Siswi SMA Berpakaian Merah Jambu Tewas di Bawah Pohon Bambu, Sosok di Perut Korban Diungkap Polisi

Siswi SMA Berpakaian Merah Jambu Tewas di Bawah Pohon Bambu, Sosok di Perut Korban Diungkap Polisi

Siswi SMA Berpakaian Merah Jambu Tewas di Bawah Pohon Bambu, Sosok di Perut Korban Diungkap Polisi

Siswi SMA Berpakaian Merah Jambu Tewas di Bawah Pohon Bambu, Sosok di Perut Korban Diungkap Polisi

Seorang siswi SMA tewas diduga menjadi korban pembunuhan.Korban siswi SMA berisial TL itu ditemukan dengan kondisi mengenaskan.

Wanita berpakaian merah jambu itu ditemukan tergletetak tak bernyawa tak jauh dari rumahnya.

Jasad korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dengar sejumlah luka ditubunya.

Diduga, gadis berusia 18 tahun itu tewas setelah sempat dianiaya.

Jasad korban pertamakali ditemukan oleh adik kandungnya sendiri sekitar pukul 18.00 WIB.

Kapolres Nias Selatan (Nisel) AKBP I Gede Nakti Widhiarti mengatakan, korban TL ditemukan tepatnya di bawah pohon bambu tak jauh dari rumahnya.

Menurutnya, korban TL diduga tewas karena dianiaya.

“Ya betul, Dugaan sementara korban dianiaya. Itu informasi dari Kapolsek di sana yang melihat langsung di TKP,” ujarnya, Sabtu (30/11/2019) mengutip Tribun Medan.

Korban TL memang sempat dikabarkan hilang pada Jumat (29/11/2019).

Saat itu, keluarga korban mencarinya karena TL tak kunjung pulang ke rumah sejak berangkat ke sekolah.

Keluarga korban pun kaget ketika menemukan siswi SMA di Kecamatan Susua, Sumatera Utara itu dalam kondisi sudah tidak bernyawa pada Jumat (29/11/2019) sekitar pukul 18.00 WIB.

Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah.

Luka Parah di Wajah

Saat ditemukan, korban menderita luka parah dibagian wajahnya.

Saat ditemukan, korban dalam posisi menyamping ke kanan.

TL saat itu mengenakan pakaian merah jambu dan celana hitam motif garis hijau.

Saat itu, korban TL hendak pulang ke rumah selepas pulang sekolah.

Namun, korban justru tak kunjung tiba di rumah.
Mengetahui itu, sang adik pun mencoba mencarinya dengan pergi ke sekolah korban.

Setibanya di sekolah, sang adik diberitahu pihak sekolah jika TL sudah pulang dari tadi.

Kemudian, dalam perjalanan menuju rumah, adik korban tiba-tiba saja dikagetkan menemukan mayat kakaknya di bawah pohon bambu.

Sang adik pun langsung pulang untuk memberitahu keluarga.

“Hasil pemeriksaan korban alami luka di bagian leher dan wajah. Luka bekas apa belum diketahui, Sebelum dibunuh korban alami penganiayaan,” terang Nakti.

Hasil Pemeriksaan Dokter

Polisi mengungkap sosok diperut korban TL.

AKBP I Gede Nakti Widhiarta menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter puskesmas setempat, korban diduga sedang berbadan dua.

Perwira polisi berpangkat melati dua ini menyebut sosok janin yang diduga ada di perut korban sudah berusia sekitar lima bulan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter di Puskesmas, ada indikasi korban lagi berbadan dua,” ungkapnya.

“Tanda kehamilan di tubuh korban diperkirakan berumur 4-5 bulan,” tambahnya.

Hingga kini, pihaknya mashi mendalami kasus tersebt.

“Pelakunya siapa kita belum tahu. Karena saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” sebut Nakti.

“Pelakunya masih kita cari. Siapa yang tega habisi nyawa korban. Doakan saja segera terungkap,” sambungnya.

Sejauh ini, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi terkait tewasnya TL.

“Tim Sat Reskrim Polres Nias Selatan masih terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi,” jelas Nakti.