Rilis Film Mulan Ditunda untuk Keempat Kali Akibat Korona

Rilis Film Mulan Ditunda untuk Keempat Kali Akibat Korona

Rilis Film Mulan Ditunda untuk Keempat Kali Akibat Korona

Rilis Film Mulan Ditunda untuk Keempat Kali Akibat Korona

Perilisan film drama perang angan-angan epos Disney, Mulan, pulang ditunda sampai Agustus di tengah pandemi korona (Covid-19) yang masih merebak, demikian diberitahukan perusahaan itu pada Jumat (26/6).Klik di sini

Sebelumnya, film live-action berlatar Tiongkok tersebut dijadwalkan tayang di bioskop-bioskop Amerika Serikat (AS) pada 27 Maret, namun lantas ditunda menjadi 24 Juli dampak pandemi. Studio-studio Hollywood menangguhkan nyaris semua film beranggaran tinggi mereka di AS maupun di negara-negara lain sesudah bioskop diblokir dalam upaya memerangi penyebaran virus korona. Mulan sekarang dijadwalkan tayang pada 21 Agustus.

“Meskipun pandemi mengolah rencana perilisan Mulan dan kami bakal tetap luwes sesuai yang disyaratkan, urusan ini tidak mengubah kepercayaan kami bakal kekuatan film dan pesannya mengenai harapan serta kegigihan,” kata Alan Horn, Co-Chairman sekaligus Chief Creative Officer Walt Disney Studios, dan Alan Bergman, Co-Chairman Walt Disney Studios, dalam sebuah pengakuan seperti dikutip Antara dari Xinhua. “Sutradara Niki Caro serta semua pemain dan kru kami telah membuat film yang indah, epik, dan menyentuh yang dicita-citakan oleh setiap empiris sinematik, dan laksana itulah yang kami yakini mengenai film ini, baik di panggung dunia maupun layar lebar untuk semua pemirsa di semua dunia guna dinikmati bersama,” papar pengakuan itu.

Terinspirasi dari legenda pahlawan perempuan Tiongkok kuno, “Mulan” adalahadaptasi film animasi Disney tahun 1998 dengan judul yang sama. Berdasarkan keterangan dari legenda, Mulan hidup pada era sarat gejolak dalam sejarah Tiongkok lebih dari 1.400 tahun silam. Dia menyamar sebagai lelaki untuk bertugas di militer menggantikan ayahnya yang telah tua dan berusaha demi negaranya.

Mulan, yang ongkos pembuatannya menguras 200 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp14.239), diperankan oleh Liu Yifei sebagai pemeran utama sesudah proses castingglobal sekitar setahun, dengan Gong Li berperan sebagai penyihir powerful dan berbahaya, Donnie Yen sebagai komandan militer, dan Jet Li sebagai kaisar Tiongkok.

Pengumuman itu dikatakan sehari sesudah keputusan Warner Bros. guna menunda tanggal perilisan film besutan Christopher Nolan Tenet guna kedua kalinya menjadi 12 Agustus dari sebelumnya 31 Juli.

Baik Mulan maupun Tenet disebut-sebut dapat membantu bioskop menyambut kembali semua penggemar film pada musim panas tahun ini di tengah pandemi. “Mulan” sebelumnya dirasakan sebagai film besar kesatu Hollywood yang bakal menghiasi layar lebar setelah pendahuluan bertahap bioskop bulan depan.

Penundaan Mulan dan Tenet membayangi rencana pendahuluan kembali bioskop. AMC Theaters, rantai bioskop film terbesar di AS, mengucapkan dalam sebuah pengakuan pada pekan kemudian bahwa pihaknya bakal membuka pulang bioskop di 450 tempat di AS pada 15 Juli, dan selama 150 tempat lainnya pada 24 Juli, bertepatan dengan masa-masa penayangan “Mulan” dan “Tenet”. Namun, sebanyak negara unsur di AS mencatatkan lonjakan permasalahan baru COVID-19 dan angka pasien rawat inap pada pekan ini.

Surat kabar The Washington Post berkomentar, “langkah ini menunjukkan bahwa Juli, yang dalam sejumlah tahun terakhir dipenuhi film-film mega-blockbuster mulai dari The Lion King sampai The Dark Knight, Transformers hingga tidak sedikit film Harry Potter, tidak akan menonton perilisan film besar baru guna kesatu kalinya di era modern.”

“Disney guna ketiga kalinya menunda perilisan Mulan di bioskop, semuanya secara sah memupus asa Hollywood untuk mengamankan musim film di musim panas,”

Variety pun menulis bahwa Mulan ditebak akan mendapat sambutan besar dari pemirsa di Tiongkok. “Namun, seluruh bioskop di Tiongkok ketika ini masih tutup, tanpa diketahui kapan bakal kembali dibuka. Karena ‘Mulan’ di anggap penting di Tiongkok, bakal berisiko guna merilis film ini kini dan melalaikan para pemirsa di Tiongkok,”