Resah Virus Corona, Jutaan Masker Jadi Buruan Manusia

Resah Virus Corona, Jutaan Masker Jadi Buruan Manusia

Resah Virus Corona, Jutaan Masker Jadi Buruan Manusia

Resah Virus Corona, Jutaan Masker Jadi Buruan Manusia

Penjualan masker penutup muka untuk merawat diri dari virus corona terus meningkat. Salah satu e-commerce terbesar di China, Taobao bahkan mencatat udah menjajakan lebih kurang 80 juta masker pada hari Senin (27/1) dan Selasa (28/1).

Saking banyaknya permintaan, penjaja bahkan banyak mencari keuntungan dengan menaikkan harganya, melansir MarketWatch

Cao Jun, manajer umum untuk Lanhine, produsen masker di China bahkan melaporkan kekurangan masker untuk keperluan nasional. “Permintaan klien udah mencapai 200 juta masker sehari. Sementara mengolah harian Lanhine cuma lebih kurang 400.000.”

“Saat ini, kita miliki 20 orang lebih di pabrik, bekerja 24 jam. Kami menawarkan mereka empat kali lipat upah mereka per hari,” kata Cao kepada Reuters.

Seorang juru berbicara Honeywell HON, produsen terkemuka masker muka termasuk mengemukakan hal yang sama. Terjadi lonjakan permohonan masker di Amerika Utara, Eropa dan China. Namun Ia menampik untuk mengutarakan angka penjualan spesifik.

“Kami bakal mencukupi semua pesanan pas ini. Di China, product kita ada dari JD.com dan TMALL.com, dan di AS dan Eropa, mereka sanggup ditemukan di sejumlah pengecer, termasuk Amazon,” katanya.

Produsen terkemuka lain yang menjajakan 3M termasuk menyaksikan peningkatan permohonan untuk product bantuan pernapasan di China sehabis wabah virus corona.

“Menanggapi lonjakan permintaan, 3M menaikkan mengolah respirator untuk mendukung mencukupi keperluan konsumen. 3M termasuk berkomitmen untuk mendukung kesehatan penduduk sebagai respons pemerintah terhadap virus corona,” kata juru bicara perusahaan kepada MarketWatch.

Stok untuk pabrikan Malaysia Top Glove pun naik hampir 14 persen. Financial Times melaporkan, penjualan masker terus meningkat hingga kini  .

Kegelisahan virus corona sebetulnya mengakibatkan Komisi Kesehatan China mendorong penduduk setempat mengfungsikan masker untuk mencegah penularan virus. Dan jutaan masker kini beredar di pasaran, menghendaki supaya virus tak lagi menyebar. Lantas, apakah pemakaian masker ini efektif?

Resah Virus Corona, Jutaan Masker Jadi Buruan Manusia

Masker Bedah atau N95?

Sebelumnya, perlu Anda ketahui, ada dua type masker yang paling sering digunakan untuk mencegah virus yakni masker bedah dan N95  LudoQQ Poker Galaxy.

Masker bedah merupakan type masker standar yang kebanyakan digunakan oleh petugas medis atau penduduk yang mengalami tanda-tanda flu. Masker ini dirancang untuk memblokir tetesan cairan, dan sanggup menurunkan mungkin terkena virus dari orang lain. Selain itu,harga masker ini jauh lebih tidak mahal dibandingkan type masker lain.

Namun menurut Ahli epidemiologi penyakit menular, Mark Woolhouse dari Universitas Edinburgh, Inggris, masker bedah tidak menawarkan bantuan penuh pada virus yang ada di udara.

“Masker bedah tidak semuanya menutup hidung dan mulut supaya partikel kecil tetap sanggup masuk. Dan partikel yang sangat kecil sanggup dengan gampang dilewati. Masker ini termasuk mengakibatkan mata pemakainya terbuka menjadi ada mungkin virus sanggup menginfeksi (bagian yang terbuka itu). Intinya, masker bedah mungkin membantu, tapi tidak menambahkan bantuan total,” katanya, Seperti dimuat BBC.

Sedangkan N95 respirator, kata dia, menawarkan bantuan lebih. Masker ini dirancang untuk mencegah 95 persen partikel kecil masuk ke area hidung dan mulut. Tetapi sayangnya, masker ini tidak sesuai untuk anak-anak atau orang-orang yang miliki banyak bulu di area wajah.

“N95 respirator termasuk sanggup mengakibatkan seseorang lebih sulit untuk bernapas, supaya sanggup beresiko bagi seseorang yang menyatakan tanda-tanda infeksi virus corona baru (karena miliki tanda-tanda batuk dan sesak napas),” ujarnya.

Selain itu, harga N95 jauh lebih mahal. Pantauan Liputan6.com, di e-commerce layaknya Tokopedia dan Shopee, masker ini seharga 1-2 juta per 20 pcs atau kisaran Rp50 ribu hingga Rp 100ribu per 1 pcs.

Wabah mendunia

Hingga Selasa (28/1), virus yang berasal dari kota Wuhan, provinsi Hubei China ini udah mengakibatkan 82 orang meninggal dan menginfeksi lebih dari 2.800 orang. Akibatnya, kota-kota besar layaknya di China dan Australia mengeluhkan kekurangan masker wajah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) lewat Bidang Logistik dan Peralatan menyatakan bakal mengirimkan bantuan 10 ribu lembar masker N95 untuk Warga Negara Indonesia (WNI) terlebih mahasiswa Indonesia yang berada di Wilayah Wuhan, Provinsi Hubei dan sekitarnya yang pas ini menjadi pusat Virus Corona.

Ahli penyakit menular di NYU Langone, Dr. Vanessa Raabe, memberi saran semua orang terlebih di negara terdampak untuk sering membasuh tangan, hindari kontak dengan mata, hidung atau mulut. Serta merawat etika dikala bersin atau batuk.

“Pada dasarnya ini adalah tindakan pencegahan yang perlu kita ambil untuk mencegah penularan penyakit virus lain,” pungkasnya.