Soal Tembok Pembatas, Pengacara Hotma: Supaya Tak Memindahkan Barang

Soal Tembok Pembatas, Pengacara Hotma: Supaya Tak Memindahkan Barang

Soal Tembok Pembatas, Pengacara Hotma: Supaya Tak Memindahkan Barang

Soal Tembok Pembatas, Pengacara Hotma: Supaya Tak Memindahkan Barang

Pagar pembatas yang didirikan Hotma Sitompul dengan rumah orang tua istrinya, Desiree Tarigan, menjadi sorotan publik. Meski cuma sebatas pagar, ia seolah mengukuhkan adanya permasalahan serius diantara pasangan suami-istri yang sejatinya sudah menikah lebih dari 20 tahun silam.

Padahal sebelum adanya permasalahan rumah tangga, rumah Hotma Sitompul dan kediaman orang tua Desiree satu halaman. Pagar depan rumah mereka juga memiliki motif sama persis memanjang searah dengan jalan Antasari, Jakarta Selatan. Tembok pematas baru dibangun setelah rumah tangga mereka retak ditandai dengan hengkangnya Desiree Tarigan dari rumah Hotma Sitompul. Daftar di sini

Tembok pembatas yang awalnya hanya terbuat dari seng gelombang kini diperkokoh dengan adanya tembok berbahan hebel dan semakin diperkuat dengan bangunan beton cor kurang lebih setiap sekitar dua meter. Tembok pembatas itu menyambung dari depan pagar depan sampai belakang, benar-benar memisahkan rumah Hotma Sitompul dan kediaman orang tua Desiree Tarigan.

Disinggung soal tembok pembatas, Dion Pongkor selaku kuasa hukum Hotma Sitompul memberikan penjelasan. Menurutnya, tembok itu sengaja dibuat kliennya untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan seiring munculnya konflik rumah tangga.

“Itu untuk mencegah, mencegah. Jangan sampai itu bisa berpotensi hukum dong. Bisa pidana juga. Jangan lah, ini kan kita mau selesaikan secara baik-baik dengan internal,” ucap Dion Pongkor dalam jumpa pers di bilangan Sunter Jakarta Utara Senin (29/3).

Dia menganggap ada yang tidak beres ketika Desiree meninggalkan rumah Hotma pada 7 Februari lalu dengan membawa harta benda. Tembok pembatas itu katanya juga untuk menyelamatkan agar barang-barang tidak dipindahkan semuanya oleh Desiree. Karena membawa harta benda tak izin, katanya bisa berpotensi pidana.

“Motivasinya harus sama, kalau meninggalkan rumah dengan membawa barang kan, itu ada motivasi yang berbeda. Rumahnya kan berdekatan, ya sudah dipagerin dulu supaya barang jangan dipindahkan dulu, bicarakan dulu,” akunya.

Pengacara Hotma Sitompul mengisyaratkan adanya penumpang gelap di balik retaknya rumah tangga kliennya dengan Desiree. Namun ia tidak membahas lebih jauh tentang hal ini.

“Saya tidak mau ada orang yang menari di atas benderang rumah tangga orang lain,” aku Dion Pongkor.

Sementara Desiree Tarigan membuat keterangan berbeda. Ia mengaku diusir dari rumah oleh Hotma Sitompul tanpa ada masalah apa-apa. Bukan hanya diusir meninggalkan rumah, ia juga diminta mengemasi barang-barangnya lantaran Desiree dianggap sudah tak berhak menampati rumah Hotma Sitompul.