, pergi bekerja di ladang. Lagipula, tetangga menuliskan bahwa family Isabel tidak mempunyai ayam, sebab mereka paling miskin.

Laporan mengenai Isabel yang meniru ayam tampaknya melulu bualan surat kabar untuk memasarkan lebih tidak sedikit eksemplar. Dia memang menderita kelemahan mental yang parah sebab kurangnya kontak dan kasih sayang manusia, namun kelakuannya tampaknya tidak terdapat hubungannya dengan meniru ayam.

Sementara itu, walau Isabel bermukim di pusat rehabilitasi Fatima sekitar 22 tahun, namun tidak terdapat kabar perkembangannya. Perawat di institusi paling protektif terhadapnya.

Mereka tidak mengizinkan siapa pun memungut fotonya. Mereka bahkan menampik permintaan dari semua ilmuwan Portugal dan asing yang hendak mempelajari perilaku gadis yang kini berusia 48 tahun itu. Meski dalam umur 48 tahun, Isabel diadukan mempunyai tingkat kognitif anak umur 4 tahun.

Mengenai sikap yang protektif tersebut, pusat rehabilitasi Fatima mengatakan untuk Expresso andai mereka hendak ‘menjaga martabat pasien’ dan Isabel ketika ini ‘dalam situasi baik-baik saja’. PREDIKSI TOGEL PALING JITU