Saran Dokter dan Ahli soal Penggunaan Masker saat Olahraga

Saran Dokter dan Ahli soal Penggunaan Masker saat Olahraga

Saran Dokter dan Ahli soal Penggunaan Masker saat Olahraga

Saran Dokter dan Ahli soal Penggunaan Masker saat Olahraga

Ahli dan dokter tetap menyarankan pemakaian masker sekalipun ketika berolahraga. Sebab di tengah wabah ini pemakaian penutup hidung dan mulut tersebut penting guna menangkal penyebaran virus corona penyebab Covid-19.

Akan namun ada sejumlah hal yang perlu diacuhkan saat memakai masker saat berolahraga.

Dokter spesialis olahraga Michael Triangto menuturkan pemakaian masker ketika olahraga memang dianjurkan. Asalkan dengan catatan, olahraga yang dilaksanakan itu berintensitas ringan sampai sedang.

“Kalau intensitas berat memang tidak kami rekomen memakai masker. Kami melulu merekomendasikan yang enteng sampai sedang. Penggunaan masker, jelas menguntungkan untuk menangkal kita terinfeksi dari orang beda dan anda menginfeksi orang lain,” jelas Michael untuk Agodapoker Domino99 melewati sambungan telepon, Selasa (2/6).

”Bagi orang yang menuliskan masker tersebut berbahaya, tersebut tolong dipertanyakan. Dokter di lokasi tinggal sakit tersebut kan memakai masker semua, terdapat nggak yang tumbang, sebab masker? Biasanya kan tumbang sebab Covid-nya,” kata dia.

Ia pun mengingatkan, olahraga untuk mengawal kesehatan sebenarnya tak hanya harus yang intensitasnya berat. Menjaga kebugaran tubuh lumayan dilakukan dengan mengerjakan gerak yang intens, tertata dan dilaksanakan rutin.

Michael juga menjelaskan sejumlah tujuan olahraga di antaranya guna kesehatan, guna prestasi–seperti yang dilaksanakan atlet, dan rekreasi. Ketika guna tujuan supaya tubuh sehat maka intensitas olahraga dapat berkisar antara ringan sampai sedang, sementara untuk destinasi prestasi memang lazimnya dengan intensitas berat.

Bagi orang yang mesti mengerjakan olahraga dengan intensitas berat–seperti atlet atau pelajaran tertentu–maka dianjurkan melakukannya di dalam ruangan atau dengan perlakuan khusus.

“Caranya bagaimana? Apakah tidak boleh memungut nilai? Boleh. Tapi caranya, jaraknya mesti dijaga supaya jauh. Harus jauh jaraknya,” kata dia mencontohkan pelajaran khusus untuk edukasi akademi.

Michael menerangkan, pemakaian masker diakuinya memang meminimalisir aliran udara. Meski begitu, situasi ini masih memungkinkan orang bernapas. Hanya saja, kadar oksigen yang dicium akan berkurang.

Keadaan itu lambat laun atau dalam jangka masa-masa yang lama akan menciptakan tubuh beradaptasi. Mulanya memang merasa seolah sesak sebab belum terbiasa.

“Itu situasinya sama laksana kita sedang di puncak gunung. … Dengan oksigen yang tipis maka tubuh berubah mengupayakan menghasilkan sel darah merah lebih banyak, kesudahannya HB-nya bakal meningkat dan orang tersebut setelah sejumlah lama, dapat menyesuaikan diri, maka dia dapat tenang,” cerah dia lagi.

Karena keterbatasan aliran pernapasan itu, orang yang berolahraga berat tak dianjurkan menggunakan masker. “Menggunakan masker memang kadar oksigen berkurang namun tidak membahayakan selama anda tidak beraktivitas dalam intensitas tinggi. Nah, untuk seorang atlet yang mesti , bantu sesuaikan dengan menurunkan intensitasnya atau pilih lokasi [khusus] dan tempat mengawal jarak.”

Senada diungkapkan berpengalaman bersertifikat guna terapi jasmani dan spesialis kekuatan, Grayson Wickham. Ia menuliskan orang dapat tetap mengerjakan olahraga dengan memakai masker. Namun menurut keterangan dari dia sejumlah kelompok butuh dikecualikan dan mendapat perhatian khusus.

Ia melanjutkan, orang dengan riwayat penyakit pernapasan umumnya mengharapkan olahraga di dalam ruangan tanpa mesti memakai masker. Pilihan ini juga dinilai lebih aman dan nyaman guna penderita penyakit pernapasan.