Selain Gagal Move On, Kepo Mantan Pacar di Media Sosial Media

Selain Gagal Move On, Kepo Mantan Pacar di Media Sosial Media

Selain Gagal Move On, Kepo Mantan Pacar di Media Sosial Media

Selain Gagal Move On, Kepo Mantan Pacar di Media Sosial Media

Sebagian orang menyimpulkan untuk tidak hendak tahu segala informasi mengenai mantan pacar sesudah putus cinta. Namun ada pun yang masih hendak tahu kabar mantan pacar dari media sosial atau yang dikenal dengan istilah stalking, kita salah satunya? Ludoqq Domino99

Alih-alih menciptakan perasaan menjadi lega, pekerjaan stalking mantan malah dapat memperburuk keadaan hati sebab merugikan diri kita sendiri. Bagi beberapa orang, putus cinta memang sungguh menyakitkan. Setelah putus cinta, Anda bercita-cita bisa menjalani hidup laksana biasa lagi tanpa mesti memikirkan mantan pacar.

Akhirnya, tidak sedikit yang tidak dapat menahan godaan guna kepo atau stalking mantan pacar di media sosial. Berikut ini bahaya psikologis yang mengintai dampak keseringan stalking mantan terus menerus melewati media sosial.

Bahaya stalking mantan pacar di media sosial

1. kita lebih sulit move on

Kecenderungan guna mematai-matai atau stalking mantan kekasih melewati media sosial memang kerap hadir setelah putus cinta. Setiap kali membuka media sosial, baik tersebut Instagram, Twitter, dan Facebook, urusan kesatu kali yang barangkali Anda lakukan ialah melihat akun mantan. Hal ini dilaksanakan hanya untuk memahami kabar atau suasana mantan pacar kini atau sekadar menyaksikan wajah mantan sebab rindu. Padahal kelaziman ini sungguh paling tidak sehat.
sering stalking mantan, tergolong terus memantau potret atau kedudukan terbarunya, malah membuat kita jadi sulit move on dari mantan pacar. Memang masing-masing orang memerlukan waktu yang berbeda-beda guna move on, tapi bila setiap hari, masing-masing menit, atau masing-masing detik Anda menyaksikan aktivitasnya melewati sosial media, bagaimana Anda inginkan move on?

2. kita menghancurkan kebahagiaan diri sendiri

Efek buruk tidak jarang stalking mantan berikutnya ialah menghancurkan kebahagiaan diri sendiri. Misalnya keadaan hati kita sedang baik-baik saja atau mungkin ingin bahagia. Lalu, kita iseng stalking mantan melewati media sosialnya sekitar 15-30 menit. Nah, dalam masa-masa 15-30 menit tersebut semua emosi kita berkumpul jadi satu. Baik tersebut perasaan sedih, marah, kecewa, menilik kembali kenangan perjalanan cinta kita berdua, dan lainnya. Secara tidak disadari, andai kebiasaan ini dilaksanakan terus menerus maka bisa menghancurkan kebahagiaan diri kita sendiri.

Jadi, daripada waktu itu terbuang untuk mengerjakan stalking mantan, usahakan kerjakan hal-hal yang bermanfaat, laksana menelepon sahabat, membaca kitab favorit, berolahraga, memasak, atau sesederhana membuka software kencan di ponsel Anda guna mendapatkan pengganti mantan kekasih.

3. kita jadi mencocokkan kehidupan diri kita dengan mantan

Jika mantan pacar Anda telah mempunyai pacar baru atau kesudahannya menikah dengan orang lain, secara terbius Anda barangkali akan mencocokkan diri kita dengan pasangan barunya. Anda dapat jadi berlomba-lomba mengharapkan pasangan atau kehidupan yang lebih baik dari mantan kekasih, lalu barangkali memamerkannya.

4. Anda bakal merasa patah hati lagi

Seperti yang sudah dilafalkan sebelumnya, kelaziman stalking mantan bisa menghambat Anda guna move on. Hal ini mengakibatkan Anda yang tadinya sudah terbiasa tanpa kehadiran mantan kekasih kesudahannya merasa hancur atau patah hati lagi melihat potret atau kedudukan terbarunya yang menunjukkan kehidupannya baik-baik saja dengan orang lain.

5. Anda bakal merasa malu bila ketahuan

Saat sedang asyik stalking mantan di Instagram, Facebook, atau Twitter, tak sengaja Anda menyenangi unggahan mantan yang telah lama sekali diunggahnya. Jika telah begini, Anda juga jadi ketahuan tidak jarang mematai-matai aktivitasnya melewati sosial media. Duh, memalukan, bukan?