Sate Kambing Bisa Jadi Zat Penyebab Kanker Dan Begini Mekanismenya

Sate Kambing Bisa Jadi Zat Penyebab Kanker Dan Begini Mekanismenya

Sate Kambing Bisa Jadi Zat Penyebab Kanker Dan Begini Mekanismenya

 

Sate Kambing Bisa Jadi Zat Penyebab Kanker Dan Begini Mekanismenya

Cerdaspoker Domino99 – Satai atau sate menjadi di antara makanan khas Indonesia yang tidak sedikit digemari masyarakat Indonesia dan pun wisatawan mancanegara saat berangjangsana ke Indonesia.

Namun, tahukah kita bahwa sate yang berbahan daging merah seperti domba ternyata pun berpotensi menjadi sumber karsinogen atau racun penyebab kanker dalam tubuh?

Hal ini dikatakan oleh Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Profesor DR Dr Aru W Sudoyo SpPD KHOM FINASIM FACP, yang mencocokkan karsinogen dalam ranitidin dengan sate kambing.

“Dibandingkan ranitidin, sebetulnya kita keseharian sudah terkena karsinogen, yakni dari asap rokok, asap kendaraan, makanan berbahan daging merah yang dihanguskan itu sebetulnya karsinogen semua,” kata Aru di Hotel R Rancamaya Bogor.
Mekanisme karsinogen sate
Pada prinsipnya seluruh jenis daging merah yang dipanasi atau dihanguskan dengan suhu tinggi, akan pulang menjadi karsinogen.

Nah, pada sate, bahan pemanas ataupun yang menghanguskan daging merah ialah arang. Agodapoker

Arang adalahresidu hitam mengandung karbon tidak murni, terdiri dari 85-98 persen karbon dan sisanya ialah abu atau benda kimia lainnya.

Pada makanan sate; asam amino, gula, dan creatine dalam daging merah bakal bereaksi pada suhu tinggi, yang menyusun heterocyclic amines (HCAs).

“Daging merah tersebut sendiri bila dimasak dengan suhu terlampau panas bakal berubah jadi karsinogen, lah sate domba misalnya, membuatnya kan dihanguskan dengan arang yang terdapat karbonnya, jadi karsinogen justeru tinggi lagi, bertambah jadinya,” ucapnya.

Heterocyclic Amines (HCAs)
Pada perkabaran sebelumnya, telah diterangkan bahwa HCAs ialah jenis bahan kimia yang seringkali diproduksi atau didapatkan selama proses memasak makanan.

“Contohnya masak daging merah, tersebut ada sejumlah proses masak yang malah membuat zat HCAs ini dan tersebut berisiko merangsang sel kanker berkembang,” kata Aru.

Pembentukan HCAs dalam proses memasak daging merah yang berisiko tersebut seperti, memasak dengan temperatur atau suhu yang tinggi, atau memasak dengan pengasapan dan pembakaran arang.

“Misal ya sate atau daging sapi begitu, namun ingat bila satenya ayam atau bakarannya tersebut ikan enggak apa-apa. Nah yang bahaya tersebut daging merah kayak domba atau sapi begitu, yang urgen daging merah tersebut yang bahaya,” tuturnya.

Himbauan
Namun, Aru pun mengingatkan bahwa yang mestinya dipermasalahkan bukanlah perihal daging domba ataupun jenis daging merah lainnya, tetapi teknik dan bahan yang dipakai untuk memasak daging merah tersebut.

Di samping itu, sate domba atau sapi mesti dibuntuti juga dengan mengonsumsi makanan yang bisa melawan karsinogen tersebut, laksana makanan yang tidak sedikit berisi serat.

“Yang perlu diacuhkan bukan daging merah atau domba itu, namun bagaimana masaknya dan bahan lainnya. Ya sama kayak hipertensi tersebut bukan sebab daging kambingnya, tapi sebab masaknya gunakan garam, garam tersebut yang dominan ke hipertensi sebenarnya,” tuturnya.