Seksolog Bercinta Bukan Cara Untuk Membuktikan Cinta Kepada Seorang

Seksolog Bercinta Bukan Cara Untuk Membuktikan Cinta Kepada Seorang

Seksolog Bercinta Bukan Cara Untuk Membuktikan Cinta Kepada Seorang

Seksolog Bercinta Bukan Cara Untuk Membuktikan Cinta Kepada Seorang

Jangan buru-buru termakan bujuk rayu ketika Anda dipaksa bercinta oleh pasangan. Bercinta atau seks bukan sarana pembuktian cinta.
Seksolog klinik Zoya Amirin mengatakan tak perlu bercinta untuk membuktikan seberapa dalam Anda mencintai seseorang. Sebaliknya, pembuktian cinta adalah menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

“Tidak perlu bercinta untuk membuktikan cinta. Ketika ada orang yang meminta bukti itu, kemungkinan dia enggak cinta, yang harus dibuktikan adalah apakah kita bisa menjadi individu yang bertanggung jawab,” jelas Zoya saat diskusi daring Fiesta Condoms dengan Berani Berencana, Podkesmas Asia Networks dan Zozolab, Minggu (14/2).

Pernyataan tersebut juga dibenarkan oleh Certified Matchmaker Zola Yoana. Dia mengungkapkan bahwa jika calon pasangan memaksa untuk meminta pembuktian cinta dengan seks, maka kemungkinan besar itu adalah nafsu. Ditambahkan dia, ada bedanya antara cinta dan nafsu. Cinta berasal dari afeksi atau rasa kasih sayang yang menyebabkan ingin terus bersama. Sementara nafsu hanya ingin melakukan hubungan seksual.

“Kalau nafsu, yang keluar desire-nya, orang cuma ingin having sex nih sama pasangannya,” ucapnya.

Zoya menambahkan bahwa konsensus penting dan hanya berlaku untuk orang dewasa. Untuk yang di bawah 18 tahun, akan menjadi tindak kekerasan.

“Kalau Anda di bawah 18 tahunAnda tidak memiliki konsen karena di bawah UU Perlindungan anak, sehingga termasuk dalam abuse,” terang LudoQQ pokerace99

Sementara itu, bicara cinta dan nafsu dalam pandangan Zoya Amirin tak menutup kemungkinan terjadi dalam satu waktu. Perlu dijadikan catatan, jika nafsu yang lebih dulu muncul akan menjadi bahaya daripada cinta itu sendiri.

“Kalau cowok benar-benar sayang enggak akan maksa ceweknya untuk bercinta, dia takut kehilangan. Kalo cowok minta sesuatu pembuktian utamanya sex, please tinggalin, kalau cowok sayang bakal jagain.”

Alih-alih mengukur cinta calon pasangan lewat aktivitas seks alias bercinta, Zoya menyarankan agar mengenalnya lebih dulu, mengetahui visi-misi, nilai termasuk kecocokan dalam hubungan seksual (compatible in sex) yang dikomunikasikan secara terbuka.

Tak hanya compatible in sex, Zoya menilai, individu dewasa harus memiliki pilihan, termasuk pilihannya untuk menentukan konsensus dalam melakukan hubungan seksual.

“Jangan melakukan sesuatu yang konsekuensinya tidak bisa ditanggung sendiri,” tambahnya.