Sering Pukuli Orang Tua Pemuda Ini Hidupnya Memprihatinkan

Sering Pukuli Orang Tua Pemuda Ini Hidupnya Memprihatinkan

Sering Pukuli Orang Tua Pemuda Ini Hidupnya Memprihatinkan

Sering Pukuli Orang Tua Pemuda Ini Hidupnya Memprihatinkan

Senjaqq Domino99 -Restu Panji Ramadhan (22), harus hidup sebatang kara di sebuah rumah yang sebagian bangunannya sudah roboh. Dia tinggal di RT 04/07 Kelurahan Ciseureuh sendirian selama belasan tahun dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Kedua orang tuanya tidak berani tinggal bersamanya, karena Panji acapkali menyiksa keluarga. Sehingga mereka memilih menumpang bersama saudaranya di sekitar Fly Over SMPN 5 Kelurahan Ciseureuh. Namun demikian, ayahnya Wawan Suwardi (51) setiap hari selalu menengok sekalian mengantar makanan.

“Kalau keinginannya tidak diturut dia langsung ngamuk. Sasarannya bisa saya yang dipukuli atau menghancurkan tembok rumah. Jadi kami bersama istri dan adiknya Panji tinggal di rumah saudara. Daripada jadi sasaran kemarahannya terus,” kata Wawan, Senin (22/1/2021).

Wawan mengaku anaknya memiliki kelainan jiwa sejak 2017 lalu. Berkali-kali diobati namun tidak kunjung sembuh lantaran upaya yang dilakukannya itu tidak sampai tuntas. Salah satu faktornya karena tidak bisa lagi membiayai pengobatan. Apalagi dengan penghasilan sebagai kuli sapu di kantin salah satu pabrik hanya cukup untuk makan sekeluarga saja.

Saat ini, kata dia, hanya bisa pasrah menerima keadaan. Meskipun sering malu kepada tetangga apabila Panji tiba-tiba mengamuk dan menghancurkan rumah yang dia tempati sekarang. Sementara dirinya tidak bisa berbuat banyak, sebatas menenangkan agar marahnya reda.

“Akan tetapi saya masih punya harapan anak saya suatu saat nanti bisa sembuh. Kami juga memohon maaf kepada tetangga yang merasa resah dengan tingkah laku Panji,” ujar dia.

Sementara itu, Panji yang berada di salah satu ruangan yang masih utuh tampak duduk dengan mengisap sebatang rokok. Di sampingnya terlihat nasi dicampur sayuran belum habis dimakannya. Ruangan lain sudah hancur karena dirusak dan sebagian ambruk lantaran diterjang angin hujan.

Saat ini, kata dia, hanya bisa pasrah menerima keadaan. Meskipun sering malu kepada tetangga apabila Panji tiba-tiba mengamuk dan menghancurkan rumah yang dia tempati sekarang. Sementara dirinya tidak bisa berbuat banyak, sebatas menenangkan agar marahnya reda.