Tradisi Injak Testis Banteng di Milan Memburu Keberuntungan

Tradisi Injak Testis Banteng di Milan Memburu Keberuntungan

Tradisi Injak Testis Banteng di Milan Memburu Keberuntungan

Tradisi Injak Testis Banteng di Milan Memburu Keberuntungan

Mujur atau beruntung, siapa yang tidak mau. Bahkan demi mendapatkannya, orang kadang rela mengerjakan hal konyol dan tidak masuk akal sama sekali.

Seperti di Milan, Italia. Tradisi injak testis banteng jadi ritual populer untuk turis yang hendak mendapat tuah ketika berangjangsana ke Piazza Del Duomo.

Entah siapa yang iseng memulainya. Namun pekerjaan iseng ini telah bertahun-tahun dan telah menciptakan mosaik kuno di sana rusak sebab keseringan diinjak

Ya, tradisi ini menjadi di antara daya pikat wisatawan yang berangjangsana ke Piazza Del Duomo, alun-alun familiar di kota Milan. Lokasinya berada tepat di jantung kota mode tersebut.  Ludoqq Domino99

Setiap hari, ribuan orang datang berangjangsana ke sama. Tidak melulu turis, penduduk lokal pun senang menguras waktu di sana. Dari sebatas bersantai di halaman Cathedral of Milan atau bercengkrama di kafe dan bar yang tidak sedikit bertebaran di area Galleria Vittorio Emanuele II.

Alun-alun ini telah berusia ratusan tahun. Begitu pun dengan bangunan-bangunan di sekitarnya. Gereja Katedral Milan yang menjadi primadona untuk turis bahkan telah mulai digarap pada tahun 1386 dan baru rampung 600 tahun kemudian.

Puluhan arsitek ternama dari sekian banyak negara dan era ikut turun tangan menuntaskan bangunan ini. Meski demikian, proses renovasi perawatan seakan tidak berhenti dan masih terus dilangsungkan sampai ketika ini.

Pusat Perbelanjaan Bergaya Klasik, Galleria Vittorio Emanuele II

Di samping Milan Cathedral, yang tidak kalah mengagumkan pasti Galleria Vittorio Emanuele II. Pusat perbelanjaan bergaya klasik ini berdiri semenjak 1877 dan sekarang menjadi lokasi sekian banyak jenis toko dan kafe yang selalu sarat pengunjung.

Mal ini menghubungkan Piazza Del Duomo dengan Piazza Della Scala. Nama Galleria Vittorio Emanuele II sendiri dipungut dari raja kesatu yang memerintah Italia. Desainnya klasik dengan atap megah yang tercipta dari rangka besi dan kaca. Bagian kubahnya tampak khas meniru kubah megah Katedral Milan.

Pusat perbelanjaan ini di bina antara 1865-1877. Saat itu, raja menyuruh untuk menghiasi lantai dengan tiga mosaik bergambar emblem pasukan bersenjata kepunyaan empat ibu kota era kerajaan Italia, yaitu Roma, Florence, Turin, dan Milan. Milan diwakili dengan emblem Serigala Roma, Florence bunga bakung, dan Torino atau Turin lewat emblem bantengnya.

Torino secara harfiah berarti banteng muda. Nah, di samping berbadan kekar, banteng Torino tampil dengan genital yang pun besar. Sebagian orang beranggapan kalau itu ialah simbol keberuntungan. Dari sini lantas muncul ritual memasuki bagian testikelnya guna mendapatkan keberuntungan.

Caranya dengan mengurangi tumit sebelah kanan kemudian berputar ke kanan sejumlah 3 kali.

Sejarah Torino sebetulnya tidak menulis hubungan testikel banteng dengan keberuntungan.Namun orang-orang yang berangjangsana ke Galleria Vittorio Emanuele II masih gemar mengekor tradisi itu.  Ludoqq Domino99

Orang-orang terlihat mengantre guna melakukannya. Tua-muda, pria-wanita, ikut ambil bagian. Satu per satu bergiliran memasuki testis banteng ‘malang’ itu.

Hasilnya? Tidak terdapat yang pasti. Setiap orang punya empiris berbeda. Namun satu urusan yang pasti, tradisi injak testikel ini sebenarnya malah merugikan untuk mosaik bersejarah tersebut sendiri. Sebab saking seringnya diinjak orang yang lewat, unsur testikel banteng pada mosaik kuno tersebut bobrok dan amblas.

Hanya saja belum terdapat larangan untuk siapapun guna melakukannya. Sampai ketika ini. beberapa masih percaya pekerjaan itu akan membawa keberuntungan.