Suara Dentuman Misterius Saat Sahur Gegerkan Warga Jawa Tengah Petanda Apa?

Suara Dentuman Misterius Saat Sahur Gegerkan Warga Jawa Tengah Petanda Apa?

Suara Dentuman Misterius Saat Sahur Gegerkan Warga Jawa Tengah Petanda Apa?

Suara Dentuman Misterius Saat Sahur Gegerkan Warga Jawa Tengah Petanda Apa?

Media sosial tengah dihebohkan dengan unggahan yang mengatakan terdengarya suara menyerupai dentuman keras. Peristiwa itu berjalan dini hari tadi di sebagian wilayah Jawa Tengah, termasuk Solo.

Warganet dengan account Twitter @Rendiansyah1 mengaku mendengar suara selanjutnya di Pati. Bahkan, dia termasuk mengaku menyaksikan ada benda jatuh berasal dari langit.

” Seng krungu suoro dentuman area Pati Jawa Tengah, sakdurunge dentuman ono benda tibo seko langit. Koyok meteor dan sejenise (Yang dengar suara dentuman area Pati, Jawa Tengah sebelum akan dentuman ada benda jatuh berasal dari langit kayak meteor dan sejenisnya),” tulis pemilik akun.

Tak hanya dia, teman-temannya termasuk menyaksikan benda jatuh berasal dari langit sebelum akan ada suara dentuman.

” Nek area Pati, kanca2ku yo do weroh kabeh ki (Di area Pati, teman-temanku termasuk pada menyaksikan semua ini),” lanjutnya.

Berdasarkan informasi yang diunggah oleh pengelola account tempat sosial Instagram @soloinfo, suara dentuman yang terdengar sampai Solo.

” Jare berkenan jam 12an bengi punjul sitik enek suara dentuman. Enek sing krungu? Kiro2 suoro opo eh lur (katanya tadi jam 12-an malam lebih sedikit ada suara dentuman. Ada yang mendengar? Kira-kira suara apa ya lur?),” katanya.

Ada pula informasi yang mengatakan dentuman selanjutnya termasuk terdengar di Purwodadi, Grobogan. Seperti kiriman netizen kepada pengelola account Instagram @_infocegatansolo.

Sementara, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, belum dapat memberi tambahan info perihal hal ini. Pihaknya tetap menyelidiki suara dentuman yang terdengar di sebagian wilayah di Jateng tersebut.

” Kami cek pernah ya,” kata Dwikorita.

Kabid Mitigasi Gempa Bumi Dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan dentuman yang terdengar di sebagian wilayah Jateng tadi pagi bukanlah berasal dari kesibukan gempa tektonik. Dari kontrol gelombang seismik pada semua sensor gempa milik BMKG, tidak ditemukan adanya kesibukan gempa di Jateng.

” Kami meyakinkan sumber suara dentuman selanjutnya tidak berasal berasal dari gempa tektonik, karena jika sebuah kesibukan gempa sampai mengeluarkan bunyi ledakan, berarti kedalaman hiposenter gempa selanjutnya sangat dangkal, dekat permukaan, dan jika itu berjalan maka bakal tercatat oleh sensor gempa,” kata Daryono di Instagram.

Dia mengatakan bunyi ledakan akibat gempa sangat dangkal lazimnya hanya berjalan sekali pas berjalan patahan batuan dan tidak berulang-ulang. Seperti gempa dangkal yang mengeluarkan dentuman keras di Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang pada 17 Februari 2014.

Gempa di Lereng Merbabu pas itu miliki magnitudo M 2,7 berjalan pagi hari pukul 06.01.19 WIB. Episenternya terletak pada koordinat 7,39 LS dan 110,48 BT dengan kedalaman 3 km.

” Ada sebagian kemungkinan penyebab suara dentuman pas berjalan gempa. Fenomena dentuman pas gempa dapat berjalan jika gempa menyebabkan gerakan tanah berbentuk rayapan tiba-tiba dan sangat cepat di bawah permukaan,” kata dia.

Kemungkinan lain, kata Daryono, berasosiasi dengan kesibukan sesar aktif. Ada mekanisme dislokasi batuan yang menyebabkan pelepasan kekuatan berjalan secara tiba-tiba dan cepat sampai mengakibatkan suara ledakan.

” Apalagi jika terjadinya patahan batuan selanjutnya di kawasan lembah dan ngarai atau di kawasan selanjutnya banyak rongga batuan agar terlalu mungkin suaranya makin lama keras karena resonansi,” kata dia.

Daryono mencontohkan momen gempa Bantul 2006 termasuk mengeluarkan bunyi dan sempat meresahkan warga pas itu. ” Namun suara dentuman yang berjalan tadi pagi dipastikan bukan berasal dari kesibukan gempa tektonik,” terang dia.

Suara dentuman menggegerkan penduduk DKI Jakarta sampai Depok, Bogor dan Bekasi pada Sabtu dini hari, 11 April 2020. Pagi harinya, viral sejumlah isu yang mengaitkannya dengan sistem erupsi sejumlah gunung layaknya Anak Krakatau dan Gunung Merapi.

Belakangan, keluar isu lain yang menyebut dentuman selanjutnya berjalan akibat adanya asteroid yang melintasi bumi. Kabar itu tersebar lewat aplikasi obrolan WhatsApp.

Berikut bunyi pesan tersebut.

Terjawab sudah, yg dengar atau merasakan dentuman suara bagai bom nuklir di atas langit Jkt sltn,depok, bogor, lt agung BSD tangerang dsk.. ternyata ini sdh diingatkan oleh NASA. Jadi tdk ada hubungannya dg letusan AnakKrakatau.

Si pembuat pesan termasuk mencantumkan artikel berasal dari tempat Inggris The Sun yang berisi laporan ada empat asteroid tengah melewati bumi. Artikel selanjutnya dijadikan penguat bunyi dentuman dapat keluar akibat asteroid.

Tetapi, argumen di dalam pesan selanjutnya dimentahkan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN). Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin, tunjukkan tidak logis suara dentuman dapat berjalan karena asteroid.

” Asteroid yang lewat jaraknya sangat jauh, lebih jauh berasal dari jarak bumi-bulan. Kemarin tidak ada asteroid jatuh di Indonesia. Jadi tidak ada kaitan suara dentuman dengan asteroid,” kata Djamal.

Djamal tunjukkan isi pesan yang beredar di penduduk lewat WhatsApp selanjutnya tidaklah benar. Dia menjamin kabar selanjutnya adalah bohong atau hoaks.

” Berita yang mengaitkan suara dentuman dengan asteroid tentu hoaks,” kata dia. Cerdaspoker DominoQQ