Trik Berburu Panorama Afrika di TN Baluran Bayuwangi

Trik Berburu Panorama Afrika di TN Baluran Bayuwangi

Trik Berburu Panorama Afrika di TN Baluran Bayuwangi

 

Trik Berburu Panorama Afrika di TN Baluran Bayuwangi

Cerdaspoker DominoQQ – Taman Nasional Baluran di Banyuwangi menjadi habitat macan tutul, banteng, rusa, burung merak, kerbau, monyet, lutung, anjing hutan, hingga sekian banyak jenis burung. Keindahan nuansa safarinya sampai dinamakan Africa van Java (Afrika di Pulau Jawa).

Berburu potret atau video satwa binal di Sabana Bekol-nya menjadi pekerjaan wisata utama di sini. Tapi guna mendokumentasikan momen itu butuh tidak sedikit perhitungan. Di samping soal penataan kamera pun soal masa-masa dan lokasi.

Pagi hari dan menjelang sore menjadi masa-masa terbaik guna mendapatkan potret atau video Sabana Bekol dengan warna kekuningan khas Afrika.

Berburu potret monyet barangkali menjadi urusan yang paling gampang dilakukan. Pasalnya, tidak sedikit sekali kawanan monyet yang akan kita temui di sepanjang jalan. Kita melulu tinggal bergerak secara perlahan supaya mereka tidak kabur ketika akan memotretnya.

Sedangkan guna berburu potret lutung, kita dapat mencoba menggali keberadaannya di pepohonan. Kita tinggal menggali angle yang bagus guna mengabadikan momen mereka.

Lain halnya dengan kerbau. Kita dapat mencarinya di sebanyak kubangan air yang memang tersebar di tidak sedikit tempat di Baluran

Jika beruntung, kita dapat menemukan kerbau tersebut tengah berendam di dalam kubangan air itu. Kita pun bermukim memotret mereka dengan sekian banyak sudut yang anda mau.

Sayangnya, tak tidak sedikit kerbau yang dapat kita jumpai ketika siang dan senja hari. Mereka seringkali berkumpul dalam jumlah besar pada pagi hari atau malam hari ketika hari sudah gelap.

Sedangkan macan tutul, burung merak, rusa, sampai banteng, kita perlu perjuangan tambahan untuk dapat mendapatkan potret mereka.

Maklum, ketika siang hari seringkali mereka bersembunyi di dalam hutan. Namun, ketika sore hari seringkali mereka mulai terbit dari persembunyian untuk menggali minum.

Kita dapat menunggu sembari bersembunyi di tempat dekat kubangan air untuk mengawali perburuan. Biasanya, ketika sore hari, rusa dan burung merak akan ke tempat kubangan air untuk menggali minum.

Satu urusan yang harus diingat, anda tidak dapat bersembunyi terlampau dekat dengan tempat kubangan air itu. Jika terlampau dekat, mereka dapat mengetahui eksistensi kita dan malah malah kabur menjauh.

Jika hendak berburu potret rusa jantan dengan tanduknya yang kokoh, maka bulan September sampai Oktober menjadi masa-masa yang sangat tepat.

Di masa-masa ini, tanduk rusa tampak bagus dan begitu kokoh. Pasalnya, pada bulan Desember, tanduk rusa yang tampak kokoh tersebut perlahan bakal mulai tanggal.

Berburu potret burung merak pun mempunyai tantangannya tersendiri. Meski sudah bersembunyi, anda mesti benar-benar tak tampak atau tak terpantau oleh mereka.

Sedikit saja mereka mengetahui eksistensi kita, mereka tentu akan kabur. Jika telah begitu, tak bakal ada momen yang dapat kita tangkap.

Bisa menemukan momen ketika seekor merak mengembangkan ekornya yang indah, adalahsebuah keberuntungan. Pasalnya tak setiap ketika mereka akan mengembangkan ekornya itu.

Biasanya, merak jantan baru bakal mengembangkan ekornya ketika ada merak betina di sekitar. Mereka mengembangkan ekornya untuk unik perhatian dari merak betina.

Macan tutul dan banteng menjadi perburuan yang sangat sulit. Kita barangkali baru dapat bertemu mereka ketika hari sudah gelap.

Terkadang, macan tutul duduk bersantai di pinggiran jalan. Terkadang pula, mereka sering menyambangi kubangan air untuk menggali minum.

Namun, mereka lebih tidak jarang untuk sedang di dalam hutan. Alhasil, lumayan sulit untuk dapat bertemu mereka dan mengabadikannya dalam suatu foto.

Lain lagi dengan perjuangan berburu banteng. Biasanya banteng baru bakal terlihat di pagi atau malam hari. Itupun melulu saat mereka menggali air guna minum saja.

Walhasil, bila dapat bertemu dengan banteng di alam binal di Baluran tersebut adalahsebuah tuah tersendiri.

Sebenarnya, kita dapat saja menyaksikan banteng dengan gampang di lokasi penangkaran yang memang terdapat di Baluran. Ada sebanyak banteng yang memang sengaja ditempatkan di situ. Alasannya, sebab populasi banteng di Baluran sempat menurun.

Namun, sensasinya bertolak belakang saat menyaksikan banteng di alam binal dengan menyaksikan banteng di lokasi penangkaran itu. Pasalnya, banteng di alam binal terlihat berotot dan gagah bila dikomparasikan dengan banteng yang sedang di dalam kandang.

Berburu potret satwa binal di Taman Nasional Baluran akan menjadi empiris yang seru dan menyenangkan. Lumayan untuk meningkatkan koleksi galeri potret kita ataupun guna mengunggahnya di media sosial.