Tips Agar Lebih Banyak Kalori yang Terbakar saat Tidur

Tips Agar Lebih Banyak Kalori yang Terbakar saat Tidur

Tips Agar Lebih Banyak Kalori yang Terbakar saat Tidur

Tips Agar Lebih Banyak Kalori yang Terbakar saat Tidur

Tiap kali berolahraga, mungkin Anda kerap menerka berapa banyak kalori yang terbakar. Padahal sebenarnya tubuh terus membakar kalori sekalipun bukan sedang olahraga, ketika aktivitas apapun, termasuk saat tidur.
Melalui laman Sleep Doctor, seorang Psikolog Klinis, Michael J. Breus menuliskan bahwa seorang dengan berat badan 68 kilogram bisa membakar sekitar 440 kalori selama 7 jam tidur. Besaran kalori ini setara dengan kalori yang terbakar saat jogging 40 menit di atas treadmill.

Oleh karena itu, penting untuk memperoleh tidur yang cukup. Selain itu, Anda bisa menerapkan beberapa tips berikut agar lebih banyak kalori yang terbakar selama tidur.

1. Batasi paparan sinar biru
Sinar biru bisa menekan melatonin sehingga merusak ritme jam biologis tubuh dan mengganggu tidur. Riset menunjukkan sinar biru bisa menunda produksi melatonin
“Di mana kita bisa terpapar sinar biru? Hampir di manapun. Sinar matahari mengandung sinar biru. Tapi sinar dengan gelombang cahaya pendek ini ditemukan pada monitor digital dan lampu efisien energi termasuk LED dan lampu neon,” tulis Breus di laman pokerrepublik.

2. Tidur lebih awal
Tidur larut berhubungan dengan faktor-faktor yang mampu meningkatkan berat badan termasuk ngemil tengah malam dan keinginan kuat mengonsumsi makanan tinggi kalori. Siapa yang mampu menolak es krim, popcorn dan biskuit selama nonton serial favorit semalam suntuk?

Tidur lebih awal bakal menjauhkan Anda dari godaan untuk ngemil. Selain itu memastikan Anda untuk cukup tidur agar terhindar dari kenaikan hormon ‘lapar’. Kurang tidur membuat Anda rentan stres dan mengalami ‘emotional eating’.

3. Tidur dalam ruangan bersuhu sejuk
Sebaiknya buat kondisi kamar memiliki suhu sejuk, nyaman sehingga mendukung Anda tidur nyenyak. Kamar yang sejuk juga membantu Anda membakar kalori lebih banyak. Studi menunjukkan kamar yang lebih sejuk menstimulasi produksi lemak cokelat dan lemak putih yang membakar kalori dan membantu melindungi kesehatan metabolisme.

Breus menyaran untuk mengatur kamar dalam suhu 1-20 derajat Celcius. Untuk suhu optimal sebaiknya di angka 18 derajat Celcius. Saat malam, tubuh akan menurunkan temperatur hingga ke temperatur alami.

“Tidur dalam ruangan yang sejuk bisa meningkatkan suhu alami tubuh yang merupakan bagian dari transisi menuju tidur. Penurunan temperatur tubuh terjadi dalam transisi ini bersamaan dengan peningkatan melatonin dan keduanya penting untuk menurunkan berat badan,” jelas dia.

4. Tidur tanpa busana
Selain membuat hubungan makin intim dengan pasangan, tidur tanpa busana bisa membantu membakar lebih banyak kalori. Dalam kondisi bugil, Anda membantu tubuh menurunkan suhu sehingga tidur lebih nyenyak sementara kalori terbakar. Mungkin Anda ingin memakai selimut tipis mengingat kondisi bugil membuat Anda rentan masuk angin.

5. Konsumsi makanan ringan
Demi menurunkan berat badan, bukan berarti Anda sama sekali tidak boleh makan saat malam. Justru untuk mengatur berat badan, sebaiknya sediakan makanan ringan setelah makan malam. Pilih makanan ringan yang kaya protein dan karbohidrat kompleks.

Beberapa studi termasuk studi pada 2018 dari Florida State University menemukan, makanan ringan kaya protein tidak berkontribusi pada kenaikan berat badan. Malah makanan ringan seperti ini bermanfaat untuk metabolisme dan perbaikan otot. Anda bisa mengonsumsi yogurt dengan buah-buahan, roti biji-bijian dengan selai kacang, pisang atau almond.