Sebelum Dijemput Paksa, Nikita Mangkir 2 Kali Panggilan Polisi

Sebelum Dijemput Paksa, Nikita Mangkir 2 Kali Panggilan Polisi

Sebelum Dijemput Paksa, Nikita Mangkir 2 Kali Panggilan Polisi

Sebelum Dijemput Paksa, Nikita Mangkir 2 Kali Panggilan Polisi

 

PESIARQQ – Artis Nikita Mirzani dijemput paksa aparat Polres Jakarta Selatan berkenaan kasus dugaan penganiayaan terhadap mantan suaminya, Dipo Latief, Jumat (31/1/2020) dini hari. Sebelumnya Nikita udah dua kali dipanggil polisi, namun senantiasa tidak singgah bersama bermacam alasan.

“Tersangka udah dua kali dipanggil, tidak pernah datang,” kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Bastoni Purnama kepada Beritasatu.com, Jumat (31/1)

Nikita sampai kini masih menekuni pemeriksaan di Polres Jakarta Selatan. Berkas kasus penganiayaan tersangka Nikita pada mulanya udah dinyatakan lengkap atau P21 oleh kejaksaan.

Polisi langsung melimpahkan berkas dan tersangka ke penuntut lazim sehabis berkasnya dinyatakan lengkap.

Dalam dua kali panggilan penyidik, Nikita senantiasa banyak alasan. Pemanggilan pertama terhadap awal Januari, Nikita beralasan pergi umrah ke Tanah Suci, Makkah. Panggilan kedua, Nikita berjanji mau singgah terhadap 23 Januari, namun sehabis ditunggu tidak singgah juga. “Panggilan ketiga, ya dijemput,” ujar Kombes Bastoni Purnama.

Pada 23 Januari selanjutnya Nikita tidak singgah bersama alasan sakit dan sertakan surat sakit berasal dari dokter sampai 30 Januari 2020. Namun sepanjang tenggang saat itu, penyidik memantau sosial fasilitas Nikita Mirzani tidak sedang beristirahat.

Nikita Mirzani Mengaku Telah Resmi Menikah bersama Dipo Latief

Untuk diketahui, kasus ini bermula dikala Dipo Latief -mantan suami Nikita- menyebabkan laporan kasus dugaan penganiayaan yang dikira dilakukan Nikita bersama nomor laporan polisi: LP/ 1189/VII/ 2018/ PMJ/RJS, tanggal 5 Juli 2018. Kronologi kejadian, berawal dikala Nikita mengikuti mobil korban menuju pelataran parkir Jalan Benda, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 5 Juli 2019 lalu. Ketika korban turunkan dua orang temannya, selanjutnya Nikita mendekati mobil korban dan marah-marah, lantas langsung melempar asbak yang ada di di dalam mobil sehingga menyebabkan luka memar dan lecet di dahi atau kening korban.

Akibat perbuatannya, Nikita dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan bersama ancaman hukuman 2 th. 8 bulan, juncto Pasal 335 KUHP tentang tingkah laku memaksa orang lain, hukumannya 1 th. penjara.