Rider Yamaha Juara, Valentino Rossi Ditikung Dramatis di Lap Terakhir

Rider Yamaha Juara, Valentino Rossi Ditikung Dramatis di Lap Terakhir

Rider Yamaha Juara, Valentino Rossi Ditikung Dramatis di Lap Terakhir

Rider Yamaha Juara, Valentino Rossi Ditikung Dramatis di Lap Terakhir

Bintang Petronas Yamaha Franco Morbidelli menjadi juara MotoGP San Marino di Sirkuit Misano. Francesco Bagnaia dari Pramac Ducati finis runner-up, sedangkan Joan Mir (Suzuki Ecstar) berada di posisi ketiga.

Sebetulnya, pembalap Italia bisa menyapu bersih podium pada balapan hari ini. Namun, bintang gaek Yamaha Valentino Rossi gagal finis ketiga. Pada lap terakhir, secara dramatis dan menyakitkan, dia ditelikung oleh Mir.

Bagi Morbidelli dan Bagnaia hasil ini adalah rekor luar biasa. Inilah kemenangan pertama Morbidelli dalam sejarah kelas premium. Sedangkan bagi Bagnaia, finis kedua adalah podium pertama baginya.

“Saya tidak tahu rasanya. Saya masih memproses ini semua,” kata Morbidelli dalam wawancara setelah race. pesiarqq pokercc

“Ini sangat luar biasa. Saya masih tidak percaya. Tetapi yang jelas saya sangat bahagia. Saya menikmati momen ini. Terima kasih kepada tim, kepada orang-orang yang bekerja dengan saya, kepada orang-orang yang menolong saya,” tambah pembalap berusia 25 tahun itu.

Bagi Morbidelli, kemenangan di kandang adalah sesuatu yang sangat dahsyat dan membawa nostalgia amat manis.

“Pada lap terakhir, saya banyak berpikir. Tujuh tahun lalu, di sini (Misano) saya berkompetisi pada kejuaraan nasional Italia. Waktu itu, saya juga juara. Tetapi sekarang, rasanya jauh lebih luar biasa,” ucap Morbidelli lantas melesatkan tangan kanannya ke atas.

Sebelumnya, Yamaha melewati dua balapan supersulit di Red Bull Ring, Austria. Namun, para rider Yamaha berhasil bangkit di Sirkuit Misano. Sinyal positif Yamaha sudah tampak sejak latihan bebas pertama. Pembalap Yamaha bergantian mendominasi.

Bahkan Maverick Vinales berhasil meraih pole position. Tetapi, pembalap Yamaha itu gagal bersinar di balapan. Vinales hanya finis di peringkat keenam.

Misano berbeda dengan Red Bull Ring yang menuntut power besar bagi setiap pembalap. Vinales menjelaskan, timnya bisa menyiapkan strategi terbaik dan berharap bisa kembali tampil kompetitif di lintasan. Apalagi, musim lalu empat penunggang mesin Yamaha berada di urutan lima besar di sirkuit yang sama.

Saat itu Marc Marquez menjadi penguasa Misano. Kini sang juara bertahan belum terlihat di lintasan karena masih menjalani pemulihan pascaoperasi lengan kanan.

Sedangkan bintang Petronas Yamaha Fabio Quartararo musim lalu berhasil meraih podium kedua. Namun, pada race sore ini, Quartararo sempat terjatuh saat balapan menyisakan 20 lap. Dia bisa bangkit. Sayang, ketika balapan menyisakan delapan lap, pembalap asal Prancis itu kembali jatuh dan gagal finis.

Kegagalan Quartararo membuatnya turun satu peringkat ke posisi dua klasemen sementara. Poinnya masih tetap sama yakni 70. Andrea Dovizioso yang finis ketujuh naik ke peringkat pertama. Dia mengoleksi 76 poin.

Balapan GP San Marino akhir pekan ini bisa disebut berlangsung di rumah Rossi. Ya, karena jarak sirkuit hanya sekitar 10 kilometer dari rumah The Doctor. Sayang, Rossi gagal merasakan podium kedua pada musim ini.