Tasya Kamila Menjadikan Pendidikan Sebagai Prioritas

Tasya Kamila Menjadikan Pendidikan Sebagai Prioritas

Tasya Kamila Menjadikan Pendidikan Sebagai Prioritas

Tasya Kamila Menjadikan Pendidikan Sebagai Prioritas

 

PESIARQQ – Di sedang aktivitas dunia hiburan, artis sekaligus mantan penyanyi cilik Tasya Kamila berpendapat pendidikan tetap jadi hal yang prioritas.

Pendidikan, bagi Tasya, tidak sekadar melacak dan mendapatkan ilmu yang melimpah, tetapi terhitung sanggup membentuk pola pikir, dan juga networking yang luas.

“Almarhum ayah aku mengingatkan, bahwa pendidikan adalah sesuatu yang penting. Beliau mengatakan, duit sanggup habis, tetapi ilmu tidak sanggup habis,” jelasnya kala ditemui Beritasatu.com, di Kongres Diaspora, Sabtu (10/8/2019).

Setelah menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2010, Tasya lantas melanjutkan studinya di Columbia University, New York pada 2016. Ia mengambil jurusan public administration atau asumsi kebijakan publik.

Dua tahun kemudian, ia lulus bersama nilai terbaik. Bahkan sebelum akan lulus, Tasya pernah jadi perwakilan Indonesia didalam forum PBB.

Saya pilih kuliah di luar negeri, tujuannya untuk nampak dari comfort zone. Aku menantang diri sendiri, sanggup tidak bertahan hidup di luar negeri, berkembang jadi lebih baik, dan yang pasti get a good education, dikarenakan Columbia University jurusan asumsi kebijakan publiknya terbaik di semua dunia,” terang Tasya Kamila yang jadi penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Sebelum pilih kuliah, baik di didalam negeri maupun di luar negeri, menurut Tasya, tersedia beberapa yang perlu diperhatikan calon mahasiswa. Satu di antaranya, calon mahasiswa perlu banyak menggali Info tentang universitas yang akan dituju. Bahkan budaya belajar dan lingkungan jadi penting.

“Cari informasi, cari sadar sebanyak-banyaknya, cari sadar budaya belajarnya. Kuliah bukan cuma hanyalah di terima di universitas saja,” kata Tasya.

Menutup perbincangan, Tasya pun memberi tambahan motivasi kepada anak-anak muda yang terasa ilmu yang dipelajari kala kuliah tidak terpakai kala bekerja.

“Sekarang kami hidup di dunia yang interdisipliner, benar-benar dinamis. Belum tentu kuliah jurusan A perlu jadi A. Kampus aku sendiri terhitung benar-benar dinamis, menyaksikan persoalan dari beragam macam perspektif. Jadi, berpikir kreatif itu sangatlah perlu di masa ini,” tukasnya.