Selendang Arimbi Mengajarkan Persahabatan dalam Keberagaman

Selendang Arimbi Mengajarkan Persahabatan dalam Keberagaman

Selendang Arimbi Mengajarkan Persahabatan dalam Keberagaman

Selendang Arimbi Mengajarkan Persahabatan dalam Keberagaman

PESIARQQ – Melanjutkan keberhasilan penampilan tahun 2017 lalu, Operet Aku Anak Rusun yang ke dua lagi tampil berkelas dengan lakon Selendang Arimbi. Drama musikal anak ini dipentaskan terhadap Sabtu (16/11/2019) sebanyak dua kali pertunjukan terhadap 14.00 dan 17.30 WIB di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan.

Menampilkan panggung yang megah, pertunjukan ini diramaikan lebih berasal dari 200 pemain yang terdiri berasal dari anak-anak rusun Rawa Bebek, Daan Mogot, dan Pulo Gebang. Operet yang diprakarsai oleh Veronica Tan ini termasuk melibatkan puluhan penari profesional untuk menyempurnakan penampilan. Bahkan tim pemain yang berada di bawah naungan Soundkestra dan Yayasan Waroeng Imaji ini udah berlatih sepanjang 3 bulan demi tampil maksimal.

Selendang Arimbi menceritakan berkenaan perjuangan gadis berusia 15 tahun yang mendambakan jadi seorang penari. Keterbatasan ekonomi membuat Arimbi wajib bekerja keras untuk dapat meraih pelatihan di sebuah sanggar tari secara gratis. Namun sayang, rintangan seolah jadi sahabat Arimbi untuk menggapai mimpinya.

Cerita si Arimbi memang beri tambahan bekas yang mendalam kepada para penonton. Tidak hanya menularkan rasa cinta terhadap kesenian, namun termasuk nilai solidaritas dan toleransi yang jadi pesan utama didalam pementasan ini.

Salah satu contohnya, didalam pagelaran ini Arimbi dilukiskan sebagai perantauan orang Jawa yang memiliki sahabat berasal dari beragam suku bangsa. Mulai berasal dari Batak, Betawi, dan termasuk Tionghoa. Logat bhs setiap area apalagi tidak dihilangkan.

Setelahnya, keberagaman termasuk dapat pemirsa melihat dengan keindahan musik dan tari berasal dari beragam area di Indonesia yang memunculkan suasana di atas panggung. Lagu-lagu yang dibawakan pada lain Janger, Marilah Kemari, dan Padang Bulan. Sedangkan untuk lagu anak-anak seperti Anak Kambing Saya, Naik-naik ke Puncak Gunung, dan Semut-semut Kecil.

Tidak hanya dekat dengan anak-anak, para orang tua yang ikut menemani anak menonton Selendang Arimbi juga bakal diajak bernostalgia dengan lagu-lagu lawas yang hit dari, Chrisye ataupun Koes Plus. Lagu-lagu berikut diaransemen lagi oleh Soundkestra dan dikemas dengan beragam genre yang lebih modern, sehingga dapat di terima generasi selagi ini.

Kejutan
Ada satu kejutan yang dihadirkan Veronica Tan di panggung Aku Anak Rusun 2. Jika di pertunjukan pertama terhadap 2017 tampil dengan selo saat di atas panggung, kini perempuan yang akrab disapa Vero tak sendirian. Ia tampil dengan anak ke-2 Nathania Purnama dan si bungsu Daud Albeenner Purnama. Keduanya bermain alat musik biola dan Veronica Tan dengan alat musik kesayangannya, selo. Dengan lihai dan penuh semangat, mereka memainkan lagu Dancing Queen ciptaan ABBA.

Selanjutnya di akhir pentas, Vero pun lagi menggesek selo mengiringi lagu Indonesia Pusaka yang dinyanyikan oleh seluruh pemain. Rasa khidmat ke-Indonesiaan yang ditularkan makin hangat terasa.

Sementara untuk menggapai keberhasilan ini, perjuangan Operet Anak Rusun tidak lengkap rasanya tanpa jasa berasal dari sang sutradara, Rita Dewi Saleh. Kerja kerasnya untuk membuat sebuah pertunjukan berkelas ini udah usai. Perempuan yang akrab disapa Bunda Rita ini menghembuskan napas terakhir terhadap 31 Oktober 2019, karena penyakit kanker yang dideritanya sepanjang ini. Sebelum meninggal, meski didalam suasana sakit dan terbaring lemas, Bunda Rita dengan dorongan selalu memperhatikan setiap cermat perkembangan Operet Anak Rusun.

“Kami bakal buat tribute untuk Bunda Rita selagi 16 November 2019. Karena perjuangan Bunda Rita memiliki andil besar atas penampilan operet Aku Anak Rusun. Dengan dorongan yang masih sama, kami mendambakan beri tambahan persembahan paling baik untuk Bunda Rita,” kata Lawrence Tandra perawakilan berasal dari Inke Maris & Associates Indonesia.