Sempat Diduga Praktik Perdukunan, Misteri 25 Makam Tasikmalaya Digali Terkuak, Pelaku Bukan Manusia

Sempat Diduga Praktik Perdukunan, Misteri 25 Makam Tasikmalaya Digali Terkuak, Pelaku Bukan Manusia

Sempat Diduga Praktik Perdukunan, Misteri 25 Makam Tasikmalaya Digali Terkuak, Pelaku Bukan Manusia

Sempat Diduga Praktik Perdukunan, Misteri 25 Makam Tasikmalaya Digali Terkuak, Pelaku Bukan Manusia

PESIARQQ – Terbongkarnya 25 makam di Tasikmalaya, Jawa Barat secara misterius beberapa waktu lalu akhirnya menemui titik terang.

Polisi dan warga yang bersiaga di sekitar lokasi dibongkarnya makam akhirnya berhasil menangkap pelaku yang ternyata bukan manusia.

Terbongkarnya makam di TPU Pakemitan II, Kecamatan Cikatomas, Tasikmalaya ini santer dikaitkan dengan praktik perdukunan.

Namun, setelah pelaku penggalian ditangkap, semua dugaan itu berhasil ditepis.

Kasus pembongkaran sejumlah kuburan di sebuah pemakaman umum di Tasikmalaya, Jawa Barat masih terus berlanjut.

Sebanyak 25 kuburan di sebuah pemakaman umum di Tasikmalaya ini ditemukan dalam keadaan terbongkar sejak Jumat (8/11/2019) pagi.

Aksi pembongkaran kuburan yang dilakukan oleh orang yang tak dikenal di sebuah pemakaman umum di Tasikmalaya ini rupanya bukan kali pertama.

sebanyak 25 buah makam ditemukan dalam keadaan rusak pada Jumat (8/11/2019) pagi.

Dua puluh lima makam yang rusak ini berada di TPU Pakemitan II, Desa Pakemitan, Kecamatan Cikatomas.

Kerusakan yg terjadi pada sejumlah makam ini pun cukup parah dan begitu aneh.

Pasalnya, ini sudah kali kedua terjadi pada sejumlah makam di pemakaman umum tersebut.

Semua makam yang dibongkar, rata-rata memiliki kerusakan pada bagian kepala, tepat di bawah nisan dengan kedalam galian bisa mencapai 50 sentimeter.

semua makam yang dibongkar hanya digali pada bagian bawah nisan.

Tidak ada satu makam pun yang kehilangan jenazah atau tengkorak.

Namun bekas tanah galian dibiarkan begitu saja di atas makam tanpa dirapikan kembali.
“Jenazah dan kerangkanya tidak ada yang hilang, hanya rusak bagian bawah nisan saja,” ucap Anda Juanda

Pihak kepolisian Polres Tasikmalaya bahkan sampai menerjunkan tim gabungan untuk menyelesaikan kasus ini.

“Sementara ini kami sudah bentuk tim gabungan baik itu dari polres, polsek, dan satuan intelejen, yang kami terjunkan ke lapangan untuk menyelidiki permasalahan ini,” jelas Kapolres Tasikmalaya AKBP Doni Eka Putra di Mapolres,Kasus pembongkaran sejumlah makam ini diakui oleh AKBP Doni Eka Putra cukup sulit lantaran tidak adanya saksi mata di lokasi kejadian.

Namun berdasarkan pengakuan sejumlah warga, kasus pembongkaran makam ini bukan kali pertama terjadi di TPU Pakemitan II.

Tak ayal, kabar perusakan sejulah makam oleh orang tak bertanggung jawab ini sempat meresahkan warga desa.

Banyak yang menyebut bahwa aksi pembongkaran makam ini berkaitan dengan praktik perdukunan atau ilmu hitam.

Sampai Selasa (12/11/2019) malam, sebanyak 35 makam ditemukan dalam keadaan terbongkar dengan pola kerusakan yang sama.

Pihak kepolisian dan warga pun sepakat untuk melakukan patroli di sekitar kuburan untuk menguak misteri pembongkaran ini.

Namun alangkah terkejutnya polisi dan warga saat berhasil menangkap basah pelaku pembongkaran makam.

usai berhari-hari patroli dan tak tidur, polisi dan warga setempat akhirnya berhasil menangkap pelaku pembongkaran 35 makam di TPU Pakemitan II ini.

Selama ini pelaku pembongkaran yang dikira adalah seorang manusia dan berkaitan dengan praktik perdukunan.

Kenyataannya dilapangan, warga dan polisi menemukan dua ekor anjing sebagai pelaku pembongkaran.

“Tergalinya beberapa makam di Pakemitan, Kecamatan Cikatomas yang awalnya dicurigai dilakukan oleh seseorang, tapi berdasar penyelidikan kami di lapangan ternyata itu merupakan ulah hewan yakni anjing,” kata Kapolres Tasikmalaya, AKBP Doni Eka Putra, saat menggelar konfrensi pers di Mapolres, Kamis (21/11/2019) siang.

Hal ini dibuktikan dari temuan warga dan polisi yang melihat dua ekor anjing tersebut berkeliaran di sekitar makam pada Senin (11/11/2019).

Tak hanya itu, selain menangkap basah dua ekor anjing tersebut tengah membongkar makam, polisi juga sempat menemukan jejak kaki hewan di lokasi.

“Didukung oleh anggota kami di lapangan yang menemukan jejak-jejak binatang yang diindikasikan anjing.

Ada dua ekor anjing yang terlihat pada 11 November, diduga kuat anjing itu sebagai pelaku pembongkaran makam,” jelas AKBP Doni Eka Putra

Bukti cakaran kuku kedua anjing tersebut juga terlihat pada sejumlah batu bata merah yang insiatif dipasang warga di makam-makam yang terbongkar.

Batu bata penuh dengan jejak cakaran kedua hewan itu pun diperlihatkan polisi pada konferensi pers di Mapolres Tasikmalaya, Kamis (21/11/2019).

Polisi menunjukkan baang bukti kasus pembongkaran makam di Tasikmalaya.
“Penyelidikan di lapangan didukung inisiatif masyarakat pada saat makam yang digali sebelum dibereskan kembali dipasanglah batu bata di beberapa makam yang atasnya bolong.

Sehingga pada saat kejadian terakhir batu bata itu ada bekas cakaran-cakaran binatang,” kata AKBP Doni Eka Putra.

Untuk meyakinkan temuan mereka, polisi pun sepakat dengan warga untuk memasang kamera CCTV di sekitar lokasi dan meminta warga yang memiliki anjing untuk merantai hewannya di rumah.

Dan benar saja, usai kedua anjing tersebut tertangkap basah, tak ada kuburan yang dibongkar lagi.

“Semenjak itu tidak ada lagi pembongkaran makam di Pakemitan, Cikatomas,” tutup AKBP Doni Eka Putra.