Survei: Kembali ke Kantor Usai WFH Picu Terjadinya Perselingkuhan

Survei: Kembali ke Kantor Usai WFH Picu Terjadinya Perselingkuhan

Survei: Kembali ke Kantor Usai WFH Picu Terjadinya Perselingkuhan

Survei: Kembali ke Kantor Usai WFH Picu Terjadinya Perselingkuhan

Setelah lama bekerja dari rumah (Work From Home), kini para pegawai sudah mulai kembali bekerja ke kantor. Tapi sebuah survei menyebutkan kembalinya aktivitas di kantor memicu peluang terjadinya perselingkuhan. Apa benar begitu?

Sebuah studi di Inggris yang dilakukan oleh Gleeden, menemukan bahwa 38 persen pengguna aplikasi itu di Inggris berselingkuh dengan seorang kolega setelah kembali ke kantor setelah di rumah saja. Kembali ke kantor tidak hanya berarti kembali bersosialisasi di lingkungan kerja, tetapi juga kesempatan untuk persahabatan yang penuh hasrat dengan rekan kerja.

ketika ditanyai tentang alasan di balik perselingkuhan, 39 persen mengaku itu murni keinginan untuk senang-senang semata. Sementara 36 persen mengakui mereka menikmati seseorang selain pasangan mereka yang menarik. Dan seperempat mengatakan mereka selingkuh agar merasa diinginkan lagi oleh pasangan.

Itu terjadi setelah lebih dari 60 persen dari total anggota yang disurvei mengklaim bahwa di rumah saja telah berdampak negatif pada hubungan rumah tangga mereka. Baik secara emosional maupun fisik. Pengguna Gleeden, Kelly78, yang menikah dan punya dua anak, mengatakan selingkuh dari pasangannya tak bisa dihindari setelah stres yang dia alami selama penguncian.Daftar di sini

“Tinggal di rumah dengan dua anak dan suami saya setiap hari adalah mimpi buruk,” jelasnya.

“Suami saya dan saya sudah mengalami berbagai masalah dan saya terlibat dalam perselingkuhan berbulan-bulan. Ketika penguncian terjadi, saya kehilangan kontak dengan pria lain dan tidak pernah benar-benar merasa dekat dengan suami saya,” katanya.

Sementara pengguna yang sudah menikah, Becky86, mengatakan dia melakukannya hanya karena ingin bersenang-senang. Menurutnya, keadaan di rumah menjadi lebih buruk selama penguncian, saat harus merawat anak dan pasangannya dengan dirinya terus-menerus bertengkar dan mulai tidur di kamar terpisah.

“Saya selingkuh pada minggu pertama saya kembali bekerja. Saya butuh perhatian dan saya butuh senang-senang,” ujarnya.

Studi yang dilakukan pada sampel 1.267 pengguna Inggris itu juga mempertanyakan apakah perselingkuhan itu direncanakan atau tidak terduga. Ternyata, 78 persen mengatakan mereka tidak merencanakannya. Sementara 22 persen mengatur kencan di luar jam kerja.

Dari orang-orang yang berselingkuh, 38 persen berhubungan intim sementara 29 persen tidak lebih dari sekadar berciuman. Dan parahnya, 59 persen mengatakan mereka akan selingkuh lagi dengan rekan kerja mereka, 41 persen mengklaim itu hanya dilakukan sekali.