Ternyata Ini Alasan Sopir Minibus Nekat Serempet Polisi di Probolinggo

Ternyata Ini Alasan Sopir Minibus Nekat Serempet Polisi di Probolinggo

Ternyata Ini Alasan Sopir Minibus Nekat Serempet Polisi di Probolinggo

Ternyata Ini Alasan Sopir Minibus Nekat Serempet Polisi di Probolinggo

Senjaqq Domino99 -Video seorang sopir minibus nekat menyerempet polisi yang berkeinginan menghentikannya di Probolinggo, Jawa Timur, sempat viral di media sosial.

Setelah diamankan, polisi mengungkap dalil aksi sopir berinisial AA, penduduk Kecamatan Maron, tersebut.

“Pelaku sengaja menyenggol polisi dengan mobilnya sebab ketakutan sesudah diketahui tak menggunakan masker ketika operasi yustisi di distrik kabupaten,” kata Kapolres Probolinggo Kota AKBP RM Jauhari dalam konferensi pers di Mapolres Probolinggo, Rabu (3/1/2021).

Baca juga: Titik Terang Kasus Jagal Kucing di Medan, Saksi Kunci Ditemukan, Bukti Lengkap

Tak konsumsi miras
Di samping itu, sesudah menjalani tes urine di Mapolres Probolinggo, AA negatif konsumsi minuman keras maupun obat-obatan.

Berdasarkan keterangan dari Jauhari, pelaku diperkirakan panik dan berkeinginan kabur hingga nekat menyerempet Aipda Ivan, angota Satlatas Polres Probolinggo.

“Pelaku menyatakan takut sebab adanya operasi yustisi masker sebab dia pada saat tersebut tidak mengenakan masker dan membawa enam penumpang di MPU tersebut,” kata Jauhari.

Baca juga: Cerita Pilu Bocah SD Diperkosa Oknum Guru di Tengah Hutan, Diberi Uang Lalu Ditinggal di SPBU

Kronologi
Seperti diketahui, dalam video yang beredar di masyarakay, Aipda Ivan mengupayakan untuk memburu AA dengan memakai sepeda motor.

Lalu sesampainya di Jalan KH Hasan Genggong, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kota Probolinggo, tiba-tiba mobil pelaku menyenggol motor yang dinaiki Aipda Ivan.

Akibatnya, motor Aipda Ivan terjungkal ke aspal. Beruntung tidak terdapat kendaraan dari bertentangan maupun belakang.

Baca juga: Bupati Batang Wihaji: Kita Pahami Suasana Kebatinan Pak Ganjar, namun Rakyat Butuh Makan

Ditahan dan jadi tersangka
Saat ini pelaku AA sudah ditahan dan diputuskan tersangka. Polisi menjerat AA dengan pasal berlapis, yaitu pasal 338 eksperimen pembunuhan, pasal 213 KUHP melawan petugas, dan pasal 351 mengenai penganiayaan, pasal 53 tentang tindakan kejahatan.

“Ancaman kurungan penjara maksimal 15 tahun,” ujar Jauhari.

Sementara itu, situasi Aipda Ivan sesudah insiden telah membaik dan alami luka di unsur lutut sebelah kiri.