Tahukah Anda Doggy Style Berisiko membuat Vagina Robek?

Tahukah Anda Doggy Style Berisiko membuat Vagina Robek?

Tahukah Anda Doggy Style Berisiko membuat Vagina Robek?

Tahukah Anda Doggy Style Berisiko membuat Vagina Robek?

Jika posisi bercinta woman on top (WOT) dinamakan sebagai yang sangat berbahaya untuk laki-laki sebab risiko menciptakan penis patah, doggy style dinamakan sebagai yang riskan untuk perempuan. Posisi ini dinamakan dapat mengakibatkan cedera pada perempuan. Tapi tentu, bukan berarti doggy style jadi haram dilakukan. http://68.183.232.134

Dalam posisi doggy style, vagina dapat saja sobek bilamana pasangannya masuk dengan teknik yang salah. Terlebih, saat bercinta dengan posisi doggy style wanita tidak mempunyai kontrol sarat atas posisi pasangannya.

Cedera dampak bercinta

Doggy style ialah posisi bercinta populer dan favorit tidak sedikit orang. Dalam posisi ini, penis dapat masuk ke dalam vagina dan menyentuh G-spot atau titik sensitif perempuan.

Memang bukan urusan umum memahami ada orang yang merasakan cedera dampak bercinta. Bahkan barangkali tidak terdapat seorang juga yang kita kenal pernah merasakan hal ini.

Namun faktanya, dalam sebuah riset di Inggris terungkap minimal 5% pernah izin tidak bekerja sebab mengalami cedera dampak bercinta. Salah satu hal yang menciptakan hal ini tidak tidak sedikit diketahui tentu sebab masih terdapat rasa malu untuk menuliskan pada orang lain.

Beberapa jenis cedera yang barangkali terjadi ketika bercinta di antaranya:

Luka tergores
Apabila kita dan pasangan tergolong yang suka memotong rambut kemaluan sampai pendek, maka terdapat risiko merasakan luka gores dampak gesekan. Terlebih, andai tidak ada lumayan lubrikasi ketika bercinta. Pada ketika rambut kemaluan mulai tumbuh sesudah dicukur, teksturnya ingin gatal, tajam dan kasar.

Benda hilang
Ada benda-benda yang dapat “hilang” ke dalam vagina laksana sex toys, kondom, atau tampon. Ini terjadi sebab perempuan lupa menerbitkan benda-benda tersebut dan penis malah mendorongnya masuk ke kanal vagina.

Jika urusan yang tidak diharapkan ini terjadi, tunggu sampai 20 menit sesudah bercinta ketika vagina pulang ke format semula. Kemudian, berdirilah dalam posisi jongkok sembari memungut benda apapun tersebut dengan dua jari.

Vagina sobek
Sudut penetrasi penis ke dalam vagina menilai risiko sobeknya vagina. Bagi itu, urgen menyesuaikan sudut masuknya penis sampai-sampai tidak ada desakan berlebih terhadap unsur belakang vagina, lokasi yang sangat rentan sobek.

Dibandingkan dengan doggy style, posisi woman on top lebih aman sebab perempuan dapat mengendalikan desakan dan sudut penetrasi penis. Meski demikian, doggy style juga tetap aman dilaksanakan jika penetrasi dilaksanakan perlahan dan lubrikasi cukup.

Penis patah
Tak terdapat yang hendak mengalami urusan ini, tetapi sayangnya penis patah ketika bercinta bukan sekadar mitos. Hal ini terjadi saat penis menabrak tulang panggul dan menekuk. Memang penis tidak mempunyai tulang yang dapat patah, tetapi jaringan dan ligamen di dalamnya dapat mengalaminya.

Penis patah sangat rentan terjadi dalam posisi woman on top. Ketika mengalaminya, lelaki akan menikmati nyeri seusai bercinta serta terdapat patahan di penis terutama ketika sedang ereksi. Kondisi ini mesti segera mendapat penanganan medis.

Cedera punggung
Cedera dampak berhubungan seksual lainnya ialah otot tertarik dan nyeri punggung, urusan yang dapat terjadi ketika memutar punggung atau mengusung pasangan dengan sudut yang salah. Bagi itu, urgen meyakinkan tetap berada dekat dengan pasangan ketika bercinta terutama saat posisinya mewajibkan laki-laki menggendong pasangannya.

Patah tulang
Tak melulu penis patah saja, tulang juga berisiko patah saat mengerjakan hubungan seksual yang menantang. Contohnya saat mengupayakan posisi baru di lokasi yang tidak biasa laksana mobil, dapur, atau tangga. Terlebih andai bercinta dilaksanakan terburu-buru, ada bisa jadi tubuh merasakan benturan dan patah karenanya.

Apakah doggy style berbahaya?
Dari penjelasan sejumlah risiko cedera dampak bercinta di atas, dengan kata lain tidak serta merta posisi doggy style riskan untuk kesehatan. Posisi ini tetap aman dilakukan, sekitar penetrasi dilaksanakan dengan tepat.

Pastikan pula vagina sudah mendapat lumayan lubrikasi sampai-sampai penis dapat masuk dengan mudah. Jangan terburu-buru mengerjakan penetrasi ketika vagina belum siap, beri masa-masa untuk menciptakan vagina basah dengan mengerjakan foreplay lebih lama.

Komunikasi dengan pasangan pun penting guna tahu apakah penetrasi penis telah tepat atau belum. Tentu baik laki-laki maupun wanita tak dapat tahu apakah efek dari gerakan yang dilakukannya.

Di sinilah pentingnya komunikasi. Jangan ragu sampaikan saat gerakan tertentu terasa tidak nyaman supaya segera diganti dengan sudut atau posisi lain. Rasa tak nyaman sekecil apapun usahakan tak diabaikan, supaya bercinta menjadi ritual intim yang memanjakan kedua belah pihak.