Tersangka Suap Wahyu Setiawan Klaim Tak Ada Aliran Suap dari PDIP

Tersangka Suap Wahyu Setiawan Klaim Tak Ada Aliran Suap dari PDIP

Tersangka Suap Wahyu Setiawan Klaim Tak Ada Aliran Suap dari PDIP

Tersangka Suap Wahyu Setiawan Klaim Tak Ada Aliran Suap dari PDIP

Saeful Bahri, tersangka kasus dugaan suap terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan rampung meniti pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (11/2/2020).

Saeful yang merupakan mantan staf Hasto Kristiyanto ini mengklaim tak ada aliran dana suap berasal dari DPP PDIP. Dalam perihal ini suap diberikan kepada Wahyu untuk mengambil keputusan politikus PDIP Harun Masiku sebagai anggota DPR RI melalui mekanisme perubahan antar-waktu (PAW).

“Tidak ada (aliran suap berasal dari DPP PDIP),” ujar Saeful.

Saeful juga mengaku tak terima perintah berasal dari DPP PDIP untuk jadi perantara suap berasal dari Harun Masiku kepada Wahyu Setiawan. Menurut Saeful, seluruh duwit suap berasal berasal dari Harun Masiku yang sampai kini tetap buron.

“Enggak ada (DPP PDIP) yang perintah. Partai cuma proses administrasi hukum. Semua duwit berasal dari Harun. Semua berasal dari Harun keuangannya, berasal dari Harun semua,” kata Saeful.

Politikus PDIP Harun Masiku dijerat sebagai tersangka kasus dugaan suap terhadap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan mengenai penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024.

Tak cuma Harun Masiku dan Wahyu Setiawan, KPK juga mengambil keputusan dua tersangka lainnya di dalam kasus tersebut. Yakni mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan Saeful Bahri pihak swasta.

Pemberian suap untuk Wahyu itu dikira untuk menunjang Harun di dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih berasal dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yakni Nazarudin Kiemas terhadap Maret 2019. Namun di dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia  Agodapoker Poker Legenda.

Saeful Bahri, tersangka kasus dugaan suap terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan rampung meniti pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (11/2/2020).

Wahyu dikira sudah terima Rp 600 juta berasal dari permintaan Rp 900 juta. Dari kasus yang bermula berasal dari operasi tangkap tangan terhadap Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK mengambil duwit Rp 400 juta.