Sepi Wisman Penduduk Belgia Hibur Diri dengan ‘Staycation’

Sepi Wisman Penduduk Belgia Hibur Diri dengan ‘Staycation’

Sepi Wisman Penduduk Belgia Hibur Diri dengan ‘Staycation’

Sepi Wisman Penduduk Belgia Hibur Diri dengan ‘Staycation’

LudoQQ Poker Galaxy – Turis asyik berkasih mesra di Grand Place atau yang sedang terkikik di depan Manneken Pis menjadi pemandangan khas kala musim semi di Brussels, ibu kota Belgia. Kini kota tersebut sepi dari wisatawan mancanegara yang berlibur dampak pandemi virus corona (Covid-19) melanda dunia.

Saat ini Brussels hanya dimeriahkan penduduk lokal. Sebab tidak terdapat orang yang datang, rerumputan di Grand Palace mulai tumbuh salah satu bebatuannya.

Banyak warga Belgia yang bergantung pada industri pariwisata, salah satunya semua pembuat cokelat.

Toko cokelat Laurent Gerbaud terletak di pusat tidak jauh dari Grand Place. Makanan dan minuman berbahan cokelat serta buah keringnya menciptakan toko legendaris ini ramai wisatawan masing-masing harinya.

“Turis menyumbang selama 60 persen guna omset kami. Karena mereka sudah berhenti datang ke Brussels dan ke Belgia pada umumnya, kami berjuang mencari penyelesaian lain,” kata di antara pengelola toko.

“Kami akan mengupayakan untuk bekerja secara lokal dengan toko-toko kecil di wilayah perumahan, dengan platform internet dan dengan kombinasi dua-duanya untuk mencoba mencairkan sekitar separuh dari omset kami,” lanjutnya.

Sektor pariwisata seringkali menyumbang nyaris sepersepuluh dari pemasukan negara-negara Uni Eropa.

Jutaan kegiatan berisiko, khususnya di negara-negara yang ekonominya didukung oleh pariwisata, laksana Yunani, Prancis, Spanyol, dan Italia.

Efeknya pun terlihat di Belgia di mana pada tahun 2016 serangan teroris merusak sektor pariwisata.

Salah satu ikon Brussels yang sangat dikenal, Museum Atomium, telah memberitahukan akan menghadapi defisit US$3 juta tahun ini.

Atomium diduga akan tetap diblokir sampai Juni, namun Mini-Eropa, taman miniatur yang sedang di sebelahnya, akan dimulai kembali pada 18 Mei.

Taman Mini-Eropa menawarkan pemandangan sejarah dan warisan kebiasaan Eropa dalam format kecil.

Tahun lalu, situs tersebut menyambut 420 ribu orang, 80 persen di antaranya berasal dari negara-negara Uni Eropa, serta Timur Tengah, India, dan Amerika, kata pemiliknya.

Direktur dan Pemilik Mini-Eropa, Thierry Meeus, menuliskan semua langkah-langkah ketenteraman anti-virus telah ada, tergolong sensor tanpa kontak baru untuk mengobarkan musik dan efek khusus. Tapi dia tidak menginginkan antrean panjang di sini dalam sejumlah bulan mendatang.

Meeus menyinggung krisis virus corona sebagai “bencana nyata”.

“Musim panas ini anda akan kehilangan seluruh turis mancanegara yang datang ke sini dengan pesawat atau mobil, yang akan mengarungi perbatasan. Kita mesti menyaksikan apakah orang Belgia bakal menghidupkan pulang pariwisata negaranya.”

“Saya pikir kita dapat sangat bahagia andai pada akhir tahun ini anda akan mempunyai total 150 ribu – 200 ribu pengunjung. Kami tentu akan kehilangan antara 50 dan 60 persen dari penjualan tiket dan penghasilan kami,” jelas Meeus.

Wendy Deneve mendatangi Mini-Eropa bareng kedua putrinya. Taman ini berjarak singkat dengan naik mobil dari Leuven, kota kecil lokasi mereka tinggal.

Deneve menuliskan keluarganya bisa jadi akan menunda rencana liburan di Portugal dan sebagai gantinya memilih staycation, alias liburan di dalam negeri.

“Ada tidak sedikit objek wisata unik di Belgia. Sangat senang dapat mengunjunginya tanpa keramaian,” kata Deneve.

Di antara sejumlah wisatawan yang berkeliaran di dekat Mini-Eropa ialah Michel Quere, yang bermukim di Brussels.

Quere menuliskan dia bercita-cita krisis Covid-19 bakal mendorong orang guna mengubah kelaziman bepergian mereka dan beranggapan lebih lokal, katanya.

“Di sini ada tidak sedikit orang dari sekian banyak latar belakang. Kita dapat mencapai dunia di ujung jalan kita,” kata Quere.