Rupiah Tembus Rp 14.000 per USD ! Bikin Harga Barang Serba Mahal

Rupiah Tembus Rp 14.000 per USD ! Bikin Harga Barang Serba Mahal

TOGEL ONLINE – Nilai Tukar Nilai uang Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS) terus mengalami pelemahan pada hari ini tgl 8 Mei 2018. Terakhir kali, Nilai Tukar mata uang Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat mencapai Rp 14.019 per USD.

Pengamat Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan, pelemahan nilai tukar Rupiah segera dilakukan Antisipasi.
Karena jika tidak, efeknya akan bisa merembet kepada pertumbuhan Ekonomi Indonesia.

Salah satunya yang paling terasa adalah biaya Import yang akan semakin tinggi.
Pasalnya, hampir sebagian Import khususnya yang menggunakan kapal asing membayar biaya pengirimannya dengan mata uang Dollar.

“Depresiasi Rupiah akan Langsung terasa ke biaya Import yang meningkat drastis”.
Untuk import baik bahan baku, barang modal dan barang kondumsi sebagian besar gunakan kapal asing yang membutuhkan Dollar jadi Logistic Cost pasti makin membebabi industri domestik.” ujarnya saat ditemui Kru Bocah Sakti™ di Wisma Nusantara, Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Rupiah Tembus Rp 14.000 per USD ! Bikin Harga Barang Serba Mahal

Hal tersebut tentunya akan semakin menggerus daya beli masyarakat. Karena semakin banyak, cost yang dikeluarkan, maka kemungkinan dinaikannya harga juga akan semakin tinggi.

“Sementara daya beli sedang lesu, jadi penjual tidak akan sembarangan menaikan harga barang. Kondisi ini menguras pendapatan pelaku usaha.” ucapnya.

Kenaikan harga juga nantinya tentu bisa memicu inflasi. Apalagi kenaikan Dollar ya juga momentnya sangat tepat dengan moment jelang puasa yang rawan akan kenaikan harga.

Salah satu contohnya adalah harga kebutuhan pokok komoditas bawang putih yang diprediksi akan naik drastis. Pasalnya hampir 85% pasokan bawang putih berasal dari Import.

“Harga Jual barang kebutuhan pokok automatis juga akan naik. Saya ambil contoh Bawang Putih yang 85% lebih pasokannya import. Mendekati lebaran permintaan secara musiman tinggi. Ini yang harus diperhatikan pemerintah karena inflasi langsung pukul daya beli masyarakat miskin.” jelasnya.

Rupiah Tembus Rp 14.000 per USD ! Bikin Harga Barang Serba Mahal

Belum lagi, kenaikan juga akan terjadi pada harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. Pasalnya, Indonesia merupakan salah satu negara net import minyak.

“Dampak lain sebagai negara net importir minyak. Pelemahan Rupiah akan naikan biaya import minyak. Tahun 2017 lalu neraca migas kita defisit USD 8,5 miliar karena import minyak bengkak hingga USD 24,3 miliar,” jelasnya.

Tentunya hal tersebut sangat tidak baik bagi kelangsungan distribusi barang di dalam negeri. Karena hampir semua kendaraan menggunakan BBM nonsubsidi.

“Ini enggak sehat dan pengaruhi harga BBM nonsubsidi yang dipakai angkutan barang kebutuhan pokok,” ucapnya.