Tak Hanya Corona Kinerja PGN juga Tertekan Penurunan Harga Minyak

Tak Hanya Corona Kinerja PGN juga Tertekan Penurunan Harga Minyak

Tak Hanya Corona Kinerja PGN juga Tertekan Penurunan Harga Minyak

Tak Hanya Corona Kinerja PGN juga Tertekan Penurunan Harga Minyak

 

Perekonomian global waktu ini tengah berada didalam keadaan yang tidak menentu. Selain gara-gara wabah Corona covid-19, ada perang dagang AS dengan China dan perang minyak pada Arab Saudi dan Rusia, menyebabkan keadaan ekonomi dunia makin lama tidak menentu.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Dilo Seno Widagdo, didalam sebuah video konferensi,  mengatakan beragam tekanan berikut terlalu memengaruhi kinerja perusahaan. link alternatif pokercc

“Bukan hanya covid-19, cobaannya ini sebenarnya datangmya bersama-sama. Artinya ini kebetulan juga ada masalah perang dagang. Perang dagang ini sebenarnya menyebabkan terjadinya penurunan skala industri di mana terjadinya rintangan dari segi perdagangan,” menyadari dia.

“Kemudian juga disempurnakan ulang ada perang minyak pada Rusia dan Arab Saudi. Ini akhirnya bukan hanya skala pertumbuhan ekonomi saja yang menjadi turun, namun juga menyebabkan harga minyak ikut turun,” tambah Dilo.

Turunnya harga minyak dunia juga menyebabkan harga LNG turun mencolok dibandingkan dengan harga gas bumi, dan hampir terdepresiasi kira-kira 40 persen.

“Turunnya harga minyak dunia, ini kita melihat bahwa konsekuensinya secara harga LNG hari ini juga mengalami penurunan drastis. Jadi hampir terdepresiasi kira-kira 40 persen, dan ini kita melihat LNG itu sekarang lebih tidak mahal daripada harga gas yang diproduksi di darat,” bebernya.

Dengan harga LNG yang tidak mahal ini, Dilo mengatakan bahwa sebenarnya mampu menjadi momentum untuk mampu ikut mengembangkan pasar-pasar baru yang hari ini belum dipenetrasi oleh PGN.

PGN Incar Kapal Internasional di Selat Malaka untuk Penjualan LNG

Sebelumnya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) konsisten gencar mendorong pemanfaatan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) sebagai bahan bakar pengganti BBM. Terbaru, perseroan baru saja menjalin kesepakatan dengan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) terkait implementasi pemanfaatan LNG untuk 3.000 truk logistik.

Tak hanya truk, Direktur Strategi dan Pengembangan PGN Syahrial Mukhtar menyatakan, pihaknya juga berkenan memperluas pemanfaatan LNG sebagai bahan bakar bagi kapal laut.

“Jadi konversi dari fuel BBM diesel ke LNG itu dari kapal sebenarnya sebenarnya peraturan IMO (International Maritime Organization) itu telah mengharuskan kapal yang memanfaatkan sulfur yang lebih rendah. Dalam perihal ini LNG jadi salah satu yang mampu dipakai,”

Syahrial menargetkan, PGN mampu memasok LNG untuk kapal-kapal internasional yang berlayar melintasi Selat Malaka. Sebagai persiapan, PGN disebutnya akan membangun bunker khusus LNG di Arun, Lhokseumawe, Aceh.

“Ke depan kita juga tengah siapkan juga fasilitas di Arun untuk LNG bunkering. Yang menjadi obyek kita adalah kapal-kapal yang melintasi Selat Malaka, yang kapal-kapal di jalan internasional,” tuturnya.

“Kita akan isi LNG untuk mereka dari LNG yang sebenarnya kita punyai fasilitas di Arun, Lhokseumawe, Aceh,” dia menambahkan.