Tidak Patuhi Aturan Pengunjung dan Karyawan Tempat Hiburan Di-Rapid

Tidak Patuhi Aturan Pengunjung dan Karyawan Tempat Hiburan Di-Rapid

Tidak Patuhi Aturan Pengunjung dan Karyawan Tempat Hiburan Di-Rapid

 

Tidak Patuhi Aturan Pengunjung dan Karyawan Tempat Hiburan Di-Rapid

Senjaqq Domino99 Beberapa pengelola lokasi hiburan di Mataram masih tidak mematuhi aturan pembatasan jam malam. Meski telah diimbau memberi batas operasional sampai pukul 22.00, masih saja terdapat yang melanggar.

Sabtu malam (30/1) lalu, Polresta Mataram bareng Satgas Gugus Tugas Covid-19 mengejar empat lokasi hiburan di distrik Cakranegara masih buka di atas pukul 22.00. Bahkan kegiatan di tempat tersebut menimbulkan kerumunan. ”Makanya anda turun mengimbau mereka. Supaya mematuhi protokol kesehatan,” kata Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi di sela operasi.

Pengelola lokasi hiburan tersebut langsung diserahkan peringatan supaya menutup lokasi usahanya. Jika hingga dua kali ditegur masih saja tidak patuh, Heri mengancam akan menutup paksa. ”Kita kerjakan tindakan tegas. Ini demi keselamatan masyarakat,” tandasnya.

Pantuan koran ini, empat lokasi hiburan yang ditemui petugas, pengunjungnya lumayan ramai. Mereka berkerumun sambil berkelakar menikmati live music DJ. Polisi juga langsung mengerjakan penertiban.

Sebelum dibubarkan, pengunjung dan karyawan lokasi hiburan dites rapid antigen. Petugas kesehatan membawa 100 perangkat rapid antigen. ”Kami rapid mereka secara acak guna meyakinkan terdapat atau tidak yang terkena Covid-19,” jelasnya.

Sejauh ini, belum terdapat pengunjung atau karyawan lokasi hiburan tersebut yang ditemukan positif Covid-19. Jika terdapat Satgas Gugus Tugas Covid-19 akan melakukan penelusuran. ”Kalau memang tidak sedikit orang yang terkena dan disinyalir lokasi penularannya di lokasi hiburan, lokasi itu akan ditutup sedangkan waktu,” tegasnya.

Di lokasi yang sama, Direktur RSUD Kota Mataram dr HL Herman Mahaputra mengatakan, operasi tersebut dilakukan karena disiplin masyarakat guna mematuhi protokol kesehatan (Prokes) pulang kendor. Sehingga butuh ada imbauan dan sosialisasi secara masif ke masyarakat. ”Jangan hingga lebih tidak sedikit lagi masyarakat menjadi korban,” kata lelaki yang karib disapa Dokter Jack itu.

Dari 100 perangkat rapid test antigen yang dipakai malam itu, tidak ditemukan terdapat pengunjung maupun karyawan lokasi hiburan yang positif Covid-19. ”Ini hari ketiga kita mengerjakan giat laksana ini. Kegiatan sebelumnya tidak terdapat yang anda temukan positif,” jelasnya.

Jik terdapat pengunjung atau karyawan lokasi hiburan yang positif Covid-19, kesebelasan lebih cepat mengerjakan tracing. Sehingga penularannya lebih cepat dikendalikan. ”Paling tidak terdapat 20 orang yang akan anda tracing dari orang yang ditetapkan positif Covid-19,”