Tanda-tanda Seseorang Terlalu Keras Terhadap Dirinya Sendiri

Tanda-tanda Seseorang Terlalu Keras Terhadap Dirinya Sendiri

Tanda-tanda Seseorang Terlalu Keras Terhadap Dirinya Sendiri

Tanda-tanda Seseorang Terlalu Keras Terhadap Dirinya Sendiri

Terkadang kritik terburuk bukan yang lain, namun diri kita sendiri. Apa yang dirimu lakukan saat tersedia racun di didalam dirimu? Dirimu bakal menghapusnya, namun tidak semudah menghimpit tombol eject dan mengeluarkannya, terutama jika racunnya di disamarkan sebagai kebiasaan buruk atau persepsi diri yang tidak sehat. Pikiran kita begitu mudah diabaikan dan terbuang begitu saja. Tetapi bersama dengan latihan yang cukup, perasaan buruk didalam diri kita dapat dipertanyakan dan dikelola bersama dengan baik tiap-tiap kali kita tidak begitu baik pada kita sendiri. Berikut ini lebih dari satu sinyal bahwa dirimu kemungkinan terlampau keras pada diri sendiri.

Menyalahkan Diri Sendiri untuk Hal-hal di Luar Kendali

Hal baik untuk mengabil tanggung jawab atas kesalahan yang dirimu bikin gara-gara itulah caramu jadi lebih baik didalam lakukan sesuatu. Tapi saat dirimu terlampau keras pada diri sendiri, mudah untuk meupakan bahwa dirimu terhitung manusia. Ketika sesuatu berjalan tidak cocok yang direncanakan atau harapkan, dirimu menjadi menyalahkan diri sendiri, walau dirimu telah mengusahakan sebaik mungkin. Terkadang menanti badai adalah cuma satu pilihan yang kita miliki. Alih-alih meyalahkan diri sendiri, terimalah apa yang tidak dapat dirimu ganti dan fokuslah pada hal-hal yang dirimu dapat untuk memicu suasana lebih baik.

Fokus Pada Hal-hal yang Belum Dicapai

Sangat bagus untuk jadi ambisius dan aktif bekerja untuak menggapai tujuanmu. Tetapi jika dirimu menjadi memperbandingkan keberhasilan dirimu sendiri bersama dengan keberhasilan orang lain, maka dirimu kemungkinan menjadi meremehkan kemajuan yang telah dirimu buat. Daripada menjadi tidak memadai berhasil, belajarlah untuk menjunjung perjalananmu sendiri. Semua orang tumbuh bersama dengan kecepatan yang tidak sama dan cuma gara-gara dirimu tidak berada di area yang diinginkan, tidak artinya dirimu tidak bakal pernah sampai di titik yang diharapkan. Akhirnya dirimu bakal tetap berjalanan, lakukan yang paling baik dan berusahalah perlahan mendaki gunung. Ingat tidak tersedia namanya sukses didalam selagi semalam.

Sulit Bagimu untuk Menerima Pujian Orang Lain

Ketika dirimu keras pada diri sendiri, dirimu jatuh ke didalam siklus self-talk negative. Akibatnya, apalagi saat seseorang memberimu pujian yang tulus. Dirimu melihatnya sebagai kebohongan, bukan gara-gara mereka tidak bersungguh-sungguh namun gara-gara kritik diri merubah citra yang dirimu melihat dari diri sendiri. Berikan harga dirimu semangat bersama dengan mengelilingi dirimu bersama dengan orang-orang terkaasih yang melihat yang paling baik didalam dirimu sendiri. Ketika dirimu menghabiskan selagi bersama dengan orang-orang yang mengingatkan dirimu untuk mempraktikkan cita diri, dirimu studi bagaimana jadi lebih dapat menerima suasana dan kekuranganmu.

Menolak Ide-ide dari Diri Sendiri

Kita kemungkinan tidak seluruh jadi ilmuwan gila atau seniman berbakat, namun kita seluruh dapat jadi kreatif. Tetapi jika dirimu cepat-cepat menembak ide-idemu sendiri sebelum akan membaginya bersama dengan orang lain, maka dirimu kemungkinan terlampau keras pada diri sendiri. Daripada bersama dengan cepat menempelkan penilaian pada suatu gagasan, biarkan ide itu berkembang jadi tindakan terutama dahulu sebelum akan melepasnya. Kamu tidak bakal pernah mengetahui sampai anda mencobanya. Sadarilah bahwa dirimu miliki potensi untuk lakukan apa pun jika dirimu memastikan untuk melakukannya. Seringkali, kita was-was mengimplementasikan ide gara-gara kegagalan. Tapi ide adalah batu loncatan menuju Agodapoker Domino99.

Memikirkan Kesalahan yang Telah Dibuat

Ketika terlampau fokus pada apa yang dijalankan salah, dirimu terjerat di masa lalu yang mencegah dirimu bergerak maju. Alih-alih menyalahkan diri sendiri atas kesalahn yang dirimu buat, renungkan kesalahan itu sehingga dirimu dapat menggunakannya sebagai peristiwa pembelajaran. Tidak kemungkinan meniti hidup tanpa gagal, terluka dan menyakiti orang lain (bahkan jika itu disengaja). Ini adalah perihal baik untuk peduli berkenaan bagaimana tindakanmu mempengaruhi orang lain, namun itu adalah perihal yang mirip sekali tidak sama saat dirimu membiarkan rasa bersalah menguasaimu.

Jarang Memberikan Waktu Istirahat

Menekan diri sendiri tidak produktif jika cuma membuatmu menjadi lebih buruk. Ketika dirimu menjadi lebih buruk, kemungkinan dirimu terhitung menjadi lakukan sesuatu yang lebih buruk. Terkadang tersedia baiknya untuk mengambil langkah mundur, fokus pada deskripsi besar dan ingat untuk bersenang-senang sesekali. Jika dirimu cuma meniti hidupmu tetap mengejar impianmu. Dirimu kehilangan menghabiskan selagi bersama dengan orang yang dicintai dan memicu kenangan yang dapat dirimu melihat lagi saat dirimu bertambah tua.

Tidak semestinya memperlakukan diri kita layaknya ini. Mencintai diri sendiri dan senantiasa menjunjung perjuangan itu kudu dilakukan. Jangan menyamakan diri kita bersama dengan orang lain. Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa keberhasilan seseorang miliki kecepatannya masing-masing. Jadi menikmati perjalanan dan prosesnya.