Seks dan Keintiman Hubungan Jadi Rumit Selama Pandemi

Seks dan Keintiman Hubungan Jadi Rumit Selama Pandemi

Seks dan Keintiman Hubungan Jadi Rumit Selama Pandemi

Seks dan Keintiman Hubungan Jadi Rumit Selama Pandemi

Saat pandemi melanda, seks dan keintiman menjadi sesuatu yang rumit. Setiap orang merasa cemas akan banyak hal, hingga mengaburkan hasrat mereka akan hubungan yang intim.
Salah satunya dialami pasangan usia 40-an asal Texas, Amerika Serikat. Pandemi tak menjadi ‘resep’ yang sempurna untuk hubungan yang intim.

Sang istri berhenti berolahraga karena terlalu takut akan ancaman Covid-19. Saat takut, ia hanya bisa menyerah dan tidak melakukan apa pun. Sementara sang suami memiliki masalah kesehatan selain Covid-19, dan membuat hubungan jadi semakin kacau.

“Covid-19 telah menginvasi hampir setiap aspek kehidupan kami. Jadi, tak mengherankan jika itu menyusup ke keintiman kami, baik atau buruk,” kata sang istri yang tak mau disebutkan namanya, melansir SenjaQQ.

Faktanya, banyak orang mengalami masalah dalam kehidupan seks dan hubungan romantis selama pandemi. Penelitian awal berjudul Sex and Relationships in the Time of Covid-19 menemukan, kehidupan romantis jadi kacau balau selama pandemi.

“Sejauh ini hasilnya bervariasi. Ada juga beberapa pasangan yang merasa hubungan romantisnya lebih baik. Tapi, lebih banyak pasangan yang mengalami kekacauan dalam hubungannya,” ujar Justin Lehmiller, seorang peneliti dari Kinsey Institute.

Studi ini dimulai sejak pertengahan Maret 2020. Sebanyak 2 ribu orang-75 persen berasal dari AS, 25 persen berasal dari negara lain-berusia 18-81 tahun menjadi responden dalam penelitian itu.

Hasilnya, sekitar 44 persen orang melaporkan kualitas kehidupan seks yang memburuk. Di antara itu, sebanyak 30 persen juga melaporkan penurunan dalam kualitas hubungan romantis dengan pasangan.

Sementara hanya sekitar 14 persen yang merasa hubungan romantis yang sedang dijalani berlangsung baik-baik saja, dengan 23 persen di antaranya melaporkan hubungan yang jauh lebih baik.

Musim panas yang sedang terjadi di beberapa negara juga tak membawa perbaikan dalam hubungan. Musim panas umumnya digunakan banyak pasangan untuk berlibur dan meningkatkan keintiman mereka. Tapi, musim panas kali ini tampaknya tak berhasil memulihkan keintiman hubungan banyak pasangan.

Lehmiller mengatakan, kualitas hubungan seks dan keintiman yang menurun sering kali berkorelasi dengan tingkat stres yang tinggi.

“Kita tahu bahwa stres datang dari banyak sumber berbeda, kompleks, dan multi-faktor. Semakin stres seseorang, semakin sedikit keinginan untuk seks,” jelas Lehmiller.

Diana Wiley, seorang terapis seks di AS mengatakan bahwa seks bisa menjadi perkara yang sangat sulit selama pandemi. “Beberapa orang begitu stres, sehingga mereka membuang keinginan mereka akan seks,” kata Wiley.

Wiley menyarankan beberapa cara bagi pasangan yang ingin kembali menghidupkan keintiman dalam hubungan. Salah satunya adalah memulainya dengan belaian pada bagian-bagian tubuh tertentu. Cukup berikan sentuhan yang sifatnya bukan untuk memicu hasrat seksual, melainkan untuk memberikan kehangatan. Hal itu, kata Willey, dapat membantu meredakan stres.

Selain itu, menjadi lebih perhatian terhadap pasangan juga bisa bermanfaat untuk kelanggengan hubungan. “Kendalikan pikiran Anda, dan jangan biarkan pikiran Anda terus berputar-putar ke sana ke mari,” kata Willey.