Setelah Dua Musim Padam, Persaingan Ronaldo dan Messi Menyala Lagi

Setelah Dua Musim Padam, Persaingan Ronaldo dan Messi Menyala Lagi

Setelah Dua Musim Padam, Persaingan Ronaldo dan Messi Menyala Lagi

Setelah Dua Musim Padam, Persaingan Ronaldo dan Messi Menyala Lagi

Selama musim 2009–2010 sampai 2017–2018, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo menghadirkan persaingan intens sebagai pemain paling produktif di La Liga (Trofeo Pichichi). Messi bersama FC Bacelona dan Ronaldo (Real Madrid) saling mengungguli.

Lima kali La Pulga atau Si Kutu di atas Ronaldo dan semua berbuah El Pichichi. Sementara itu, dari empat kali Ronaldo lebih produktif ketimbang Messi, tiga di antaranya berstatus El Pichichi. Untuk 2015–2016, Luis Suarez yang finis teratas semasa masih berkostum Barca. Daftar di sini

Setelah padam selama dua musim, rivalitas pemain yang sama-sama diklaim sebagai GOAT (greatest of all time) oleh fans masing-masing itu kembali menyala musim ini. Meski, Ronaldo telah berkiprah dalam kompetisi yang berbeda. Yaitu, di Serie A bersama Juventus.

Musim ini (2020–2021), Messi maupun Ronaldo untuk sementara sukses memuncaki predikat sebagai pemain tersubur. Kemarin (28/2) La Pulga dan CR7 sama-sama meregistrasikan gol ke-19. Hanya, hasil akhir tim masing-masing yang membedakannya.

Gol Ronaldo pada menit ke-49 hanya menjadi hasil seri 1-1 bagi Juve saat menghadapi tuan rumah Hellas Verona di Stadio Marcantonio Bentegodi. Tambahan satu poin membuat Juve masih tertinggal tiga poin (46-49) oleh peringkat kedua AC Milan dalam jumlah laga yang sama (23 laga).

”Kamu mencetak gol dan timmu gagal menang rasanya sangat mengesalkan. Cristiano (Ronaldo) merasakan apa yang kurasakan di pertengahan pekan,” ucap winger Juve Federico Chiesa kepada Tutto Juve.

Saat melawan Verona, Chisea-lah yang memberikan assist untuk Ronaldo. Sementara itu, pada pertengahan pekan lalu (18/2), Chiesa mencetak gol yang sayangnya berakhir dengan kekalahan 1-2 Juve oleh FC Porto dalam first leg 16 besar Liga Champions.

Messi lebih beruntung. Di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, gol striker 33 tahun itu pada menit ke-85 memantapkan kemenangan 2-0 Barca atas tuan rumah Sevilla. Gol pertama Barca via Ousmane Dembele (29’) juga hasil assist pemain terbaik dunia enam kali tersebut.

Hal itu semakin menegaskan bahwa Sevilla memang lawan empuk bagi Messi seiring torehan gol terbanyak (38 gol) di antara klub yang pernah dihadapi sepanjang karir. Juga jumlah assist terbanyak kedua (19 assist atau selisih satu assist kontra Levante).

Messi sekaligus melanjutkan streak gol dalam enam jornada terakhir (total 8 gol) untuk menjauhi torehan 16 gol dari mantan tandemnya yang kini membela Atletico Madrid, Suarez.

Untuk capocannoniere Serie A hingga tadi malam, koleksi gol Ronaldo saat ini dua lebih banyak dari bomber Inter Milan Romelu Lukaku (17 gol). Di belakang mereka, masih ada Zlatan Ibrahimovic (AC Milan) dan ‘juara bertahan’ Ciro Immobile (SS Lazio) dengan masing-masing 14 gol.

Itu merupakan bukti bahwa baik Messi maupun Ronaldo menghadapi persaingan tidak mudah untuk memuncaki daftar pencetak gol terbanyak di liga masing-masing.

”Ronaldo dan Messi adalah bukti konkret dari kerja keras yang membuat mereka selalu ada di level teratas selama 15 tahun terakhir. Keberuntungan hanya berpihak sangat kecil bagi kesuksesan mereka,” tutur David Beckham, presiden Inter Miami CF yang pernah menjadi senior Ronaldo di Manchester United maupun Real Madrid