Trik Melihat Peluang Usaha di Tengah Pandemi Corona COVID-19

Trik Melihat Peluang Usaha di Tengah Pandemi Corona COVID-19

Trik Melihat Peluang Usaha di Tengah Pandemi Corona COVID-19

Trik Melihat Peluang Usaha di Tengah Pandemi Corona COVID-19

 

Pandemi Corona COVID-19 dinilai akan membawa perubahan dalam bisnis ke depan. Hal tersebut terutama dalam perilaku konsumen dan konsumsi. Oleh sebab itu, pentingnya identifikasi perilaku konsumsi dan konsumen. Senjaqq Domino99

Merebaknya virus corona baru yakni Sars-CoV-2 yang sebabkan COVID-19 mempengaruhi industri dan sektor usaha. Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan, Promosi Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Tommy Kaihatu menuturkan, tidak sedikit industri terganggu sebab ketergantungan bahan baku dari China paling besar.

“Di samping industri pariwisata, industri beda yang terdampak di antaranya ialah industri manufaktur, industri pengolahan dan pun ekspor sebab ekspor anda ke China paling besar,” ujar dia laksana dikutip dari Antara.

Tak melulu industri yang terganggu, pandemi COVID-19 pun akan meningkatkan pengangguran. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memprediksi, dalam skenario berat potensi pengangguran akan meningkat 2,92 juta orang dan paling besar dapat mencapai 5,23 juta.

Di samping sektor usaha dan pengangguran, Pengamat Ekonomi dari Universitas Airlangga Wisnu Wibowo menilai pandemi Corona COVID-19 pun membawa evolusi dalam perilaku konsumen dan konsumsi ke depan. Hal ini pun sekaligus sebagai momentum ekonomi digital dan kreatif.

“Untuk ke depan ekonomi kreatif dan digital akan paling berkembang. Orang telah mulai terbiasa dan tercebur menjalani pola konsumsi digital,” ujar dia ketika dihubungi Liputan6.com, Minggu (19/4/2020).

Momentum berkembangnya ekonomi digital tersebut juga seiring ajakan bekerja dari rumah, ibadah dari rumah, dan belajar dari rumah, mengawal jarak fisik, menghindari kerumunan dominan terhadap kelaziman masyarakat. Adapun anjuran itu untuk memutus rantai penyebaran COVID-19.

Hal tersebut juga memprovokasi sejumlah sektor usaha. Wisnu mengatakan, jasa pengantaran, produk makanan beku, sektor kesehatan berpotensi tumbuh ke depan. Demikian pun sektor pendidikan. Wisnu menuturkan, sektor edukasi akan gencar dilaksanakan secara online. Jika jasa edukasi konvensional tidak mengantisipasi bakal ketinggalan sebab tergantikan oleh software dan online.

“Akan ada evolusi pergeseran konsumsi masyarakat,” ujar dia.

Oleh sebab itu, menurut keterangan dari Wisnu ketika ini urgen mengidentifikasi perilaku konsumsi dan konsumen dalam menghasilkan barang yang diperlukan oleh masyarakat.

Melihat Sektor Usaha di Tengah Pandemi COVID-19

Di tengah pandemi COVID-19 ini, Wisnu mengatakan, ada sebanyak sektor usaha yang bisa menjadi peluang. Dengan begitu ini dapat membuat peluang usaha untuk Anda barangkali sedang dirumahkan dan atau alami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dalam jangka pendek, ia menuturkan, sektor usaha itu antara beda indusri makanan beku. Ini sebab jaga jarak jasmani atau physical distancing memunculkan keperluan akan produk makanan duratif sebagai persediaan makanan guna kurangi frekuensi belanja.

Kemudian industri perangkat kesehatan. Kebutuhan masyarakat dan tenaga medis bakal alat pelindung diri (APD) laksana masker dan hand sanitizer bakal meningkat. Selanjutnya, produk inovatif.

“COVID-19 pun mendorong berkembangnya inovasi guna menangani keperluan baru yang muncul dampak COVID-19 laksana disinfection chamber, portable hospital dan isolation portable room,” kata dia.

Sedangkan dalam jangka panjang, sektor usaha yang berkesempatan antara beda industri berbasis online. Wisnu menuturkan, sejumlah produk yang mempunyai prospek pasar ialah game, aplikasi pendidikan, media pembelajaran dan hiburan digital, dan melakukan pembelian barang online.

Selanjutnya jasa layanan antar barang dan makanan. Wisnu mengatakan, ada penambahan permintaan untuk mengisi kebutuhan pribadi akan makanan dan barang konsumsi harian tanpa mesti meninggalkan rumah.

Lalu jasa layanan gaya hidup sehat, kesehatan dan psikologi. “Kebutuhan konsultasi bakal gaya hidup sehat guna konsultasi guna penanganan persoalan kesehatan mental bakal melonjak,” kata dia.

Wisnu pun melihat kesempatan usaha di industri farmasi, herbal dan makanan kesehatan. Ia menuturkan, ancaman pandemi COVID-19 akan menambah permintaan produk-produk yang bisa memperkuat imunitas sampai-sampai akan menambah omzet industri ini.