Teriakan Bek Termahal Dunia Awali Catatan Sejarah Manchester United

Teriakan Bek Termahal Dunia Awali Catatan Sejarah Manchester United

Teriakan Bek Termahal Dunia Awali Catatan Sejarah Manchester United

Teriakan Bek Termahal Dunia Awali Catatan Sejarah Manchester United

Harry Maguire paham: Sejarah tidak bisa diulang. Sebelum gol injury time menit ketiga oleh Daniel James, Maguire berharap kemenangan Manchester United bakal tercatat dalam sejarah sepak bola Premier League.

Karena itu, kapten United tersebut sampai harus memohon kepada rekan setimnya untuk gol kesembilan. Daftar di sini

”Ayo, satu gol lagi,” teriak Maguire seperti dilansir Manchester Evening News. Itu terjadi setelah Anthony Martial menjebol gawang Southampton FC untuk kali kedelapan pada menit ke-90.

Tak hanya memohon, bek termahal dunia itu turut andil dalam proses build up serangan United yang berbuah gol James. Gol yang menggenapi kemenangan The Red Devils atas Southampton FC di Old Trafford kemarin (3/2) menjadi 9-0!

Kali ketiga dalam sejarah Premier League tercipta skor 9-0 dengan United kali pertama melakukannya atas Ipswich Town pada 4 Maret 1995. Soton juga kali kedua menjadi korban setelah musim lalu oleh Leicester City (25/10/2019).

Manajer United Ole Gunnar Solskjaer pun memuji spirit yang ditunjukkan Maguire kepada tim. ”Harry, lalu Victor (Lindelof, bek tengah United lainnya, Red), dan Dave (David de Gea, kiper United, Red), mereka memainkan bola dengan sangat cepat sehingga kami kemudian masuk ke setengah atau sepertiga terakhir (pertahanan Soton, Red) untuk mencetak gol pemungkas kami,” beber Solskjaer dalam wawancara kepada MUTV.

Bahkan, lanjut Solskjaer, De Gea marah-marah ketika pemain United di hadapannya ”membiarkan” striker Soton Che Adams mencetak gol pada awal babak kedua. Tapi, gol itu kemudian dianulir wasit Mike Dean. Sebab, setelah Dean melihat VAR (video assistant referee), ada offside sebelum terjadinya gol. ”Kami sedikit terlihat puas dengan 4-0 pada babak pertama,” ucap Solskjaer.

Sebagai catatan, ketika mencatat rekor atas Ipswich Town 26 tahun lalu, United menciptakan satu gol lebih sedikit (3-0) pada babak pertama. Sementara Leicester City malah sudah mengoleksi 5 gol pada babak pertama dalam kemenangan mereka atas Soton musim lalu.

United semestinya bisa mencetak lebih banyak gol sebelum turun minum karena Soton sudah kehilangan gelandang Alex Jankewitz pada detik ke-82. Kartu merah Jankewitz hanya kalah cepat oleh kartu merah bek West Bromwich Albion Gareth McAuley saat menghadapi Manchester City pada Maret 2015.

Kartu merah McAuley terjadi pada detik ke-63. Jankewitz sejajar dengan kiper Blackburn Rovers Tim Flowers pada Februari 1995 dan bek kiri Wimbledon Ben Thatcher pada Desember 1997.

Di laman resmi klub, James mengungkapkan bahwa Solskjaer meminta para pemain United lebih agresif sejak Soton bermain dengan 10 pemain. Apalagi ditambah kartu merah kedua yang diterima bek Soton Jan Bednarek empat menit sebelum waktu normal habis.

”Pelatih (Solskjaer) mengatakan, ’Bermainlah seolah ini pertandingan terakhir kalian’,” kata pemain yang masuk menggantikan Marcus Rashford pada menit ke-60 tersebut.

Kemenangan besar United turut dikomentari pandit sekaligus mantan bek United Rio Ferdinand. ”Kali ini seperti melihat United yang memenuhi anjuran dokter,” ucapnya kepada Daily Mail.

Komentar Ferdinand sekaligus merujuk pada dua laga United sebelumnya yang bak ”pesakitan”. Masing-masing kalah 1-2 oleh juru kunci Sheffield United (28/1) dan bermain 0-0 di kandang Arsenal (31/1).