Tahan! Ini 5 Dampak Buruk Terlalu Banyak Minum Teh

Tahan! Ini 5 Dampak Buruk Terlalu Banyak Minum Teh

Tahan! Ini 5 Dampak Buruk Terlalu Banyak Minum Teh

Tahan! Ini 5 Dampak Buruk Terlalu Banyak Minum Teh

Minum teh memang bisa bikin pikiran lebih rileks dan segar. Apalagi, teh juga mengandung segudang nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.pokerace99 asia

Tapi, kalau dikonsumsi secara berlebihan, justru bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Misalnya, rasa cemas, sakit kepala, sampai masalah pencernaan.

Apalagi, beberapa orang cenderung sensitif terhadap komponen kafein dan tanin dalam teh. Untuk itu, sangat penting memperhatikan kebiasaan minum teh, supaya manfaatnya tetap maksimal, dan efek negatifnya bisa diminimalisasi.

Sebagai catatan, tiap orang punya tingkat toleransi yang berbeda-beda. Ada yang kuat minum teh 3-4 cangkir per hari, ada yang cuma bisa satu cangkir saja. Sehingga, kita hanya bisa mengetahui batas maksimum konsumsinya dari diri sendiri.

Nah, berikut lima dampak buruk akibat minum teh berlebihan, di antaranya:

1. Mengurangi penyerapan zat besi

Teh kaya akan kandungan tanin, komponen yang bisa mengikat zat besi pada makanan sehingga membuatnya tak bisa dicerna tubuh. Kekurangan zat besi bisa menimbulkan defisiensi nutrisi, dan konsumsi teh yang berlebihan bisa memperburuk kondisi tersebut.

Penelitian berjudul The Impact of TanninConsumption on Iron Bioavailabilityand Status: A NarrativeReview menunjukkan, tanin teh cenderung menghambat penyerapan zat besi dari sumber nabati, daripada makanan hewani.

Jadi, jika sedang menjalani diet vegan atau vegetarian, maka perhatikan berapa banyak jumlah teh yang dikonsumsi. Atau, kamu bisa mengakalinya dengan menyesap teh di sela-sela makan. Dengan begitu, risiko penyerapan zat besi yang disebabkan oleh tanin akan lebih minim.

2. Bisa menimbulkan kecemasan dan stres

Alih-alih membuat pikiran jadi rileks, teh justru bisa memberikan dampak sebaliknya bila dikonsumsi berlebihan. Sebab, daun teh memiliki kandungan kafein. Rata-rata, satu cangkir teh mengandung 11-61 mg kafein, tergantung dari variasi dan metode penyeduhannya.

Memang sih, kafein baru bisa menimbulkan efek cemas kalau dikonsumsi di atas 200 mg per hari. Tapi, ada beberapa orang yang lebih sensitif terhadap efeknya, dan harus lebih membatasi konsumsinya.

Untuk meminimalisir dampak buruknya, coba ganti dengan teh herbal yang bebas kafein. Misalnya, teh chamomile, jahe, atau buah-buahan.

3. Menyebabkan rasa mual

Beberapa komponen dalam teh bisa menimbulkan rasa mual, terutama kalau dikonsumsi dalam jumlah banyak, atau saat perut kosong. Berdasarkan sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Molecules pada tahun 2019, kandungan tanin pada daun teh menciptakan rasa pahit dan kering.

Komponen ini juga bisa melukai jaringan pencernaan, yang mengakibatkan munculnya gejala tak nyaman, seperti mual dan sakit perut. Bila mengalami mual usai minum teh, sebaiknya pertimbangkan untuk mengurangi jumlah konsumsinya. Atau, coba tambahkan campuran susu, dan sesap teh bersama camilan.

Tanin akan mengikat protein dan karbohidrat pada makanan, sehingga meminimalisasi terjadinya iritasi pada sistem pencernaan.

4. Asam lambung naik

Studi berjudul Effect of caffeine on lower esophagealsphincterpressure in Thai healthy volunteersmenduga, kafein pada teh bisa menyebabkan pembatas kerongkongan dan perut jadi lebih rileks. Imbasnya, asam lambung pada perut bisa lebih mudah menuju kerongkongan.

Bukan itu saja, kafein juga bisa meningkatkan produksi asam lambung. Namun, efeknya bisa berbeda-beda pada tiap orang, tergantung dengan respon tubuh masing-masing.

5. Sakit kepala

Lagi-lagi, kandungan kafein dalam teh bisa memberikan dampak buruk kalau dikonsumsi secara berlebihan, salah satunya sakit kepala.

Asupan kafein dalam batas tertentu memang bisa menyembuhkan sakit kepala, tapi kalau terlalu banyak, justru bisa memperparahnya.

Beberapa penelitian menduga, kalau sedikitnya 100 mg kafein per hari bisa menimbulkan sakit kepala. Tetapi, jumlahnya tak bisa disamaratakan, karena perbedaan tingkat toleransi tiap orang.

Perlu dicatat, meski teh memiliki kandungan kafein yang lebih rendah ketimbang minuman lainnya, tapi jenis tertentu bisa mengandung sekitar 60 mg kafein per cangkirnya.