Tanda-tanda Kamu Sedang Merasa Jenuh dengan Hubungan

Tanda-tanda Kamu Sedang Merasa Jenuh dengan Hubungan

Tanda-tanda Kamu Sedang Merasa Jenuh dengan Hubungan

Tanda-tanda Kamu Sedang Merasa Jenuh dengan Hubungan

Perasaan jenuh dan bosan adalah hal yang manusiawi dan sebuah keniscayaan dalam hubungan, namun tidak semua orang dapat menyadarinya. Terkadang demi menjaga situasi hubungan, kamu mengabaikan perasaan jenuh hanya karena takut dapat merusak keharmonisan antara kamu dan pasanganmu.SenjaQQ 

Namun, perasaan jenuh itu dapat terlihat dari cara kamu memperlakukan pasangan, meskipun kamu menyangkalnya. Lebih baik perasaan jenuh itu diakui dan dibicarakan dengan pasangan agar tahu apa penyebabnya karena jika terus dipendam, maka konflik lain akan muncul demi menutupi perasaan jenuh yang tengah kamu rasakan.

Seseorang bisa merasa jenuh dalam hubungan diakibatkan karena banyak faktor, bisa karena sifat pasangan yang membosankan atau alur hubungan yang tidak pernah memberi kejutan sehingga kamu bosan dengan semua rutinitas yang kamu lakukan bersama pasangan. Namun, terlebih dahulu kamu perlu menyadari tanda-tanda apa saja yang menunjukkan bahwa kamu sedang merasa jenuh.

Merasa Ragu untuk Menghubungi Pasangan

Tanda-tanda pertama yang menunjukkan bahwa kamu sedang merasa jenuh dalam sebuah hubungan ialah saat kamu mulai merasa ragu ketika ingin menghubungi pasangan. Hal ini bisa terjadi karena ada rasa segan dan keengganan, bisa juga disebabkan oleh perasaan kamu yang sebenarnya tidak sedang ingin menghubunginya.

Namun, karena komunikasi adalah kewajiban dalam hubungan, maka kamu merasa patut untuk selalu menghubungi. Jika kamu mulai ragu atau tidak nyaman saat menghubungi pasangan, itu merupakan kondisi bahwa kamu sedang merasa jenuh dengan hubungan yang kamu jalani.

Malas Bertemu dengan Pasangan

Selanjutnya, tanda-tanda kedua yang menunjukkan bahwa kamu sedang merasa jenuh dengan hubungan ialah ketika kamu mulai malas dan terbebani saat harus bertemu pasangan. Kamu merasa bahwa tidak ada hal yang berbeda dan membuatmu bahagia saat bertemu dengan pasangan, itulah mengapa akhirnya pertemuan saja bisa terasa menjadi beban.

Bisa juga malas bertemu dan merasa jenuh karena kamu hampir setiap hari bertemu dengan pasangan sehingga tidak ada jarak yang menyebabkan rindu. Alhasil setiap pertemuan pun merasa biasa saja dan kamu jenuh dengan segala rutinitas yang membuatmu selalu bersama pasangan setiap saat.

Mudah Tersinggung dan Hobi Memancing Keributan

Berikutnya, tanda-tanda ketiga bahwa kamu sedang merasa jenuh dengan hubungan ialah ketika kamu mudah tersinggung dengan perkataan dan tingkah laku pasangan, bahkan dalam hal atau urusan kecil yang sederhana. Kamu bisa mengeluarkan emosi secara meledak-ledak hingga memancing keributan dengan pasangan.

Adanya keributan dan konflik yang terjadi secara tidak langsung dan tanpa disadari kamu melakukannya agar tercipta sebuah drama dan hubungan berjalan dengan penuh kejutan. Memang terkadang konflik dan pertengkaran perlu ada dalam hubungan agar masing-masing lebih saling memahami dan merekatkan ikatan cinta lebih dalam lagi.

Membandingkan Pasanganmu dengan Orang Lain

Terakhir, tanda-tanda bahwa kamu sedang jenuh dengan hubungan yang kamu jalani sekarang ialah ketika kamu mulai berani untuk membanding-bandingkan pasangan dengan orang lain atau membandingkan perlakuan yang kamu dapatkan dari pasangan dengan pasangan orang lain. Hal ini bisa dianggap bercanda dan hal yang wajar. Namun, jika kamu terus melakukannya, itu artinya kamu tidak bahagia dengan hubunganmu sendiri.

Jika sudah begitu, perasaan jenuh yang sedang kamu rasakan akan semakin parah dan bisa menyebabkan konflik yang dapat membuat hubungan berakhir. Tidak ada untungnya membandingkan pasanganmu dengan pasangan orang lain hanya karena untuk menutupi perasaan jenuh yang sedang kamu rasakan.

Lebih baik akui dan utarakan rasa jenuh pada pasangan agar kalian bisa saling mencari tahu penyebab dan menemukan solusinya. Jenuh adalah perasaan yang wajar dan pasti dirasakan semua pasangan dalam menjalani hubungan, tetapi bukan berarti bisa menjadi alasan untuk memutuskan hubungan.