Stres Urus Anak saat WFH, Cobalah 5 Tips Ini agar Kamu tidak Stres

Stres Urus Anak saat WFH, Cobalah 5 Tips Ini agar Kamu tidak Stres

Stres Urus Anak saat WFH, Cobalah 5 Tips Ini agar Kamu tidak Stres

Stres Urus Anak saat WFH, Cobalah 5 Tips Ini agar Kamu tidak Stres

STRES ketika Work From Home sebab mengurus anak dan suami tentu dialami oleh tidak sedikit ibu. Maka mengelola stres sangat urgen dilakukan supaya tetap motivasi bekerja. http://68.183.232.134

Hal itupun disarankan oleh Psikolog Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd. Menurutnya, orangtua butuh mengelola stres dengan menggandakan mengkonsumsi berita baik

Di samping juga, orangtua pun harus aktif menemani anak-anak mengelola informasi secara proporsional dan tidak berlebih.

“Saat ini masyarakat Indonesia tengah menginjak situasi yang dinamakan dengan istilah a new normal, atau urusan yang sebelumnya tidak biasa, sekarang menjadi hal keseharian kita temui,” cerah Rosdiana ketika diskusi bertema ‘Building Strong Family pas #DiRumahAja: Gizi Seimbang, Aktif dan Bahagia”

Contohnya bermukim di lokasi tinggal 24 jam, bekerja dan sekolah dari rumah, bertemu orang yang sama terus menerus, atau di sejumlah keluarga bahkan mesti diam di ruangan yang tidak terlampau luas. Perubahan ini dan menjalankan kelaziman baru berpotensi memunculkan kejenuhan bahkan stres yang bakal sangat memprovokasi imunitas tubuh.

Cara terbaik guna menghindari stres ini ialah dengan mencari teknik untuk menikmati kelaziman baru ini dan mengubah teknik berpikir. Banyaknya waktu bareng keluarga di lokasi tinggal dapat disiasati dengan menciptakan rule of game baru dan disepakati bersama.

“Lakukan apa yang anda sukai secara individual dan memilih pekerjaan yang dapat digarap bersama. Sehingga orangtua tidak stres dan anak-anak senang berada di sekitar ayah dan atau bundanya,”

Rosdiana pun menyarankan lima teknik yang dapat dilaksanakan oleh orang tua guna menghindari stress, menyusun bonding antara anggota keluarga, dan membina kebahagiaan di rumah, yaitu:

1. Mengajarkan anak guna mandiri supaya pekerjaan orang tua bisa terbantu;

2. Melakukan komunikasi dua arah yang tersingkap antar anggota keluarga, kurangi pemakaian gadget dan biarkan anak bercerita untuk Anda dan ini bakal membantu mengajar kemampuannya mengucapkan gagasan;

3. Melakukan dan membangun kelaziman baik bersama, seperti kelaziman makan-makanan bergizi dan teratur minum susu, sampai memasak atau mencuci rumah;

4. Membiasakan kedisiplinan dengan aturan bareng yang mesti dibuntuti oleh orang tua dan anak-anak. Boleh pun ditambahkan apresiasi dan konsekuensi yang mesti dibicarakan bareng terlebih dahulu.

5. Mencontohkan tingkah laku empati dan senang berbagi dengan beramal atau berdonasi untuk menolong anak-anak guna lebih mensyukuri apa yang dia miliki. Rasa bahagia yang muncul di tengah keluarga ialah permulaan yang paling baik untuk membina keluarga powerful Indonesia.