Tahun Sambil Narik Angkot  Andi Amin yang Diviralkan Penumpangnya

Tahun Sambil Narik Angkot Andi Amin yang Diviralkan Penumpangnya

Asuh Balita 2 Tahun Sambil Narik Angkot Ini Kisah Andi Amin yang Diviralkan Penumpangnya

Asuh Balita 2 Tahun Sambil Narik Angkot Ini Kisah Andi Amin yang Diviralkan Penumpangnya

Senjaqq Domino99 -Kondisi hidup menciptakan seorang sopir angkutan kota (angkot) di Kendari mempunyai nama Andi Amin (47) terpaksa merawat putri bungsunya yang masih berusia 2 tahun 2 bulan saat bekerja.

Sang putri yang mempunyai nama Aqilah tersebut selalu diangkut serta ketika Andi Amin pergi unik angkot seharian.

Tidur di bawah kursi, ikut sang ayah bekerja seharian
Andi Amin menuturkan, buah hatinya tidak jarang kali ikut dengannya unik angkot mulai pukul 07.00 sampai 18.00 WITa.

Dia pun selalu membawa makanan dan minuman guna Aqilah sekitar di perjalanan.

Sedangkan guna masalah buang air, Aqilah telah mengenakan popok sebelum berangkat.

Jika mengantuk, Aqilah bakal langsung istirahat di bawah kursi samping sopir.

“Alhamdulillah dia tidak rewel. Saya tidak maluji bawa anakku di mobil. Yang penting kegiatan halal dan dapat buat santap serta memenuhi keperluan keluarga,” kata dia.

Divideo dan diviralkan penumpangnya, Andi Amin tak tahu

Rupanya dalam perjalanan merawat Aqila sembari unik angkot, seorang penumpang merekam urusan itu dalam suatu divideo.

Andi Amin sama sekali tak tahu andai video yang diunggah penumpang angkotnya viral di media sosial.

Ia baru tahu saat seorang kawannya sesama sopir menginformasikan kepadanya.

“Awalnya saya tidak tahu, nanti rekan bilang terdapat videoku. Saya tidak heboh atau memanfaatkan anakku untuk unik simpati penumpang,” tutur Andi Amin.

Alasan merawat anak sambil unik angkot

Andi Amin dan keluarganya bermukim di Jalan H.E.A Mokodompit, Kelurahan Lalolara, Kambu, Kendari.

Ia mesti membawa Aqilah bekerja lantaran sang istri bekerja sebagai saudagar asongan.

Pekerjaan istrinya tersebut mengharuskan guna berlarian di jalan menjajakan barang dagangan.

Jika putrinya yang baru 2 tahun ikut sang ibu bekerja, dikhawatirkan Aqilah bakal berlarian ke jalan raya.

“Kalau sama mamanya kan panas di kios, terus tidak boleh sampai dia main dan lari ke jalan raya begitu ketika istriku layani pembeli,” kata dia.

Sedangkan, tiga anaknya lainnya merupakan laki-laki dan tidak dapat mengasuh Aqilah.

Anak sulungnya bekerja sebagai tukang las, anak dua-duanya baru tamat SMP dan anak ketiganya masih duduk di bangku ruang belajar 5 SD.

Jatuh bangun hidupi keluarga

Andi Amin juga akhirnya memutuskan membawa serta Aqilah sembari mengasuhnya di dalam angkot.

Di samping harus menghidupi keluarga, ia pun mempunyai beban angsuran mobil bekas yang digunakannya untuk unik angkot.

Mobil bekas tersebut dibelinya ekuivalen Rp 25 juta dan diangsur selama satu tahun.

Penghasilannya sebagai sopir angkot tak menentu.

Sebelum pandemi Covid-19, Andi Amin dapat mendapatkan Rp 250.000 dalam sehari.

Tetapi sejak pandemi, ia melulu mendapatkan Rp 70.000 sampai Rp 50.000 satu hari.

“Keras hidup memang, tapi anda harus jalani dan tetap bersyukur. Pendapatanku tersebut saya sisip-sisipkan guna bayar angsuran mobil ini,”